
Di saat sudah tidak ada orang, dia mendekat kearah pagar melihat kelangit dan berkata “Sungguh merepotkan..” perlahan air mengalir dari pipinya, itu adalah air matanya
Lan Xiadea menghapus jejak kesedihannya dan bersiap untuk menggunakan mantranya.. dia membuat perisai di sekeliling paviliunnya agar tak ada seorang pun yang dapat masik dan melihat apa yang tengah dia lakukan
“..Ashid duo..!!” ucapnya dan seketika muncul lingkaran mantra di bawah kakinya kemudian menghilan
Kalau ada orang didalam ruangannya dan melihat apa yang di lakukan oleh pasti akan terkejut, karena apa yang di ucapkan oleh Dea adalah bahasa kuno, dan hanya berapa orang yang dapat mengucapkan dan mengerti bahasa itu, terlebih lagi dengan mantra kuno yang Dea keluarkan, pastinya Dea akan menjadi rebutan, bahkan akan menimbulkan perang
Mantra yang Dea sebutkan adalah mantra yang menghilangkan dan menyembunyikan level kultivasi asli seseorang dan menekannya ketinggkat yang di inginkan
Kalau ada yang tau tingkat level kultivasi Dea yang sebenarnya, pasti akan di anggap dewa, maka dari itu Dea menghusir semua orang untuk keluar, karena kekuatan asli Dea saat ini akan membuat tubuh seseorang dengan level rendah tertekan dan yang paling buruk hancur..
Dea menyilangkan kakinya, menutup dan mulai berkultivasi untuk menaikkan tingkatnya dengan menyerap energi alam..
Di sisi lain, seorang pria tampan yang tengah berada di kamar yang sepi, dia memandangi bulan dengan penuh kesedihan sambil mengingat-ingat kenangan yang dia habiskan bersama Dea..
Lan Xin Yuezhi, dia mengingat-ingat kenangannya, dia kemudian tertawa mengingat kejadian lucu yang terjadi saat bersama dengan Dea
“Xin..!! Awas kau..!!” ucap Dea yang merajuk ketika di jahili oleh kekasihnya Xin Yuezhi..
Xin Yuezhi yang tengah berlari melihat wajah kekasihnya yang merajuk, dia tetawa kecil“Haha.. maaf, maaf..” Dea memalingkan wajah saat melihat kekasihnya meminta maaf.. tanda kesal
Lalu dia ingin mencoba untuk membujuknya “Hey..” ucapnya dengan lembut, Dea kemudian berbalik untuk melihat
Cup...
Seketika Dea terkejut, bibir lembutnya di rebut oleh kekasihnya, Xin Yuezhi menjauhkan wajahnya dari Dea kemudian tersenyum lembut dan berkata “Apakah.. sudah tidak marah lagi..hm..”
Melihat wajah Dea yang merona dia sedikit tertawa karena jarang bisa melihat wajah kekasihnya merona karena malu
Dia menyentuh bibir Dea denngan lembut, perlahan dia mendekatkan wajahnya lagi dan Cup.. dia mengecup bibir itu sekali lagi dan memperdalamnya ciumannya dengan menekan tekuk leher Dea, Dea terkejut dan membatu tetapi memengikuti insting, otomatis menutup matanya
Setelah beberapa saat Xin Yuezhi melepaskan ciumannya.. melihat kekasihnya yang terengah.. membuatnya tersenyum jahil.. dia mencubit hudungnya “Lain kali ingat untuk bernafas..” seketika dia lari
Dea kemudian tersadar dari lamunannya, dia kemudian menyadari bahwa kekasihnya melarikan diri, menghindari kemarahannya “Xin.. sialan kau.., cepat kembali..” dia kemudian mengejarnya
Xin Yuezhi tertawa mengingat kejadian itu.. lalu ekspresinya berubah menjadi sedih lagi mengingat saat terakhir melihat wajah dari kekasihnya itu..
Perlahan air matanya jatuh, dia tersungkur kebawah seperti orang yang tengah depresi.. satu kata untuk menyempurnakannya, menyedihkan....
