
Dia berkata “Apa ini.. kalian sudah kelelahan..” pada saat itulah senyum Dea muncul di wajahnya “Sekarang giliranku” katanya
Dengan itu dia mulai membentuk pola di tangan dengan sangat cepat dangan menutupnya dengan mengatupkan kedua tangannya dengan mengeluarkan suara tempukan “Elemen Air.. busur air” seketika munculah sebuah air dengan bentuk bulat di belakangnya
Itu cukup banyak, hingga membuat semua orang ternganga dengan apa yang di lihat mereka.. itu banyak dan sangat mengitimidasi
Membuat yang melihatnya menjadi merinding.. mereka perlahan menelan luda kasar melihatnya..
Bahkan para tetua pun tidak bisa melakukan hal itu.. semua orang menjadi terdiam karena bentuknya yang tidak kecil itu.. bahkan itu terlihat lebih besar dari pada bulatan kepala Lan Xiadea
Itu memenuhi sekelilingnya
Di balik cadarnya, Dea hanya tersenyum smrik dan dengan santai dia menjentikan jarinya.. bola air itu berubah menjadi busur dan menembak Luo Hong San dan Xu Hei Fuyan, membuat keduanya tidak bisa bergerak dan hanya bisa menahan serangannya
Serangan itu hampir saja dengan sebuah tinju besar yang banyak.. saat keduanya mencapai batas.. keduanya jatuh ketanah karena tidak bisa menahannya, karena itu Dea menghentikan serangannya
Keduanya pingsan, ini membuat Dea menjadi pemenangnya..
Tidak ada yang bisa berbicara.. Dea yang masih belum menghilangkan jurusnya, melihat keduanya dan berjalan mendekat..
Dea berjalan dengan acuh tak acuh “Apa sudah selesai..” dia bertanya pada dirinya sendiri.. kini semuanya menganggap Dea sangat hebat karena bisa menang melawan keduanya
Bahkan pertarungannya begitu sengit dan panjang, tapi akhirnya Dea menang.. tapi saat mendengar perkataan Dea terakhir yang terdengar sangat dingin, membuat mereka menelannya
“Ini.. membosankan.. kupikir kalian akan bertahan sedikit lebih lama untuk menemaiku bersenang-senang, tapi pada akhirnya tetap saja membosankan..” perkataan ini hampir membuat mereka tersedak air liur
Apa? Jadi dia hanya bermain-main sedari tadi? Batin semua orang
Kini mereka tau.. Dea yang mereka kira sedang terdesak, ternyata sedang bermain-main.. dari awal dia hanya bermain-main saja.. kini semua orang tidak bisa berbicara lagi dan hanya menutup mulut saja menatap Dea yang perlahan turun dari aula
Dea melihat Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu yang terdiam menatapnya, berkata dengan santainya “Ayo pergi..”
\--------
Kejadian tadi masih saja membekas di ingatan semua orang.. setiap orang yang yang melihatnya akan berbisik-bisik tentang dirinya.. ini membuatnya tidak nyaman bahkan saat makan seperti sekarang...
Apalagi Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu juga menatapnya dengan tatapan yang sama seperti mereka.. jujur saja ini membuatnya risih...
Ketika berjalan menuju paviliunnya, dia juga merasa tidak nyaman, seakan ada seseorang yang mengikutinya..
Alasan pertama dia sangat benci di perhatikan oleh banyak orang, itu karena tidak bisa menemukan titik letak pasti orang yang mengincarnya.. dengan kata lain, radarnya menjadi kacau
Seperti sekarang.. dia yakin bahwa ada seseorang yang tengah mengikutinya tapi tidak bisa di rasakan letak pastinya karena ada banyak mata yang mengintai dirinya..
Karena merasa repot.. dengan cepat dia berlari.. lagi pula tidak ada yang bisa melihatnya
Dan itu juga yang terjadi.. saat dia berlari, tidak ada orang yang bisa melihatnya.. bahkan mereka melihat bahwa Dea sudah menghilang dari depan mata.. ini menjadi kebingungan
Orang yang mengeintainya tidak bisa menemukan Dea ada di mana, hasil dia melompat keatas atap karena tidak ingin ketahuan kalau berdiam diri..
