The Lost Of Power

The Lost Of Power
176. Mencari Kematian! (3)




Wei Ran, berbalik pergi dari sana, raut wajahnya berubah menjadi dia yang angkuh, dia mendekat ke arah Jing Ze “Sebenarnya apa yang di pikirkan oleh Yanzhi Zhuxiu dan kalian? Bisa-bisanya mengizikan orang kultivasi rendah untuk ikut dalam misi. Ini adalah misi yang berbahaya dari pada yang lain! Apakah dia berpikir bahwa kita akan bersenang-senang?!”



Jing Ze hanya melihat Wei Ran dengan dingin “Kultivasi yang rendah?” ucapnya.



Berpikir bahwa Jing Ze mendukungnya, Wei Ran berkata “Iya! Basis kultivasinya lebih rendah sampai aku tidak bisa merasakannya sama sekali. Bukankah ini lulucon? Membawa orang seperti itu untuk menjalankan misi. Aku sampai ragu kalau dia adalah adik dari Yanzhi.” dia menggelengkan kepalanya, nada suaranya mengejek, merasa sayang dengan statusnya.



Jing Ze melihatnya dengan dingin. Dia merasa bahwa basis kultivasi Lan Xiadea, bahkan lebih tinggi dari miliknya. Walau mereka tidak bisa merasakannya, bisa di lihat auranya bukan orang biasa.



Wei Ran dan Jing Ze tidak melihat apa yang Dea lakukan saat membantai para murid yang lain, Wei Ran bahkan berpikir kalau itu semua adalah Yanzhi atau lainnya yang melakukannya.



Lagi pula Xiao’ru dan Hu Zhong Qi ada di sampingnya. Walau Yanxui Ki Hua adalah yang termuda di antara mereka, tapi kekuatannya lebih tinggi dari Hu Zhing Qi, pikir Wei Ran.



Tapi, tidak dengan Jing Ze. Saat dia pertama kali melihat Dea saat datang ke sekte, dia dapat merasakan bahwa orang ini bukanlah orang biasa, dengan itu dia berkata “Jangan menilai orang dari penampilannya.” dengan itu dia meninggalkan Wei Ran yang menatap dirinya dengan tidak percaya.



Apa yang baru saja dia dengar barusan. Hah, lulucon. Kultivasinya sangat rendah, apakah Jing Ze berpikir bahwa orang dengan kultivasi yang rendah itu sebenarnya sangat kuat.. sampah yang tidak berguna.



Wei Ran mengutuk Dea dalam hatinya, berusaha menyangkal dengan keras. Dia lupa, bahwa kultivasi adik tirinya tidak bisa di remehkan, tapi Dea menendangnya bagai sampah yang tidak berguna. Dia lupa bahwa Hu Wen juga salah satu yang terbaik di sekte luar, tapi apa? Sama dengan adik tirinya, Dea membuang mereka dengan kejam, bahkan sampai sekarang keduanya juga mendapat semacam penyakit yang mengerikan.



Semalam, seseorang datang kepada dirinya untuk meminta obat darinya untuk Mu Zhinghai. Ini sudah yang kesekian kalinya terjadi, hanya saja di malam itu Wei Ran tidak bisa menolaknya karena ayahnya datang langsung.



Ayahnya berkata bahwa dia sudah memberikan ramuan obat tingkat dua untuk mengobatinya, tapi bukannya sembuh, lukanya malah menjadi lebih buruk.



Istrinya memohon padanya untuk menemui Wei Ran dan meminta obat, wanita itu sampai berkata “Dia adalah Suaradarinya! Bagaimana bisa dia membiarkan adiknya menderita seperti ini?!”



Mendengar hal seperti ini tentu saja membuat Wei Ran merasa sangat marah “Ini akan menjadi terakhir kalinya aku membatu kalian!!” ucapnya dengan air mata mengalir karena merasakan bahwa ayahnya ini tidaklah adil.



Sebenarnya Wei Ran bukanlah orang yang jahat. Karena lingkungannya, karena keluarga yang seperti itu membuat dia menjadi seperti sekarang. Yah ada kemiripan dengan Dea di sisi keluarga.