Dengan keadaan kamar yang berantakan membuatnya lebih menyedihkan, mungkin kalau Dea ada disini dan melihatnya, kondisinya mungkin akan sedikit lebih baik karena setidaknya Dea masih ada di sana, tidak menghilang seperti sekarang
Sudah dua bulan sejak Dea menghilang meninggalkan akademi XY dan tidak ada yang tau kemana dia pergi selain pemimpin Hyun atau lebih biasa di sebut Pheonix, karena dia adalah wali Dea
Xin Yuezhi dan teman temanya yang lain terus menerus mencari keberadaan Dea, terutama Xin Yuezhi yang mencari seperti orang gila, tetapi tidak menemukan hasil
Ini sudah yang ke sekian kalinya, mereka menemukan petunjuk palsu, membuat Xin Yuezhi menjadi lebih menyedihkan
Bahkan kondisinya saat ini lebih buruk dari Dea
Xin Yuezhi saat ini memandang dengan pandangan kosong seperti orang yang tengah sekarat, tiba-tiba teringat sesuatu, ada sedikit kehidupan di matanya kini
Dia melihat kesamping, yaitu meja kerjanya, dia bangkit dan berjalan perlahan mendekat, dia kemudian duduk dan membuka laci mejanya, dia mengeluarkan sebuah buku dengan sampul biru
Itu adalah buku harian yang di tinggalkan oleh Dea, dia menyimpannya dengan sangat baik, walaupun semua barang yang ada di dalam kamarnya hancur berantakan, dia tetap menjaga buku itu dengan baik
Karena buku itu adalah salah satu hal yang ditinggalkan oleh Dea
Dia bersadar di tempat duduk dan menutup matanya dengan tenangnya sambil memeluk buku itu menggunakan tangan yang lain
Perlahan terlihat air mengalir membasahi pipinya, dia sangatlah menderita, dia berpikir bahwa Dea pergi karena dirinya.. dia tidak menyangka bahwa kata terakhir yang di ucapkannya kepada Dea akan menjadi ucapan terakhirnya pada Dea
Hanya satu kata, satu kata darinya membuatnya kehilangan Dea selamanya. Dia mulai mengingat-ingat kejadian itu lagi
“Apakah kau dan wanita itu sudah bersama” tanyanya yang canggung dengan suara yang menyedihkan, mendengar dea yang berbicara seperti itu dia pun bepikir bahwa dea masih tidak mempercayainya
“..Yah” dengan nada yang menyedihkan
Dea terdiam sebentar lalu tersenyum menyedihkan sambil menahan tangisnya
“Terimakasi...”
“Terimakasih untuk segalanya karna sudah menemaniku dan menjadi salah satu orang paling penting dalam hidupku”
“Dan.. maaf karna tidak bisa menjadi orang yang lebih sempurna... dan membuatmu untuk memilih orang lain..” lalu dengan senyum menyedihkan di wajahnya dengan air mata, Dea berkata “ ..Selamat tinggal..”
Mengingat hal ini pun lebih membuat air mata Xin Yuezhi mengalir deras tak terhenti, sesekali dia memanggil nama Dea dengan pilu, dia mengutuk dirinya sendiri
Sedangkan wanita yang menyebabkan semua masalah ini terjadi, sudah pergi, nyawanya hilang di tangan orang yang dia sukai, yah di tangan Xin Yuezhi sendiri
Karena kehilangan Dea, membuat Xin Yuezhi kehilangan akal sehatnya dan membunuh wanita itu dengan tangannya sendiri saat mencoba untuk merayunya
Sekarang orang-orang yang memanggil Xin Yuezhi dengan sebutan malaikat sudah tidak ada, kini yang ada hanya orang sedingin es yang kejam
Semua orang takut kepadanya karena dirinya sekarang menjadi lebih kejam, yang bisa menhentikannya hanya orang-orang terdekatnya, itupun dengan membawa nama Dea
Tidak ada yang berani mencari masalah dengannya, kecuali beberapa perempuan bodoh yang terpesona dengan ketempanan Xin Yuezhi
Mereka nekat mendekati Xin Yuezhi, berpikir bahwa dengan hilang Dea, akan menjadi kesempatan untuk dekat dengan Pangeran Mahkota kekaisaran L’ei benua kanan yang lebiht tinggi dari kerajaan Laurenzhi kekaisaran Aclezia benua tengah