The Lost Of Power

The Lost Of Power
185. Misi Berbahaya




Seorang wanita yang sangat cantik, wajah yang halus, kulit yang lembut, bulu mata yang lentik dan rambut biru perak yang indah. Dia biasanya terlihat berbeda dari dirinya yang sangat dingin dan acuh terhadap semua hal. Ini pemandangan yang jarang untuk di lihat.



Beberapa saat kemudian, bulu matanya yang lentik itu bergerak, matanya perlahan terbuka. Irisan mata yang indah dengan lensa berwarna biru gelap, Saat matanya terbukah sorotnya menjadi tajam, membuat auranya berubah lagi.



Dari yang seperti peri hutan yang cantik tidak berdaya, menjadi seseorang yang keren, auranya terlihat mengesankan.



Instingnya sangat tajam, saat dia membuka matanya tadi, dia merasakan adanya seseorang yang sedang melihatnya, dengan itu dia mengerut dahi.



Xiao’ru segera tersadar dari pikirannya, dia melihat Lan Xiadea “Putri, pangeran menyuruhku untuk membangunkan anda.” Dea melihatnya dan berbalik melihat kebawah, kearah saudaranya, matanya menangkap Jing Ze yang saat ini juga melihat kearahnya.



\--------


Mata keduanya bertemu, seakan waktu berhenti dan hanya mereka berdua saat ini. Jing Ze melihatnya, senyum muncul di wajahnya, tidak tau apa artinya.



Dea yang melihat senyum itu, mengerut, dia tidak suka dengan ini, dia merasakan perasaan yang tidak enak tentang ini.



Yanzhi Zhuxiu dan lainnya melihat Dea yang sepertinya melihat ke bawah, senyum hangat muncul di wajahnya yang tampan “Ayo turun dan bersiap.” Ucap Yanzhi yang menyadarkannya. Ini membuat Dea mengalihkan perhatiannya.



Dea tidak membalas perkataan Yanzhi dan saat dia melihat ke arah Jing Ze sekali lagi, Jing Ze sudah  berbalik dan berjalan kearah Yanzhi dan lainnya.



Dea menjadi kehilangan minat, tapi dia selalu merasakan ada yang salah, dan juga merasakan kalau ini familiar, seperti kejadian ini pernah terjadi sebelumnya. Xiao’ru menyadarkannya “Putri?”



Xiao’ru yang melihat Dea tidak menjawab, tidak bisa membantu dan hanya menyadarikannya, dia tidak tau apa yang di lihat oleh sang putri..



Dea yang menyadari Xiao’ru masih ada di sampingnya dengan itu melihatnya sebentar sebelum turun dari pohon..



\--------


Kelompok Dea, mereka sudah bersiap dan melanjutkan perjalanan mereka. Mereka berlari dengan kecepatan yang cukup cepat di banding dengan manusia normal.



Wei Ran melihat kebelakang dengan perasaan kesal menengok Dea, bahkan Hu Zhong Qi menoleh pada Dea dengan perasaan aneh. Pasalnya saat ini Dea berlari dengan mengunya makanannya.



Pada dasarnya tidak ada yang pernah melakukan ini, karena jika mereka melakukan hal ini membuat perjalanan mereka akan terhambat, karenanya Wei Ran menatap benci pada Dea.



Sekitar beberapa jam yang lalu...



“Apa! Kita akan terlambat jika masih harus menyiapkan sarapan!” ucap Wei Ran dengan marah.



Hu Zhong Qi yang mendengar ucapan Wei Ran juga menjadi khawatir “Yanzhi, walaupun ini enggan untukku akui, tapi yang di katakan Wei Ran ada benarnya.. ini hanya agar kita secepatnya menyelesaikan misi. Menyiapkan sarapan hanya akan membuat banyak waktu terbuang sia-sia.”



Hu Zhong Qi melihat kearah Dea dengan perasaan sedikit bersalah “Eh.. putri, apakah tidak bisakah kau menundanya? Lagi pula kita adalah kultivator bukan? Bukankan ada pil makanan?” ucapnya.



Dea melihatnya dengan acuh, bahkan terkesan dingin “Pil makanan tidak memiliki rasa..” ucapnya yang membuat Hu Zhong Qi memiliki ekspresi yang aneh dan Wei Ran yang sudah marah.