Dia membenci Dea karena berpikir bahwa dia akan menjadi penghambat perjalanan misi, tapi sejujurnya, jauh di dalam hatinya, melihat Dea yang sangat di perhatikan oleh Yanzhi dan Yanxui, menjadi salah satu alasan dia membenci Dea.



Tidak ada orang yang seperti itu berdiri di sisinya.. Rasa iri dan emosinya menjadi satu membuatnya bersikap sangat angkuh dan merasa diri benar sendiri.




Han Luoyi yang melihat memberikan kertas itu padanya. “Ada juga misi kedua. Kita di minta untuk menyelidiki sesuatu tapi itu akan menjadi misi sampingan.”



Dea hanya diam saja sambil memperhatikan daftar ramuan. Misi apapun yang di berikan, Dea akan selalu berhasil melakukannya. Dea terdiam saat melihat daftar bahan yang harus di cari.



Ini semua yang mereka cari? Tapi mengapa? Melihat Dea yang menatap bingung pada kertas daftar bahan, Wei Ran tidak bisa membantu, dia menggelengkan kepalanya “Putri, mungkin anda tidak pernah melihat bahan obat seperti itu. Tapi tidak masalah, kami mengetahui bagaimana bentuknya.” Maksud dari perkataannya tentu sangat mengejek.



Dia mengatakan bahwa Dea tidak pernah melihat bahan obat seperti itu? Hah! Lulucon!



Mendengar Wei Ran yang jelas sedang menyinggung Dea, membuat semua orang berwajah masam. Dengan itu Han Luoyi ingin maju untuk membentak Wei Ran karena menurutnya perlakuan itu sudah sangat jelas.



Dia juga merasa bahwa jika dia tidak segera menghentikannya, Wei Ran akan berkata hal yang lebih tidak menyenangkan lagi dan akan membuat dua harimau yang sedang tertidur itu bangun. Belum lagi iblis itu.



Mengingat hal ini membuat punggung Han Luoyi menjadi basa. Dia menjadi tidak peduli dengan Yanzhi dan Yanxui yang akan meledak jika Wei Ran meneruskannya, dia hanya peduli dengan iblis yang bertindak acuh tak acuh itu.



Han Luoyi tau walau sekarang Dea nampaknya bersikap tidak peduli, tapi siapa yang tau? Dia bisa meledak kapan saja! Dan yang benar saja, saat dia melangkahkan satu kakinya semuanya sudah terlambat.



Dea menatap bingung pada kertas itu. Dia tau semua bahan yang ada di dalamnya, tapi mengapa kepala sekte Sulan membutuhkannya? Ini adalah daftar bahan dengan kualitas yang sangat tinggi untuk perawatan ranah Roh keatas.



Mungkin bagi sebagian orang bahan obat itu seperti harta yang harus di simpan, tapi di hadapan kultivator tingkat tinggi, itu seperti bahan makanan siap saji.



Melihat daftar bahan seperti ini, apa mungkin kepala sekte Bulan adalah seorang ahli ramuan? Tapi dia tidak pernah mendengar kabar seperti itu. Yang selama ini yang di dengarnya hanyalah kepala sekte sang hebat, Kultivasinya bisa di katakan salah satu yang terbaik, tapi tidak ada yang menyebutkan bahwa dia adalah seorang alkemist. Kalau bukan itu apakah untuk di berikan kepada seseorang?



Kalau itu hanya di hanya di simpan sebagai harta benda, bukankah tidak perlu terburu-buru, dan lagi dia bisa mencarinya sendiri tanpa memberi misi seperti ini.



***Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca dan mohon maaf atas ketidaknyamanannya jika Thor ada salah-salah kata***..


***Juga maaf karena kemarin-kemarin ngak Up. Sebagai permintaan maaf Thor kasih 3 bab untuk hari ini***


***Jangan lupa tinggalkan jejak ya***..


***Faforit***...


***Comment and Like***