
Kembali di saat perang, di saat teman yang lain mundur saat Lan Xiadea maju untuk menyerang, satu-satunya yang tidak pindah dari tempatnya dan memperhatikan Dea dengan senyum hangat, hanyalah pria itu, sudah pasti identitasanya tidalah biasa
Dia bahkan berpikir bahwa orang-orang yang ada di benua Arck juga akan berpikir dua kali sebelum bertindak.. identitas anak itu luar biasa!
Jendral Liang Dea dengan hormat dan juga ketakutanan. Dengan itu berlutut dia dengan hormat, ajudannya juga berlutut, dia berkata dengan suara yang tegas dan penuh rasa hormat yang tinggi “Terimakasih atas sanjungan Yang Mulia. Hamba pasti akan menjaga pangeran kecil dengan baik”
Dea hanya mendengarnya dan berkata tanpa melihatnya “Tentu saja. Jika ada yang masih dengan berani menyinggung kesayanganku atau yang lainnya, bunuh mereka tanpa ampun, aku akan bertangung jawab”
Mendengar Dea mengatakan hal yang mengerikan dengan senyum di wajah, membuat semua orang yang ada di sana, merinding, entah karena kedinginan yang tersebar, atau karena ketakutan yang menjalar di tubuh mereka
Sang Ratu yang pertama kali tersadar dari lamunannya, dia mendekat pada Dea dan Lan Yi yang ada di pelukannya “Apakah namanya adalah Lan Yi? Bagus sekali namanya, siapa yang memberikannya padamu nak?” tanya sang Ratu pada Lan Yi sambil mengelus rambut biru gelap Lan Yi dengan lembut.. itu membuat Lan Yi yang tersenyum dengan Dea melihat sang Ratu
Untuk anak seusia Lan Yi, akan merasa takut saat berhadapan dengan sang Ratu..
Sang Ratu adalah seorang wanita, tapi walaupun begitu, tetap saja dia adalah seorang penguasa. Setiap penguasa, selalu memiliki aura yang kuar, aura khas seorang penguasa yang mendominasi
Tapi Lan Yi adalah anak yang berbeda, dia tidak akan takut dengan aura khas sang Ratu yang mendominasi tempat. Itu karena aura yang di miliki Lan Yi juga tidaklah kecil
Melihat mata Lan Yi yang tidak memiliki ketakutan sama sekali menghadapinya, tentu sang Ratu merasa takjub.. seorang anak berumur tiga tahun.. entah dia tidak menunjukannya atau karena aura keemasannya tidak mempengaruhi dirinya
Lan Yi melihat sang Ratu sebentar. Dia tidak terpengaruh dengan aura yang kuat itu, tapi, anak kecil tetaplah anak kecil. Walau tidak memiliki ketakutan yang di rasa, tetap saja akan merasa enggan dengan orang yang baru
Melihat seorang seperti sang Ratu, yang masih menjadi orang asing baginya, mendekatinya dan bahkan mengelus-elus dirinya seperti itu, jujur menjadi sedikit tidak nyaman, dengan itu dia memalingkan wajahnya dan menguburkan kepalanya, masuk kepelukan Dea
Melihat itu, siapa yang tidak merasa gemas dengan tingkahnya yang lucu itu.. sang Ratu yang melihatnya tertawa kecil.. “Apakah dia sedang malu, sehingga mengobor masuk?” Yanzhi Zhuxiu yang melihatnya juga tertawa kecil
Yanzhi maju dan juga mengelus kepala Lan Yi “Lan Yi, apakah tidak menjawab perkataan nenek?” dengan itu Lan Yi melihat ke depan pada Yanzhi yang tangannya terlentang
Lan Yi yang mengerti itu, menjulurkan tangannya pada Yanzhi. Dea mengopor Lan Yi masuk kepelukan Yanzhi.. jujur Dea sedikit tidak senang dengan hal itu, rasanya ingin menopoli Lan Yi sediri, sedangkan Yanxui Ki Hua juga menjadi cemburu di belakang dan Han Luoyi diam-diam tertawa