Dengan itu orang itu terkejut.. dia berbalik dan ingin melihat kebelakang, tapi Dea menghantamnya dengan tekanan aura, membuatnya pingsan di tempat..
Muncul seseorang di belakang Dea sambil berlutut.. “Periksa dia” dengan itu Xiao’ru yang mendengar Dea berkata demikian, maju dan memeriksa, pria yang mengenakan topeng itu..
Xiao’ru memeriksa orang itu dengan cermat, tidak melewatkan sesuatu.. yang di dapat di dalamnya tidak ada benda yang spesial, itu kata Xiao’ru, tapi mata Dea menatap sesuatu yang berada di lehernya..
Dengan itu dia menariknya dan memperhatikannya dengan sangat jelas.. ini kalung yang sanga spesial, bahkan memiliki tanda pada rantainya, hanya saja ini tampak tidak asing baginya, sepertinya pernah di lihatnya di suatu tempat
Saat itu juga Xiao’ru menemukan sepucuk kertas pada tubuh pria itu.. “Putri, saya menemukan sesuatu..” Dea mendengarkan tanpa menoleh dan hanya memperhatikan kalung itu saja..
Xiao’ru membuka kertas itu dan membaca, itu seperti pesan.. apa yang di bacanya membuatnya sedikit terkejut “Putri, sepertinya yang mengirim orang ini adalah orang kejaraan Awan”
“Orang kerajaan Awan, berarti dari barat yah.. tapi kurasa bukan ini saja yang membuat orang itu datang dan mengintaiku..” ucapnya yang sepertinya mengingat sesuatu yang berkaitan dengan kalung yang di pegangnya..
Lihat saja, tatapannya menjadi tajam.. ini jelas bahwa perasaan Dea sudah buruk.. dengan itu dia menggengam kalung itu samapi dia hancur.. tapi itu juga yang membuat tangannya terluka sehingga darah segar keluar..
Ini membuat Xiao’ru berbalik dan terkejut melihat darah yang keluar dari Dea, dia seketika panik karenannya.. “Pi..putri!!” ucapnya dengan nada yang khawatir
Tapi Dea tidak merasa ada yang masalah.. tanpa memperhatikan Xiao’ru dia memerintah “Bereskan dia!” Xiao’ru diam seketika..
Jelas dia sangat mengkhawatirkan Dea.. ini adalah tuan yang sudah di tunggu-tunggunya kembali setelah beberapa tahun, tapi mendengar Dea yang memerintahkannya tanpa mengkhawatirkan tangannya yang terluka, dia hanya bisa pasra.. “Baik putri..” jawabnya dan langsung pergi dengan membawa pria itu juga
Dea melihat kepergian mantan pelayannya itu sekilas.. tidak ada ekspresi apapu di wajahnya.. tetap saja dingin
Jika Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu melihat hal ini, mereka tidak akan berpikir bahwa ini adalah Dea tetapi orang lain..
Dea tidak menampilkan banyak ekspresi bahkan saat terluka seperti sekarang..
Darah yang keluar dari tangannya, terus saja menetes tanpa henti.. jujur Dea bisa merasakan perih pada lukanya..
Dia mengangkat tangannya dan melihat luka itu dengan tatapan dingin sambil membayangkan kalung yang di pengannya tadi.. dengan itu dia meremas kembali telapak tangannya
Bagaimana ini, bukannya membalut Dea malah meramas tangannya sehingga darah yang keluar semakin banyak.. tapi Dea tidak memperdulikannya
Dengan darah yang masih menetes, dia kembali ke paviliunnya..
Semua orang terkejut dengan Dea yang datang dengan tangan yang terluka, terutama Yanxui Ki Hua..
Dia lebih terkejut melihat tangan Jie kesayangannya terluka, bahkan mengeluarkan darah tanpa henti.. ini.. dia tidak bisa berpikir jerni..
***Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak ya***..
***Faforit***...
***Comment and Like***