
“Tentu saja dirimu.. siapa lagi.” Pancing Xiao’ru
“Aku bukan penakut!” teriaknya, dia sangat marah dengan pancingan Xiao’ru karena yang dikatakannya adalah benar “Aku hanya memikirkan resikonya, akan sangat berbahaya, dan juga bukankah ada penghambat?” katanya lagi dengan mengusik Lan Xiadea.
Dea jelas tidak peduli, tapi tidak dengan keempat orang itu, terutama Yanxui Ki Hua. Dia sangat menyayangi saudarinya itu “Lalu? Bukankah ada Wei Ran yang hebat? Kau sendiri akan bisa melindungi seseorang bukan?” ini jelas memicu pertengkaran.
Han Luo yang sudah tidak tahan lagi, memotong pembicaraan mereka “Cukup! Aku, Yanzhi dan juga Jing Ze sudah memikirkan hal ini, karena itu kami memilih agar pembagiannya adil. Pembagiannya, Yanzhi, Yanxui dan Xiao’ru akan pergi untuk mencari Rumput es mistik dan untuk sisanya mencari Kelopak merah Api.”
“Dan tentu saja, Dea akan bersama kami.” Tambah Yanzhi Zhuxiu. Tanpa di duga ada yang menolak.
“Tunggu!” mereka semua melihat kearah suara itu. Mereka semua melihat wanita cantik di belakang. Dea hanya melihat Yanzhi dan Han Luoyi “Aku akan pergi untuk kelopak merah Api. Bertukar tempatlah denganku.” Ucapnya pada Han Luoyi.
Mendengarnya, Wei Ran langsung melihat kearahnya “Apa?! Putri, apa kau serius? Bukankah lebih baik jika kau mengikuti pangeran dari pada bersama kami?” Wei Ran tidak menyangkah bahwa Dea lebih memilih untuk pergi dengan dirinya dari pada bersama dengan Yanzhi. Bukankah akan lebih aman jika dia mengikuti Yanzhi? Mengikuti mereka, bukankah hanya menambah beban saja?
Tapi Jing Ze tidak berpikir seperti itu. Saat dia mendengar perkataan Dea, dia maju dan memotong perkataan Wei Ran “Bisa saja..”
Wei Ran membelakan matanya “Jing Ze?” dia menatap Jing Ze dengan tidak percaya.
Han Luoyi merenungkannya sebentar, setelah berpikir panjang dia berkata “Baiklah.. aku akan bertukar tempat denganmu.”
Wei Ran menatap tajam pada Han Luoyi “Han Luoyi!!” dia tidak percaya dengan ini. Apakah mereka semuanya orang bodoh? Apakah mereka kehilangan akalnya? Dia sangat-sangat marah dengan ini, tapi dia tidak bisa mengatakan apa-apa di saat Yanzhi berbicara.
“Karena Jing Ze, dan Han Luoyi sudah berkata, maka biarkanlah itu.” Ucap Yanzhi. Itu membuat Wei Ran kehilangan kata-katanya, dan hanya bisa menerimanya walau tidak suka.
Han Luoyi, bersedia bertukar dengan Dea karena dia tau, Dea pasti punya alasannya. Alasan kenapa Dea meminta untuk bertukar tempat dengan Han Luoyi karena tempat di mana Kelopak Merah Api itu berada, sangat berbahaya.
Jika orang yang belum pernah menemukan tempat Kelopak merah Api dan Rumput mistik Es, akan berpikir bahwa tempat Rumput mistik Es lebih berbahaya, tapi nyatanya, letak kelopak merah api lebih berbahaya.
Han Luoyi mengerti mengapa Dea ingin bertukar tempat dengannya, tapi mengapa Jing Ze juga mengizinkannya?
\---
Mereka dengan cepatnya berangkat ke lokasi masing-masing. Di dalam tim Jing Ze, Yanxui juga ada di dalamnya, alasannya, karena Dea ada di sana.
Dia tidak bisa membiarkan kakak perempuan kesayangannya, pergi sendirian dengan yang lain, apalagi dengan Jing Ze di sini.
