The Lost Of Power

The Lost Of Power
55. Merusak Suasana



\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


“..Heh.. apakah aku bisa tidak ikut..” matanya berbinar menatap Gegenya


Tetapi di menahan dirinya... “..Tidak.. kau harus ikut.. kau datang kesini untuk hal itu bukan..” ucapnya


Yanzhi tetap memaksa Dea untuk mengukutinya karena dia yakin pasti bahwa Dea kesini dan bersenang-senang dan menghilang kan sara kebosannannya


Dea suka bertarung dan dari itulah Yanzhi memintanya untuk beburu.. yah walau pun ini sedikit berbeda tetapi itu mungkin dapat benar-benar menganggat beban yang ada padanya


--------


Yah jurusnya tidak mempan... sejujurnya Yanzhi hampir termakan omongan saudarinya tetapi di halau oleh pemikiran yang keras


Sangat jarang Lan Xia Dea menampikan ekspresi seperti itu, bahkan di benua Arck sekalipun.. yang telihat di wajahnya hanyalah wajah yang dingin dan tajam


Yah walaupun wajahnya terlihat memelas.. tetapi ada kilatan licik di matanya yang di sembunyikan.. tetapi Yanzhi dapat melihat itu.. maka dari itu dia menolak...


Baru beberapa saat mereka berbincang suara terompet mulai terdengar...


Itu adalah tanda yang dimana para peserta harus menghadap penyelenggara acara ini dan kalau perlu bersujud


Yanzhi dan Yanxui dan segera meninggalkan tenda dan menuju ibu mereka sang Ratu.. sedangkan Dea.. dia malas


Walaupun malas matanya tetap memancarkan aura yang menakutkan.. seperti biasa matanya dingin dan tajam


Di saat kedua saudaranya bergegas pergi kesana, Dea malah berjalan dengan santainya


Orang orang yang datang berpartisipasi dalam acara ini diharuskan untuk berhadapan dengan anggota keluarga kerajaan


Tetapi Dea tidak peduli.. baginya, mau dia ada atau tidak.. pasti penyambutan akan tetap berlangsung.. maka dari itu dia berpikir bahwa ‘..Yah~ santai saja..~’


Dea tidak berminat untuk acara ini karena pikirnya itu merepotkan tetapi yah.. mau mbagai mana lagi..


Setelah sampai .. tepat seperti apa yang di pikirkannya.. acara pembukaanya sudah di mulai tanpa menunggunya.. tetapi yah jujur menyebalkan melihat adanya  serangga di dekat keluargganya


Sebenci apapun Dea terhadap ibinya sendiri.. dia tidak akan tega melihat bahwa ada orang lain yang akan mencelakainya


Dea berjalan perlahan dan berdiri di samping kakaknya.. tidak banyak orang tau seperti apa wajah asli dari Dea


Mereka semua terkejut dengan kehadiran orang lain yang berdiri di samping Pangeran Mahkota mereka


Mereka menatapnya curiga dan mulai bersekulasi tentangnya.. ‘..Siapa orang itu..’ yah seperti itu, apa lagi dengan wajah yang memakai cadar.. mereka mencurigai Dea sebagai mata-mata


Selesai pengumunannya Dea berjalan mendekati sebuah pohon yang ada di dekat sungai.. tempat itu tak jau dari tenda utama


Dea dapat merasakan kebebasan saat air itu menyentuh kakinya


Air.. itu adalah salah satu cara yang dapat membuat Dea tenang secara emosional.. Yah itu bisa di bilang sebagai 'Obat' alaminya, mungkin


Tempat yang bisa memberikannya kebebasan yang dia ingin kan..


Tetapi hal itu tidak lah selamanya... taka lama setelah Dea menutup kedua matanya.. datang sekelompok wanita bangsawan mendekatinya dengan tatapan sinis di mata mereka


“..Oh~ yah ampun ternyata ada orang disini..” ucap salah satu dari mereka dengan tatapan sinis


Dea tidak memperhatikan mereka dan hanya berbaring di rumput dengan kaki yang masih di dalam air dan sedang menutup matanya,


Kelihatannya tidak memperdulikan mereka dan hanya tetap diam saja.. tetapi nyatanya Dea sedang mencoba menahan amarahnya agar tidak meledak


Karena di saat dia telah kehilangan kesabarannya, kepala mereka akan segara menggelinding di bawah


Saat masih berada di benua Arck, Dea tidak segan untuk membunuh dan tidak akan ada orang yang akan menghentikannya..


Tetapi Dea hanya membunuh mereka yang bersalah setelah melalai banyak pertimbangan  dan tidak ada yang berani menghentikannya


Di benua Arck, Dea bisa membunuh siapapun kalau dia menganggap bahwa orang itu bersalah secara hukum, bahkan di depan umun sekalipun


Tetapi di sini.. di Laurenzhi.. Dea sudah terlalu banyak menahan kesabarannya dan hanya memberikan pada mereka, siapa yang berani mengusiknya hanya di berikan ‘Hukuman’ yang paling rendah menurutnya


 


 


 


 


 


Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca... jangan lupa tinggalkan jejak Yah...


Favorit...


Comment dan Like...