
Yang biasa mereka lihat adalah Lan Xiadea yang walau memiliki ekspresi yang dingin hanya sedikit malas, dan saat bertarung hanya memiliki ekspresi yang senang melihat darah
Tapi ini sungguh berbeda, bahkan saat berurusan dengan Lei Fang’er pun aura membunuhnya berbeda.. bisa di katakan ini lebih pekat, tapi di tahan dengan kuat
Kalau sepupu mereka, Yuritachi Han Luoyi atau Jendral Liang melihat Dea yang seperti ini, mereka tidak akan terkejut, malah mereka akan merasa bahwa Dea yang sebenarnya sudah kembali..
Benar, sikapnya yang lebih memiliki tampilan kejam dan aura dingin yang menyebar adalah dirinya yang biasa
Dirinya yang di perlihatkan sehari-hari itu seperti bukan dirinya saja, membuat Han Luoyi dan Jendral Liang merasa sedikit aneh
Han Luoyi, walau hanya mendengar rumor Dea yang terkenal kejam saja, dia tau bahwa itu adalah kebenaran.. pernah sekali dia berhasil menemui Dea walau hanya sebentar
Tapi hanya dengan melihat wajahnya saja dia merasa ketakutan, yah, sangat berbeda dengan dirinya yang biasa
\-----------
Shua Yunru Xi melihat Dea yang hanya diam saja menjadi sedikit tegang.. tiba-tiba dia teringat akan sesuatu dan itu juga bisa mencairkan suasana yang canggung ini
“Dea..” panggil Shua Yunri Xi, membuat Dea yang tengah larut dalam pikirannya menjadi tersadar..
“Yah..” jawab Dea yang seketika nafsu membunuh yang terdapat di dalam matanya, menghilang... dia melemparkan tanda tanya pada Shua Yunru Xi
“Oh Tidak.. aku hanya penasaran.. kenapa kau bisa berada di sini..?” pertanyaannya membuat Zhao Yinxu yang juga hanya diam saja, memiliki pemikiran yang sama dengan Dea, menjadi teringat
“Benar.. kenapa kau bisa berada disini?” Dea juga teringat.. awalnya hanya ingin diam-diam datang dan ingin mengambil kembali bawaannya sambil memberi kejutan pada keduanya, malah berakhir dengan keributan luar biasa karena Chn Bai Rin
Mengingat nya kembali membuatnya jengkel.... “Hm.. aku di undang kesini..” jawabnya dengan jujur
Di undang? Ini membuat keduanya bingung “Di undang? Yang bisa masuk kesini hanyalah keluarga bangsawan, dan kau.. !!” awalnya mereka bingung dengan perkataan Dea, saat mereka terdiam di akhir kata
Kalau di undang, itu berarti Dea adalah seorang bangsawan juga.. perkataan Dea bagai sambaran petir.. selama ini mereka mengira bahwa Dea hanyalah seorang rakyat biasa yang hebat, maka dari itu dia bisa masuk ke kelas terbaik
Tapi nyatanya dia juga adalah seorang bangsawan.. tapi selama ini namanya tidak pernah terdengar yang artinya Dea adalah seorang anak bangsawan kecil atau seorang anak haram keluarga.. hanya kedua itulah kemungkinan yang ada
Jika saat ini Yanxui Ki Hua mendengar pikiran mereka berdua, mungkin akan meledak untuk marah karena berani menyebut Jiejie kesayangannya dengan sebutan anak haram
Dea tidak memusingkan apa yang di pikirkan oleh keduanya tentang dirinya.. mengingat tujuannya datang masuk ke aula, dia memperhatikan sekitar, melihat sosok yang di carinya
Mereka tengah berada di sudut dari aula, dan memiliki pemandangan yang terbatas, tapi Dea berbeda dengan yang lain, dia bisa melihat seluruh ruangan karena matanya yang tajam dan juga indranya yang tajam
Keduanya yang sedang melihat Dea sepertinya sedang mencari sesuatu, tidak bisa untuk tidak bertanya “ Dea apa kau sedang mencari sesuatu..?”