Mata seorang adik yang terlalu menempel pada kakak perempuannya, sangat jeli untuk melihat. Matanya dapat melihat dengan jelas pandangan Jing Ze terhadap kakak perempuannya. Itu sudah jelas adalah mata yang tertarik kepada lawan jenis.
Jing Ze tertarik dengan kakak perempuannya! Dia tidak bisa membiarkan lelaki serigala manapun mendekatki kakak perempuannya! Itu termasuk dengan Jing Ze sendiri.
Jing Ze adalah orang yang tampan, wajah dan kekuatannya adalah yang kedua setelah Yanzhi. Menjadi suami idaman yang sempurna semua wanita. Jika di sandingkan dengan Dea, memang cukup baik, tapi hanya cukup baik saja.
Lagi pula, kakak perempuannya sekarang memiliki seorang putra yang tampan, keponakannya, Lan Yi. bahkan ketampanan mengalahkan dapat pria-pria. Apakah Jing Ze bisa menjadi seorang ayah yang pantas untuknya.
Jangankan Lan Yi, bahkan dirinya tidak akan setujuh! Karena itulah dia memaksa Hu Zhong Qi untuk bertukar tempat dengannya untuk mengikuti (mengawasi) kakak perempuan kesayangannya, Dea.
Saat ini dia memandang Jing Ze dengan tatapan waspada yang berlebihan. Jing Ze sebenarnya merasa terganggu dengan hal itu tapi dia membiarkannya. Dia menatap lurus kedepan.
Saat dia meliha tempatnya dia berkata “Berhenti! Kita sudah sampai.” Semua orang berhenti.
Hu Zhong Qi dan Xiao’ru yang juga ikut dengan mereka, menatap tempat itu dengan menelan kasar, seperti yang lainnya.
Kanapa Hu Zhong Qi dan Xiao’ru memilih untuk ikut dengan kelompok Jing Ze? Itu karena perintah Yanzhi.
Mereka sebenarnya pergi bukan hanya berdelapan saja, tapi ada tiga orang tambahan. Orang-orang itu adalah penjaga bayangan Yanzhi yang ikut demi menjaga pangeran mahkota mereka, dan hasil mereka bertiga yang awalnya akan pergi untuk menjaga sang putri, di suruh mengikuti Yanzhi dan Han Luoyi.
Di saat Dea berkata bahwa dia akan ikut dengan Jing Ze, Yanzhi diam-diam menyuruh penjaganya untuk mengikuti Dea.
Tapi tidak di sangkah Dea merasakannya “Aku tidak memerlukan mereka, kau bisa mengambilnya.” Ucapnya yang hanya bisa di dengar oleh Yanzhi dan dirinya.
Yanzhi tidak bisa berbuat apa-apa jika Dea sudah berkata, tapi tentu saja dia tidak akan melepasnya begitu mudahnya, dia menyuruh Hu Zhong Qi dan Xiao’ru untuk pergi bersama Dea.
Dea tidak mengatakan apa-apa, tapi keduanya tetap ikut.
Sebenarnya Dea merasa bahwa mereka akan merepotkan, tapi yah sudahlah, jika ada apa-apa dia akan menggunakan mereka sebagai umpan.
Dan sekarang, mereka berada di kaki gunung merapi hutan mati, tempat yang sangat berbahaya “Hati-hati semuanya, selalu waspada karena ini adalah tempat yang berbahaya.” Ucap Jing Ze pada semua orang.
Hanya satu yang bersikap santai di antara semua orang, membuat Wei Ran kesal dengannya.
Dea sudah menajamkan indranya, dia akan mengetahui adanya bahaya jika mendekat, dan sekarang tidak ada bahaya apapun, jadi dia santai.
Tapi Wei Ran tidak begitu, dia sangat kesal dengan tingkah Dea yang acuh sekarang “Putri. Kita harus berhati-hati, ini adalah tempat yang berbahaya. Jika kau bersikap santai seperti ini, hanya akan menjadi beban, kau harus...!!” dia belum sempat menyelesaikannya, sesuatu menyerang belakangnya.
***Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca dan juga mohon maaf atas ketidaknyamanannya jika Thor ada salah-salah kata***..
***Jangan lupa tinggalkan jejak ya***..
***Faforit***...
***Comment and Like***