
Tapi, ketika melihat Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu yang tengah senang, membuatnya lebih marah lagi.. tidak ada yang mau mendekatinya karena takut
Saat melihat dia berjalan mendekati keduanya, yang lain malah menyingkir dan tidak menghentikannya.. lagi pula tidak ada yang bisa menghentikan Chan Bai Rin dan tidak berani menghentikannya
Yanzhi Zhuxui, Yanxui Ki Hua dan Luo Hong San sudah pergi, yang tertinggal hanyalah orang-orang yang tidak berpengaruh, jadi tidak ada yang bisa menghentikannya
Pembicaraan Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu terhenti dengan kedatangan Chan Bai Rin.. keduanya ingin menjauh, kerena tidak ingin membuat masalah dengannya, ingin menghidarinya, tapi tangan Shua Yunru Xi di cegat oleh Chan Bai Rin..
Chan Bai Rin mengangkat tangan dan.. Plak!!.. dia menampar pipi Shua Yunru Xi yang membuat Zhao Yinxu berteriak memanggil Shua Yunru Xi “Yunru!!” dia berbalik menatap Chan Bai Rin dengan mata tajam, tapi Chan Bai Rin juga menamparnya
Mereka memang sering di buli oleh mereka, tapi ini pertama kalinya mereka d tampar dengn kejam seperti ini dan untuk pertama kalinya juga Yinxu memberanikan diri untuk menatap tajam dan ketidaksukaannya pada Chan Bai Rin
Mereka semua tidak sadar dengan adanya orang yang tengah memperhatikan semuanya
Suara teriakan itu membuat mereka melihat kearahnya “Berani sekali kalian.. beraninya kalian mempermalukanku!!” teriaknya dengan marah “Kalian itu tidak bisa apa-apa jika tidak ada wanita itu, dan kalian berani mempermalukanku!! Hanya karena aku tidak melakukan apapun pada kalian, kalian lupa siapa aku!!”
Zhao Yinxu sudah tidak tahan dengan apa yang di lakukan padanya dan Shua Yunru Xi.. mengingat perkataan Lan Xia Dea “Jangan biarkan dia menindas kalian lagi” dengan itu membuatnya berani
Saat tangan Chan Bai Rin datang lagi, dia menepisnya, membuat epuhnya meringis “Memangnya kenapa..” ini bukan hanya mengejutkan Chan Bai Rin saja tapi juga Shua Yunru Xi yang ada di sampingnya “Dengar.. yang pertama, aku tidak takut padamu lagi, kedua bukan kami yang mempermalukanmu, dan ketiga.. memangnya kenapa kalau kami bergantung pada Dea.. kau saja takut padanya bukan..”
Mendengar ini, membuat orang yang bersembunyi tersenyum
Perkataan ini membuat Chan Bai Rin marah.. dia takut pada Dea.. Takut padanya? Jangan bercanda.. dengan itu dia mulai mengumpulkan kekuatannya pada telapak tangannya dan mengarahkannya pada keduanya..
Seketika semua orang menjadi panik.. tidak ada yang melepaskan pandangan mereka pada Chan Bai Rin dan keduanya.. ti ada ang memperhatikan sekitar
Dan terjadilah.. Bomm!! Ledakan yang tidak terlalu besar.. asap berkumpul, membuat pandangan menjadi kabur
Setelah asap perlahan menghilang, terlihatlah seorang wanita bercadar kini tengah menggengam erat tangan Chan Bai Rin “Sepertinya kau mau mati yah.. Chan Bai Rin” dia mengatakan itu sambil melemparkan tangan Cha Bai Rin dengan aura menekan yang mengelilinginya...
Membuat mereka yang mendengarnya seketika merinding
Pakaian dengan warna gelap, kesayangannya.. ini adalah ciri khas darinya.. di hiasi dengan warna keemasan sebagai penambah pesonanya..
Hiasan di kepala yang berbentuk kupu-kupu yang sangat indah dengan rambut yang di biarkan terurai dan juga suara dari batu giok yang terdengar begitu dia menghempaskan tangan Chan Bai Rin..
Yah.. itu adalah Dea..