“Hah.. Iya..” jawabnya... sekejap Dea menemukan apa yang di carinya.. Dea berbalik dan menatap keduanya “Maaf aku harus pergi sebentar..” katanya
Keduanya yang mendengar Dea ingin pergi ke suatu tempat, mengajukan diri untuk ikut “Kami akan ikut denganmu..” Dea tidak mempermasalahkannya, dan keduanya mengikuti Dea
Keduanya mengikuti Dea tanpa tahu kejutan besar telah menungguh
Dea menemukan Gege-nya yang kini tengah berada di sudut ruangan dan tengah berbica pada beberapa orang.. terlihat sangat serius
Awalnya mereka berpikir bahwa Dea akan mengambil jalan lain karena melihat Yanzhi Zhuxiu, Pangeran Mahkota Laurenzhi berada di sana, tapi semakin lama mereka makin mendekat kearah itu
Saat jarak mereka hampir mendekat, Shua Yunru Xi menghentikan Dea “De.. Dea.. sebaliknya kita ke arah lain saja.. di sana ada..”
Dea bingung dengan tindakan mereka kerena menghentikannya .. dia mengabaikan keduanya
Sedangkan keduanya berusaha untuk menghentikan Dea “Dea.. dia adalah Pangeran mahkota Laurenzhi.. akan berakhir jika kita menyinggungnya..” ucap Zhao Yinxu
“Benar.. lihatlah mereka sepertinya sedang merunding sesuatu.. jika kita menyinggungnya..” ucap Shao Yunru Xi lagi, sebelum Dea mengabaikan keduanya dan berjalan mendekat
Pada saat Dea berada di tempat itu, tatapan semua mata menuju padanya...
Karena panik, Shua yunru Xi dan Zhao Yinxu langsung mendekat dan berkata “M..maaf para pangeran .. teman kami tidak bermaksud untuk mengacau..” ucap keduanya yang membuat mereka menatap dengan keterkejutan
“Pruff”
Suara tawa terdengar.. Dea yang melihat tingkah keduanya merasa itu lucu.. diam-diam dia menahan tawa, begitu pula dengan Yanzhi..
Shua Yunru Xi dan Zhao Yinx yang mendengar suara tawa mengangkat kepalanya, menyaksikan Yanzhi yang kini tengah tersenyum melihat keduanya.. tanpa sadar keduanya memerah malu, enath itu kerena ketampanannya atau karena suara tawa
Mereka yang juga berada di sana, merasa terkejut dengan Yanzhi yang kini sedang tersenyum.. Yanzhi adalah orang yang dingin dan serius, jarang bisa melihatnya bisa tertawa ataupun tersenyum
Yanzhi menggelengkan kepalanya sebelum mendekat pada Dea.. “Teman-temanmu sangat menarik..” ucapnya pada Dea yang membuat Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu.. bahkan orang-orang yang tadi berbicara pada Yanzhi juga terkejut
Tentu saja terkejut.. Yanzhi sangat berbicara pada wanita, tapi kini.... bahkan nada suaranya terdengar lembut, membuat mereka terbelak terkejut
Dea yang mendengarkan perkataan Gege-nya juga setuju “Memang.. bukankah sudah kubilang mereka itu menarik..” ucap Dea dengan senyum di balik cadar
Keduanya tempak bingun dengan perbincangan Dea dan Yanzhi yang sepertinya akrab.. “De.. Dea..?”
Merasakan tatapan penuh tanda tanya dari orang-orang sekitar, Yanzhi berbicara “Ah.. maaf.. kalian pasti adalah Putri Shua dan putri Zhao kan..?”
Perkataan nya itu membuat semua menatap pada keduanya.. keduanya pun menjawab “I..iya..”
Dengan itu Yanzhi tersenyum sekali lagi.. “Terimakasih kerena sudah menjadi teman Meime-ku...”
Perkataannya masih sedang di cerna oleh keduanya, sampai akhirnya keduanya sadar bahwa yang di maksud adalah Dea
“Meimei... !?!?”
Yanzhi mengerti arti dari keterkejutan mereka dan menjelaskannya “Ini adalah Meimei-ku..” sambil menunjuk Dea “Satu-satunya tuan putri kerajaan Laurenzhi.. Yuritachi Lan Xiadea..”
Perkataan ini bagai petir yang menyambar keduanya...
***Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak ya***..
***Faforit***...
***Comment and Like***