
Ini membuat Chan Bai Rin menjadi semakin marah.. dia berkata “Pengecut.. kau hanya bisa menghindar saja, tidak berani menerima”
Semua orang kecuali Guru Sun, Shua Yunru Xi, Zhao Yinxu dan Xu Hei Fuyan, berpikir demikian
Tetua Li Wang berkata “Heh.. hanya karena dia memiliki pisau itu kupikir dia adalah orang hebat, tapi lihat, dia malah menghindar seperti seorang pengecut..”
Mereka sependapat dengan Chan Bai Rin... Chan Bai Rin yang semakin marah dengan Lan Xiadea yang menghindar, mengeluarkan jurusnya
“Heh.. lihat bagaimana lagi kau bisa menghindarinya.. Elemen Angin!! Pusaran Angin!!” sebuah angin yang sangat besar mulai muncul tapi Dea tetap santai, malah dia tersenyum
Untuk mengeluarkan sebuah jurus.. mereka harus memikirkan bagaimana pola nya.. mereka seperti harus menggambar polanya, jadi akan susah
Melihat Chan Bai Rin yang sudah bisa mengeluarkan jurus yang besar seperti ini, adalah sebuah anugrah bagi mereka.. melihat itu para tetua tersenyum puas
“Lihat murid Chan Bai Rin ini.. dia sudah mencapai tingkat yang tinggi seperti ini..”
“Benar.. tapi lihatlah murid Lan itu.. hanya lari seperti pengecut.. untung saja penatua ke Empat
menghukumnya..”
Mereka bercakap-cakap mengatakan bahwa Dea pengecut yang lari.. mereka menjelekannya, tapi saat jurus Chan Bai Rin mendekat, Dea hanya diam di tempat, ini membuat mereka menatakan bahwa dia bodoh bahkan tidak bisa bergerak sekarang
Chan Bai Rin juga berpikir demikian.. pikirnya Dea sekarang tengah takut karena melihat jurus yang di lekuarkanya terlalu luar biasa sampai membantu.. itu pikirnya sampai dia melihat Dea yang mematahkan jurusnya...
Tidak ada yang dapat melihat wajahnya sekarang karena tertutup dengan cadar yang di pakainya, tidak ada yang melihat senyumnya itu
Serangan Chan Bai Rin mendekat.. Dea bukannya menghidar tapi malah maju kedepan..
Dia melawan serangan itu....
Tidak ada yang dapat melihat apa yang di lakuakan Dea selain penatua ke Empat..
Dea mendekat pada serangan itu dengan membentuk pola dengan tangannya.. dia melompat dan melakukan gerakan seperti akan membuat serangan itu berhenti.. “Elemen Cahaya, kekuatan suara, pembalik serangan..” katanya dengan pelan
Dengan itu serangan Chan Bai Rin hancur, menghilang..
Mereka tidak percaya dengan apa yang di lihat mereka.. tapi Dea tidak berhenti sampai di sana..
Saat serangan itu menghilang, Dea tersenyum di balik wajahnya, dia berkata.. “Hanya dengan itu, tidak akan cukup untuk melukaiku, bahkan untuk membuat debuh di pakaian ku tidak akan cukup..” perkataan yang penuh dengan arogansi
Mereka semua ingin marah tapi tidak bisa karena masih terkejut dengan apa yang di lihatnya
Tetua Li Wang juga ingin mengatakan sesuatu tapi perkataan Dea tidak salah karena saat ini memang tidak ada debuh pun yang melekat di pakaiannya..
“Kau sudah selesai.. sekarang giliranku..” dengan itu dia mengeluarkan jurus yang mirip dengan Chan Bai Rin, hanya saja itu lebih besar dan kuat “Elemen Angin, Penelan bumi..” matanya menjadi dingin saat mengeluarkan serangan
Berbeda dengan Chan Bai Rin yang mengeluarkan serangan setelah membentuk pola beberapa waktu, Dea hanya membentuk pola di tangan dengan cepat, dan jurusnya keluar saat itu juga
Belum juga sadar dengan kejutan yang tadi, kejutan lain datang menerpa.. ini bahkan lebih kuat dari sebelumnya.. membuat mata mereka hampir keluar
Chan Bai Rin tidak bisa menghindari jurus ini.. hanya dengan satu pusaran angin saja, dia tidak bisa menhindarinya, apa lagi ini dua yang lebih besar..
