The Lost Of Power

The Lost Of Power
150. Limapuluh orang melawan satu




“Ha.. ini sangat-sangat lucu.. kau pikir aku akan mendengarkanmu saat kau mengatakan, bahkan jika ratu Laurenzhi pun mengatakan sesuatu dengan maksud memerintah pun tidak akan ku dengar, apa lagi kau.. lucu jika aku menurutimu..” dia mengatakannya dengan nada yang remeh



Tetua Li Wang naik darah mendengarnya.. “Kau.. kau..” dengan itu dia mulai menyerang Lan Xiadea karena merasa bahwa Dea sedang merendahkannya



Tapi tetap saja Dea berhasil menghindari semua itu bahkan di sela-sela Dea mempermainkannya.. “Wah, seorang tetua karena tidak bisa merendam amarahnya, menyerang seorang murid untuk melampiaskannya..”



Tidak ada abis-abisnya, Mu Zhinghai juga membantu tetua Li Wang untuk menyerang Dea... “Sekarang berkonspirasi dengan murid lainnya untuk menyerang.. apa kau sungguh seorang tetua..” ucap Dea dengan tajam



Keduanya mulai menyerangnya dengan brutal, tapi tetap saja tidak bisa menyentuh Dea bahkan sehelai rambut pun



Mata Dea tidak sengaja tertuju pada Hu Wen.. muncul lingkaran yang familiar di sekitar Hu Wen, ini membuat Dea sedikit terkejut, dia bahkan kehilangan beberapa detik untuk bergerak



Hasil Mu Zhinghai yang melihat adanya kesempatan menyerang Dea langsung pada wajahnya “Rasakan ini! gadis jelek!!” serangannya membuat cadar yang di pakai Dea terbang



Mereka melihatnya berpikir bahwa itu berhasil mengenai wajah Dea, dan pasti sekarang wajahnya itu pasti hancur, itu karena Mu Zhinghai berada di Ranah Kaisar level 43



Ini membuat Mu Zhinghai tertawa puas.. karena dia juga berpikir bahwa wajah Dea sudah hancur..



Sejak saat di mana Dea mempermalukannya, Mu Zhinghai mulai membencinya.. tidak pernah dia di permalukan seperti itu, dan saat ini dendamnya tercapai.. dia akan membuat Dea menderita di mulai dari dengan menghancurkan wajahnya



Sementara Mu Zhinghai tertawa puas, saat itu juga Hu Wen selesai dengan yang di lakukannya



Sedikit cahaya keluar, ini menarik mereka untuk melihat kearah itu..



Itu cukup silau, membuat mereka menyipitkan mata, tak tahan dengan cahaya itu..



Cahaya perlahan memudar meperlihatkan Hu Wen yang saat ini memegang sebuah senjata yang kelihatannya sangat hebat, kaya akan Qi.. suara orang-orang perlahan menghilang



Mereka terkejut sampai tidak bisa berbicara dengan benar “In.. ini”



“Wah lihat putri Hu Wen sudah bisa memanggil senjata Spiritual..”



Tetua Li Wang juga terkejut dengan hasil yang di dapat Hu Wen.. dia melihat bahwa Hu Wen sudah sadar dan membuka matanya, segera melompat kesana “Putri Hu Wen anda sudah bisa mengeluarkan senjata spiritual anda, selamat.. ini memang sudah seharusnya di lakukan oleh permaisuri masa depan Laurenzhi..”



Hu Wen tidak memperdulikan mereka dan malah bertanya “Di mana \*\*\*\*\*\* itu.. akan ku bunuh dia dengan tanganku sendiri..”



Mu Zhinghai diam-diam tersenyum senang, jujur dia merasa bangga dengan yang di lakukannya



Tetua Li Wang merilik Mu Zhinghai yang kini terlihat berbangga diri “Putri tenang saja, saya sudah menyelesaikannya.. dengan kekuatan ranah Kaisar dan di tambah kekuatan orang tua ini, gadis itu pasti tamat..”



Dia mengatakannya dengan pasti bahwa serangannya berhasil..