Dengan itu dia berbalik dan menatap keduanya dengan mengerut, dapat di lihat bahwa, luka yang di pipi keduanya, terlihat parahh.. seketika darahnya naik “Apa kau yang melakukannya..” ucapnya dengan nada yang tenang tapi mengerikan
Keduanya yang melihat Dea seperinya marah, mencoba menenagkannya “De.. Dea.. tenang..”
Dea menatap keduanya.. “Aku melihat semuanya...” ucapnya.. dengan itu keduanya tidak bisa mengelak
Sebenarnya Dea telah memperhatikan sejak awal.. jika dia terlambat datang, mungkin keduanya akan lebih buruk lagi
Pada saat kereta mereka tiba, Dea mengatakan pada keduanya untuk pergi terlebih dahulu, dan mengatakan bahwa dia akan kesana pada saat tamu yang lain sudah semuanya datang
Dengan itu dia berdiam di dalam keretanya
Mengingat sesuatu, dia merasakan ada sesuatu yang kurang, dia memeriksa keseluruhnya dan mendapati tidak ada yang kurang, dia kembali bersandar dengan tenang
Tangannya mencoba untuk memegang gantungan gioknya untuk mendengar suara dari lonceng.. tapi rasanya berbeda
Dia memperhatikan gantungan gioknya dengan seksama dan mendapati itu bukan miliknya! Ini adalah milik Xui, batinnya
Tiba-tiba dia mengingat bahwa miliknya dan Yanxui itu sama persis, hanya berbeda, Dea telah menaru energi QI di dalam itu, tapi kini tertukar, ini membuatnya sedikit panik
Memang tidak ada masalah pada gioknya, hanya saja jika salah mengerti tentang itu, dia akan mengirimkan sinyal pada mereka yang ada di akademi XY yang artinya teman-temannya, terutama Lan Xin Yuezhi, kekasihnya
Dia sudah mencoba untuk melarikan diri dan bersembunyi dari mereka.. jika adiknya Yanxui tidak sengaja mengaktivkannya, semuanya akan menjadi percuma saja
Mengingat ini, membuatnya sedikit sesak, dengan langkah yang tidak terlalu cepat, dia masuk kedalam aula
Aula cukup besar, tapi bukan di dalam ruangan, melainkan berada d luar.. saat Dea mau melewati pintunya, penjaga mencegatnya
Dea meleparkan tanda tanya pada penjaga itu.. penjaga yang mengerti menjawab “Maaf.. tapi mohon memperlihatkan undangannya..”
Saat Dea mendengar ini pikirnya adalah hal buruk apa, ternyata hanya sebuah undangan.. memikirkan sampai di sini, dia tiba-tiba teringat bahwa undangannya ada pada Yanzhi dan Yanxui, sedangkan untuknya tidak ada
Dengan menghela nafas pasrah, dia memberitau siapa dia “Maaf.. saya datang kesini dengan pangeran Yanzhi dan Yanxui, tapi mereka lebih dulu masuk, dan undangan itu ada pada keduanya..”
Ucapanya membuat penjaga tidak yakin, sehingga dia memanggil tetua yang menjadi penyelenggara perkumpulan.. tetua itu juga tidak yakin dan bertanya “Maaf tapi kalau boleh tau ini siapa..”
“Ah.. Dea.. Lan Xia Dea.. saya suadari mereka” ini membuat mereka terkejut, tidak percaya, melihat mereka yang tidak percaya, Dea mengeluarkan gantungan gioknya
Melihat bahwa itu giok yang sama dengan yang di miliki keduanya, dan lambang yang tertera, itu sudah cukup meyakinkan “T.. ternyata, anda adalah Putri Laurenzhi..” ucap mereka dengan gugup
Mereka tidak percaya dengan apa mereka lihat.. ini adalah tuan Putri yang menjadi rumor itu, tentu saja terkejut.. dengan hati-hati tetua itu ingin memberitaukan kedatangannya
Tetapi Dea mengangkat tangannya, tanda untuk berhenti.. Dea tiba-tiba mendengar suara Zhao Yinxu yang terteriak memanggil nama Yunru
***Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak ya***..
***Faforit***...
***Comment and Like***