Lan Yi melihat Yanzhi dengan mata besarnya itu “Nenek?” tanya dengan suara yang lucu
Han Luoyi mendekat dan juga mengelus kepala Lan Yi “Iya nenek.. ini adalah ibunya ibu Lan Yi, jadi di panggil nenek”
Lan Yi memiringkan kepalanya dengan cara yang lucu “Apakah juga ibu paman Zhi dan Xui?” tanyanya dengan mata yang besar dan berbinar
“Oh.. hm.. Ibu yang memberikan Lan Yi nama, itu sangat cantik” jawab Lan Yi dengan senyum yang menyilaukan
Melihatnya yang tersenyum seperti itu dan saat melihat anak-anaknya bahkan semua orang yang ada di sana juga ikut tersenyum, perasaan hangat menyelimuti hati sang Ratu “Baiklah, menjadi seorang nenek dan memiliki cucu yang sangat lucu seperti ini. Tidaklah buruk.. kalian bisa pergi, tinggalkan Lan Yi menemaniku” Yanzhi yang mendengarnya tersenyum sedangkan Dea hanya biasa saja, acuh
“Oh .. tapi dengan nama siapa dia di sandingkan di nama depannya?” tanya tuan Han begitu tiba-tiba membuat semua orang memikirkannya
“Lan..” sebuah suara memecah pikiran semua orang.. Dea melihat semuanya dengan acuh “Lan dari Lan Yi, itu adalah nama depannya”
“Lan? Jika seperti itu Lan Yi memiliki nama yang pendek di bandingkan dengan yang lain. Bagaimana jika memberikannya nama depan yang lain, Lan Yi akan menjadi nama tengahnya” ucap tuan Han yang merasa bahwa nama milik pangeran kecil itu sangat pendek, dengan itu dia memberi usul
“Tidak. Itu terserah padaku, dia adalah putraku, memberinya nama adalah kebebasanku.. lagi pula..” ucap Dea yang tidak setujuh dengan usulan itu.. di akhir kata dia juga memikirkan hal yang lain. Lagi pula, dia memiliki kemiripan dengan Yuezhi.. nama depan Yuezhi adalah ‘Lan’. Pikirnya
Sang Ratu yang mendengarny perkataan Dea, nampaknya tidak setujuh, “Berikan nama depan yang lain untuknya.. jika semua orang mengetahui namanya yang begitu pendek, bukankah akan menjadi sasaran cibir orang-orang”
Wajah Dea menjadi gelap mendengarnya, dan auranya lepas menjadi aura yang membunuh “Apa mereka berani!?!!”
Dia ingin mengatakan sesuatu yang lain, tapi Yanzhi maju “Bukan seperti itu. Tapi, ada baiknya kita memikirkannya”
Dea menjadi diam, dia menatap Lan Yi yang sekarang ini ada di pelukan sang Ratu, ibunya “Baiklah.. Lan XinYi.. itu namanya, jika mereka masih ingin protes tambahkan saja ‘Xia’ di depannya” ucap Dea yang membuat mereka semua menghela nafas
Dea berjalan perlahan menuju Lan Yi dan mengelus kepalanya dengan lembut, itu membuat Lan Yi menjadi senang. “Ini sudah waktunya” ucap Yanhzi. Dea puas melihat Lan Yi
Dengan itu dia berdiri tegak dan berkata dengan nada yang serius “Baiklah” dia melihat semua orang yang ada di sana, Mei Shin dan Yao juga sudah ada di sana “Jaga Lan Yi dengan baik. Penuhi semua kebutuhannya, dan jangan membuatnya menangis” yang pertama untuk Jendral Liang dan yang kedua untuk ketiga dayangnya, sedangkan yang terakhir untuk semua orang yang ada
Mendengar perintah, semua orang kecuali sang Ratu dan lainnya, mereka merunduk hormat “Yah, Yang Mulia!”
Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca dan juga mohon maaf atas ketidaknyamanannya jika Thor ada salah-salah kata..
Jangan lupa tinggalkan jejak ya..
Faforit...
Comment and Like