Sesaat dia menyelesaikan ucapannya suara tawa yang mengerikan terdengar.. “Haha.. menyelesaikanku.. bercanda..” ucap Dea



Mereka melihat-lihat kesekeliling dengan panik ‘Apa ini jelas-jelas serangan itu berhasil mengenainya, bagaimana mungkin dia bisa lolos’ pikir tetua Li Wang.. saat tersadar di mulai melihat kemana Dea tadi terbang




Yang benar saja, mereka melihat seseorang terbang di atas sana.. mereka masih tidak bisa memastikan siapa orangnya karena silau akan matahari..



Semua orang pasti berpikir Dea memakai cadar untuk menutupi wajahnya yang kemungkinan jelek, jika Mu Zhinghai menghancurkan wajahnya maka wajahnya itu akan semakin hancur, itu yang ada di pikiran Mu Zhinghai



Tapi apa yang di lihatnya ini sungguh sebuah tamparan keras



Terlihat seorang wanita yang sangat-sangat cantik, sebagaian merasa mereka melihat seorang dewi yang menyempatkan diri untuk datang ke bumi, sedangkan yang lain merasakan krisis yang tidak bisa di mengerti



Siapa wanita itu, dia terlihat memiliki kekuatan yang besar.. pikir Shua Yunru Xi, Zhao Yinxu dan Luo Hong San



Sedangkan Xu Hei Fuyan, dia benar-benar terpanah.. ini dia, ini wajah yang sangat sering di lihatnya dalam mimpi sejak pertama kali dia melihat wajah Dea yang tanpa cadar sialan itu, bisa melihat kembali wajah itu seperti sebuah keberuntungan baginya..



Semua orang terpanah dengan kecantikan tiada tara itu.. Dea masih tidak mengetahui bahwa kini wajahnya tidak tertutup sampai tetua Li Wang berbicara



“Si.. siapa kau.. ada urusan apa kau datang kemari” dia mengatakannya dengan nada yang tegas, dia juga merasakan krisis yang sama, tapi melihat wajah cantik Dea juga bisa mempengaruhi pikiran kotor tetua Li Wang yang kini sudah berumur..



Dea yang bisa membaca isi pikiran seseorang hanya dengan melihat wajahnya merasa jijik... ada apa dengan semua orang di sini, kenapa menatapnya seakan dia adalah sesuatu yang asing dan memiliki ketertarikan pribadi, pikirnya



Sesaat dia tersadar dengan wajahnya.. aku tidak memakai cadar.. aura dingin menyebar membuat mereka semua menggigil ketakutan karena tekanan itu,



Itu mempengaruhi semua orang, terutama tetua Li Wang, Mu Zhinghai, Hu Wen dan Chan Bai Rin..



Xu Hei Fuyan merasakan tekanan yang sama di rasakannya, ini sudah jelas bahwa Dea sangat-sangat marah saat ini..



Semenjak wajahnya terpampang, Dea tidak bersuara sedikit pun dia hanya melihat keempat orang itu dengan dingin dan tajam..



Dia menghilang dari pandangan semua orang dan tiba-tiba muncul di depan tetua Li Wang, dia berhenti sebentar dengan senyum menawan melihat tetua Li Wang.. ini membuat tetua Li Wang tidak bisa bereaksi tepat waktu



Pada saat itu juga Dea menendangnya dengan sangat-sangat keras, membuat tetua Li Wang langsung menghadang dinding sampai dinding itu hancur..



Semua orang benar-benar terkejut dengan apa yang di lakukannya.. darah segar keluar dari selah di bibir menyatakan bahwa ada pendarahan di dalam.. tapi itu belum seberapa, perkataan Dea membuat mereka tersadar bahwa orang itu adalah Dea



Dea benar-benar marah saat ini.. bukan hanya wajahnya yang terekspos, tapi juga mendapat pikiran kotor.. wajahnya yang tadinya tersenyum kini menjadi dingin dengan aura yang menyeramkan menyertai perkataannya “Singkirkan pikiran kotormu itu!”



!!!


“Itu.. itu.. itu Dea!!” ucap Shua Yunru Xi dengan kaget.. itu juga memberitau semua orang bahwa wanita itu adalah Dea



***Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak ya***..


***Faforit***...


***Comment and Like***