The Lost Of Power

The Lost Of Power
89. Iri.. Penyesalan di Hati



\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


“Berani-beraninya kau..” ucap Yanzhi Zhuxiu. Lei Fang’er seperti benar-benar gila, dia mendekat pada Yanzhi dan menatapnya


“P..Pangeran.. ini adalah salahnya.. kalau saja dia tidak ada ini semua......” ucapnya dengan nada yang menjijikan


Sebelum dia menyelesaikan ucapanya Yanzhi melemparkan bola api seukuran bola kasti dan di lemparkanya ke dalam penghalang


Saat masuk bola api itu membesar dan menyakiti Lei Fang’er “Ack..!!”


“Putriku..!!”


Yanzhi dia masih ingin menyerang Lei Fang’er tatapi di tahan oleh Lan Xiadea “Gege” sambil menggelengkan kapalanya


Dea memperhatikan permaisuri Rong Ye sebentar.. itu membuat Permaisuri Rong Ye dan Lei Feifei menatap anih, bingung pada Dea. Kenapa menatap kemari, batin mereka


Dea memalingkan wajahnya menatap Lei Fang’er, dia berjalan mendekat padanya.. saat jaraknya pas Dea berhenti.. itu membuatnya menjadi pusat perhatian, mereka bingung dengan apa yang akan di lakukan olehnya


Dea menatapnya sebentar dan berkata “Lei Fang’er.. aku bilang kalau ini semua adalah salah ku.. apa aku boleh menganggap itu karena kau iri pada ku..” tanya Dea padanya


Lei Fang’er menjawab “Tentu saja.. ini semua adalah salah mu.. kalau kau tidak merebut perhatian Pangeran Yanzhi.. ini semua tidak akan terjadi.. kalau saja Pangeran Yanzhi tidak memberikan semua perhatiannya padamu.. ini semua tidak akan terjadi.. kenapa.. kenapa kau yang hanyalah adalah anak angkat yang di buang kenapa bisa mendapat perhatian darinya.. ini tidak adil.. ini tidak adill” ucap Lei Fang’er dengan air mata bercucuran


Ucapanya itu membuat seluruhnya riuh, terutama keluarga Kaisar Dongfang dan Fuyang, anak angkat katanya.. berarti Dea bukanlah Tuan Putri dari Laurenzhi.. mereka berspekulasi seperti itu, tetapi perkataan Dea selanjutnya membantah spekulasi mereka


Dea diam sebentar, mencernah maksud dari Lei Fang’er, dia berkata “Salah.. pertama aku bukanlah seorang anak angkat.. setiap keturunan dari Laurenzhi mempunyai tanda dari Dewa yang membuktikan bahwa mereka adalah keturunan Laurenzhi, dan aku mempunyai tanda itu..”


“Tidak mungkin.. itu tidak mungkin...” ucap Lei Fang’er memotong


Dea tidak bisa membantu kalau dia memanglah adalah bodoh dari awal sampai akhir, Dea menghela nafasnya, dia menutup matanya, dan pelahan membukanya kembali


Mereka terkejut bukan main.. itu kerana matanya berubah, itu menjadi bersinar dan terlihat seperti berlian, mereka terkejut dengan perubahan itu, kecuali keluarga Kaisar, itu sudah biasa


Dea menutup mata kembali, dia memijatnya sebentar dan berkata lagi “Kau melihat itu.. itu adalah tanda kami sebagai keturuanan dari Kaisar pertama Laurenzhi.. semua keturunan kami menyebutnya sebagai mata Dewa, dan itu membuktikan bahwa dirinya adalah keturunan Luarenzhi..”


Kini Lei Fang’er terdiam membeku, dia tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.. dia memang sudah mengumpulkan informasi bahwa keturuan Laurenzhi memang memiiki mata Dewa yang menjadi ciri khas keturunan Laurenzhi, dan sekarang Dea memilikinya, ini membuktikan bahwa Dea adalah keturunan Luarenzhi, ini membuatnya bungkam


Dea tidak memperdulikan orang-orang, dia hanya melihat tatapan Lei Fang’er “I.. ini tidak adil kenapa..” ucapnya


Dea melihatnya lagi dan berkata dengan sikap dinginnya “Lei Fang’er.. apa kau tau.. aku sebenarnya iri padamu.. walaupun dengan memperlakukan ibumu dengan buruk, dia masih memihak padamu, masih menyayangimu..” ucapanya dengan mata sedikit terkulai, itu membuat sang Ratu berdegup.. dia tau kemana arah pembicaraan ini