Dengan itu Chan Bai Rin terapar dengan luka tubuh yang parah.. Dea dengan santainya menjentikan tangan dan sekejap jurusnya menghilang..
Dea mendekat pada Chan Bai Rin yang kini sudah pingasan “Hanya begini saja, membosankan..” dengan itu dia menghadap para tetua dan berkata “Tidak akan menyenangkan kalau hanya bertarung dengan seorang saja..” dia berbalik melihat Luo Hong San dan Xu Hei Fuyan “Untuk menghemat waktu lebih baik keduanya saja untuk bersama melawanku.. itu akan lebih menyenangkan” suaranya yang sedang ingin bermain
Xu Hei Fuyan yang mendengarnya, terdiam dan tersenyum tidak lama setelah itu.. “Baiklah ini menantang..”
\---------
“In.. ini.. apa yang kau lakukan.. kau baru saja mengeluarkan aura membunuh.. kau baru saja ingin membunuhnya!!” teriak tetua Li Wang yang sudar tersadar dengan keterkejutannya
Tapi dea membalasnya dengan dingin “Ini pertandingan..”
“Pertandingan..? bagaimana kau bisa berkata demikian kau hampir membunuh teman sekelasmu..”
Belum selesai dia berkata Dea sudah tertawa dengan mengerikan.. “Hahaha.. dengar pertama aku tidak mengagapnya, kedua ini pertandingan.. jika kau berada di alam dan bukan di sekte, tidak ada yang namanya keadilan.. kekuatan adalah yang berkuasa, dan ketiga...” di sini nadanya menjadi lebih dingin
“Sepertinya aura membunuh yang kau maksud berbeda dengan yang ku tau..” Dengan itu dia menguarkan aura membunuh yang pekat sampai membuat para tetua tertekan, orang-orang yang tidak tahan mulai sesak nafas.. “Ini yang ku maksud dengan aura membunuh..”
Ini membuat mereka gemetar karena takut.. Dea menarik kembali auranya..
Aura membunuh yang sangat kental... tidak ada yang bisa menahannya kecuali para tetua... Luo Hong San dan XU Hei Fuyan, bisa bertahan dengan dinding aura yang mereka gunakan, sedangakan para tetua tertekan dan mencoba bertahan
Tapi Dea memusatkan atau lebih menajamkan aura membunuhnya pada tetua Li Wang, membuat kondisinya lebih para dari pada para murid yang tidak bisa menahannya.. bahkan darah segar keluar dari dalam dirinya, hanya saja dia masih memiliki kesadaran untuk bertahan..
Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu, keduanya tidak bisa merasakan tekanan luar biasa itu karena Dea membuat sisi mereka aman, karena itulah saat melihat semua orang sepertinya kesulitan untuk bernafas, keduanya merasa bingung
Hal ini terjadi cukup lama.. penatua ke Empat, juga terkejut dengan apa yang di rasakannya “*Tekanan ini.. tekanan ini bahkan melebihi milikku*..” pikirnya.. kini dia mulai melihat siapa Dea dengan serius
Sejujurnya dia sudah memiliki beberapa spekulasi di dalam dirinya tentang Dea.. dia mengingat beberapa bulan yang lalu, kepala sekte memberitaunya tentang seseorang yang jangan di singgung..
Memikirkannya sekarang, dia tidak tau bahwa orang yang di maksud itu Dea.. dia sudah memikirkan orangnya.. pikirnya orang tersebut adalah seorang master yang menyamar sebagai guru atau seorang murid dari keluarga yang sangat-sangat berpengaruh..
Tapi tidak sekalipun dia berpikir bahwa itu Dea.. dia sudah mencari orang yang di maksud keseluruh sekte, tapi tidak menemukannya.. yang di temukannya malah Dea yang menyamar sebagai orang yang biasa saja
***Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak ya***..
***Faforit***...
***Comment and Like***