Ini membuat semuanya bingung. Hu Zhong Qi menjadi sangat bersalah, “Tapi..”



Dea menghiraukannya, dia sudah mendapat apa yang di carinya !!! semua orang melihat Dea mengeluarkan satu buah yang segar, dia mengelapnya dan langsung menggingitnya “Aku bisa melakukan hal ini.” Katanya.



Wei Ran mengerutkan keningnya, tidak senang dengan hal itu. Han Luoyi yang melihat bahwa semuanya sudah selesai, berkata “Karena sudah selesai, kita akan berangkat.”



Saat mereka berlari, Hu Zhong Qi sesekali melihat kebelakan ke arah Dea, takut dia akan tertinggal karena makan di jalan. Tapi, di luar dari dugaannya, Dea hanya biasa-biasa saja, ini sama saja membuatnya menjadi orang bodoh.



Lambat perjalanan, mereka akhirnya sampai di tempat terakhir yang mereka tujuh Hutan Mati.



Di hutan mati ini mereka harus mencari dua bahan yang sangat penting, Kelopak merah Api, dan Rumput Es mistik. Kedua bahan ini sangatlah langkah Yanzhi dan lainnya belum ada yang pernah melihatnya.



Mereka hanya pernah mendengar tentangnya saja dan juga walau sedikit, catatan atau gambar mereka ada di dalam Gudang penyimpanan Sekte, ini mempermuda penemuan mereka.



“Kita sudah sampai.” Ucap Yanzhi. Mata Dea melihat-lihat karena ini adalah pertama kalinya dia ada di sini “Ada dua benda lagi yang harus kita dapatkan, Kelopak merah Api, dan Rumput Es mistik. Karena lokasinya berlawanan arah aku ingin membagi kita menjadi dua kelompok.” Ini membuat mereka terkejut “Tentang hal ini, aku sudah membicarakannya dengan Luoyi.”



Han Luoyi mengangguk. Sementara itu Wei Ran entah mengapa menjadi gugup “Apa kita harus membagi kelompok, bukankah seharusnya kita pergi bersama? Bagaimana jika ada rintangan yang sulit?”



Yanzhi mendengarnya dan hanya mengabaikannya, tapi tidak dengan Han Luoyi. Begitu mendengarnya Han Luoyi menjadi dingin, dia menatap Wei Ran “Bukankah kau mengatakan itu tadi.” Wei Ran menjadi bingung. Han Luoyi, Yanzhi dan Yanxui Ki Hua tersenyum sinis di wajahnya.



Yanxui berkata “Kau mengatakannya tadi, kalau kita tidak punya waktu lagi sampai tidak ada waktu untuk menyiapkan sarapan. Kalau kita membagi misi ini, waktu kita ada di luar akan berkurang?” nadanya sudah jelas mengejek. Ini membuat Wei Ran membeku. Hu Zhong Qi juga terganggu.



Hu Zhong Qi mendekat kepada Yanzhi dan berbisik “Apa kalian sengaja mengatakan hal itu dengan tujuan balas dendam tentang hal tadi untuk Dea?”



Yanzhi melihat kearahnya dan berkata “Sangat pintar.” Mendengarnya membuat Hu Zhong Qi merasa bahwa dirinya seperti orang bodoh.



Wei Ran masih tercengang, dia tidak menyangkah bahwa perkataannya tadi, bisa di kembalikan begini “Tunggu sebentar bukan itu maksudku tadi..” dia ingin menolaknya, tapi Xiao’ru malah menghentikannya.



“Apakah kau takut Wei Ran?” tanya Xiao’ru dengan tiba-tiba. Sama seperti Yanzhi dan dua lainnya, Xiao’ru juga tidak melupakan masalah tadi.



Dia melihat Wei Ran yang sepertinya menjadi takut, dengan wajah yang sangat senang. Wei Ran mendengarnya, emosinya meluap “Siapa yang kau bilang takut barusan?”



***Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca dan juga mohon maaf atas ketidaknyamanannya jika Thor ada salah-salah kata***..


***Jangan lupa tinggalkan jejak ya***..


***Faforit***...


***Comment and Like***