“Di dunia ini sosok ibu yang seperti itu di kalangan bangsawan, sangatlah jarang.. di dunia ini ada ibu yang hanya diam saja dan tidak melakukan apa-apa di saat putrinya di bahwa pergi jauh darinya.. bahkan.. untuk mengirim surat saja tidak.. dia tidak tau apakah anaknya saat ini sedang kesulitan bertahan hidup atau tidak, tidak tau apakah anaknya sedang menunggu mereka untuk menjemputnya atau tidak.. jangankan menjemput, untuk menengoknya saja tidak.. karena ini.. aku sangat iri padamu...” perkataan Dea membuat sang Ratu serasa ingin menangis


Para tamu tidak tau dengan apa yang di bicarakan oleh Dea, bergitu pula Yanxui Ki Hua.. tetapi keluarganya, para mentri dan jendral, tau dengan apa yang di bicarakan oleh Dea..


Apalagi, Yanzhi.. dialah yang paling tau dengan apa yang di maksudkan oleh Dea... inilah yang membuat Dea menjahuinya.. membuat Dea kadang-kadang bersikap dingin padanya, menolak untuk kembali setelah beberapa tahun


Dan di tahun ini, sungguh keajaiban bahwa Dea kembali... tapi sikap dinginnya pada mereka dan rasa sakit yang di terimanya, tidak mungkin terlupakan, dan mungkin tidak akan berkurang....


----------


Hari berganti malam.. Raja Lei telah di pindahkan ke penjara paling dalam di Laurenzhi, sedangkan Lei Fang’er, hukuman yang di berikan padanya adalah yang paling rendah tetapi terberat baginya.. dia serta keluarganya di jemput oleh Lei Suan Yi, putra mahkota kerajaan Lei Biyu


Sedangkan saat ini kediaman sang Ratu tengah suram, sang Ratu terus teringat dengan apa yang di katakan oleh Dea


“Di dunia ini ada ibu yang hanya diam saja dan tidak melakukan apa-apa di saat putrinya di bahwa pergi jauh darinya..”


“Untuk mengirim surat saja tidak..”


“Dia tidak tau apakah anaknya saat ini sedang kesulitan bertahan hidup atau tidak,”


“Tidak tau apakah anaknya sedangan menunggu mereka untuk menjemputnya atau tidak.”


“Jangankan menjemput, untuk menengoknya saja tidak..”


“Luosin.. katakan padaku, apa aku tidak pantas menjadi seorang ibu...” tanya sang Ratu pada pelayan terpercayanya


Luosin yang mendengarnya, terkejut, dia juag tau kemana arah pembicaraan ini.. ini bukan menyangkut pangeran pertama atau kedua.. ini pastinya adalah yang Mulia Putrinya


Mendapat pertanyaan mendadak ini, Luosin sedikit ragu untuk menjawab.. sang Ratu melihat hal ini dna berkata “Tidak apa-apa, jawab saja” katanya


Dengan ragu Luosin mengatakan “Saya juga tidak terlalu mengerti yang Mulia.. tetapi menurut saya ada baiknya sang Ratu untuk berbicara sebentar dengan Putri.. dengan begitu, walaupun hanya sedikit saja, beban di hati sang Ratu, bisa berkurang..” ucapnya penuh pertimbangan


Ucapan Dea terus teringat-ingat di kepalanya, terus menerus berulangkali, perlahan air matanya jatuh, kini dia merasa bahwa dia tidak pantas menjadi seorang ibu..


Inilah alasan Dea sangat sinis pada ibunya, itu karena perlakuan mereka padanya, yang membuat hatinya mati


Sebenarnya bisa saja sang Ratu untuk meminta maaf padanya, selama masih ada kemungkinan walaupun kemukinan itu sangatlah tipis.., tapi, kerena egonya yang berpikir bahwa Dea sudah pasti tidak akan memaafkannya, sampai sekarang dia tidak pernah memintanya


Sang Ratu kini merasa bersalah, memang benar dia tidak tau dengan apa yang terjadi pada Dea, tidak mengirim surat ataupun menjenguknya.. selama ini, dia terhalang dengan tembok dari suaminya dan tidak pernah menjenguknya


 


 


 


 


Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca... jangan lupa tinggalkan jejak Yah...


Favorit...


Comment dan Like...