
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Lan Xia Dea melirik ke dalam kamarnya dan melihat pianonya, kemudian berjalan perlahan mendekatinya
Dia duduk di kursi piano dan menatap bulan dengan seduh dan mulai medentangkannya dengan lagu yang menghayat hati
Dan kini dia mendentingkan sebuah lagu dan menyanyikan likirnya...
Penuh kesedihan yang medalam juga malam ini, yang membuat semua orang yang sempat mendengarnya merasa sedih lagi...
---------
Sudah beberapa hari sejak pesta yang di langsungkan untuk memperkenalkan dirinya, kacau oleh berbuatan musuh... sampai sekarang dua penyusup yang tersisa masih saja menutup mulutnya
Yah mungkin mereka di ancam... Dea bahkan hampir saja kehilangan kendali untuk mengatur emosinya
Tetapi di tahannya.. mungkin jika sahabatnya ada disi, mungkin apa yang di pikirkan oleh mereka, sudah terungkat di saat Dea melepaskanya
Dea tengah kesal sendiri, sungguh sangat merepotkan mengurus hal-hal yang mengenai ‘Kesabaran’ dia tidak pandai dalam hal itu ketika amaranya meledak
Sangatlah susah untuk mencari orang yang seperti teman-temannya, sekarang dia mulai merindukan mereka
Tetapi lagi-lagi dia menipis akan hal itu
Sekarang dia suadah sangat kesal dengan kedua penyusup itu dan sekarang datang lagi hal yang merepotkan
Tiba-tiba pelayan datang dan mengetuk pintu kediamannya, mengatakan bawah dirinya di minta untuk menemui sang Ratu
Dea menghela nafas lelah... “.. Huh ..”
Setelah dia sampai di aula utama, dia dapat melihat adik-kakak dan para kerabatnya yang lain
Tetapi ada sesuatu yang asing, dia melihat bahwa ada orang dari sekte Harimau Putri, dan itu adalah pemimpin sekte yang sempat dia temui di pesta
Dea bertanya pada sang Ratu, ibunya bahwa apa yang ingin di sampaikanya pada Dea
“.. Hem.. Hari ini ada pemimpin dari sekte Harimau Putih yang memintamu untuk di jadikan sebagau muridnya..” ucap sang Ratu
Semuanya merasa bangga dengan Dea kecuali dua oranag, itu adalah Yuritachi Yanzhi Xiazha dan siapa lagu kalau bukan Jendrla Liang
Yanzhi tidak terlalu menyukai orang yang disebut dengan pemimpin sekte Harimau Putih, dia berpikir bahwa ada orang yang akan membawa adiknya pergi
Sedangkan Jendral Liang dia tidak senang karena sudah lancang ingin meminta Tuan Putri mereka. Dia tau betul Dea orang yang seperti apa, bahkan sekarang dia mulai berkeringat dingin saat menatap dengan tatapan tajam dan dingin
Mereka tau bahwa jika salah satu menatap mata itu, mereka akan mengempol sambil menangis dengan terseduh seduh
Dan benar saja, Dea memang tengah menahan amarahnya
Dan saat keduanya sudah berada di jarak yang sudah cukup untuk melakukan orbolan , dia berhenti
“..Iya.. apa yang di katakan oleh ratu adalah benar.. saya sednag berencana untuk mengangkat anda sebagai murid saya, karena saya sangatlah terkesan dengan apa yang ada lakukan di pesta waktu itu..” ucap pria tua itu, menawar
Tetapi dalam pikirannya barbeda “.. Heh.. aku harus lebih cepat.. kalau tidak dia akan di ambil oleh orang lain..” batinnya
Sedangkan Dea dia tersenyum misterius di balik cadranya yang tipis
Di saat dia mulai angkat bicara, Jendral Liang bergetar ketakutan, itu terdengar seperti suara malaikat tetapi sangat menyeramkan untuk Jendral Liang sendiri
Dea menatap pria tua itu dengan malas tetapi tajam dan terdapat aura dingin di sana “..Heh.. kau ingin menjadi guruku...??” ucap Dea yang mebuat pria tua itu sedikit sombong, dia mengangkat wajahnya dengan bangga
Tetapi setelah mendengar suara dari Dea, jantungnya seakan berhenti “.. Tidak Mau..” ucap Dea dengan cukup kasar
Seperti di sambar oleh petir pria tua itu menjadi gagap, dia mulai berpikir bahwa pendengarannya ada yang salah dan bertanya pada Dea.. “..Eh.. apa..?”
Dea mengendus kesal “.. Sudah ku bilang bukan.. Aku tidak mau..!” ucap Da dengan lebih karas lagi
Kali ini pendengarannya berfungsi dengan sangat baik... seakan-akan ada orang bodoh lainnya
Seorang murid yang di bahwa oleh pria tua itu menjadi sedikit marah. Dia tidak menyakah bahwa akan ada orang bodh yang akan menolak untuk di jadikan murid oleh pemimpinnya, dia menahan kesal....
Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca...
jangan lupa tinggalkan jejak Yah...
Favorit...
Comment dan Like...