
Mimpi itu datang, seperti tanda bahwa akan terjadi sesuatu yang melibatkan Lan Xiadea harus melihat orang yang tidak ingin di lihatnya, yaitu Lan Xin Yuezhi, kekasihnya
Dan dengan gangguan dari Lei Fang’er, itu membuatnya sangat kesal dan hampir membunuhnya, mungkin kalau Lei Fang’er membuat masalah lagi dengannya, itu akan menjadi akhir dari Lei Fang’er
\-------
Di tengah kesibukan itu para pelayan yang memepersiapkan pesta, Lei Fang’er yang tengan berdandan dari subuh serta Ratu Xia Ningrong, Yanzhi Zhuxiu dan Yanxui Ki Hua juga sama sibuknya
Bahkan para bangsawan yang menjadi tamu undangan juga telah bersiap dari pagi. Di tengah itu semua, Dea yang menjadi pusatnya, tengah berjalan-jalan di taman yang di khusus untuknya
Dia tidak terallu peduli dengan berdandan, karena dengan tidak berdandan pun dia telah cantik alami, sehingga tidak perlu campur tangan manusia untuk membuatnya berkilau
Dan lagi, wajah cantiknya akan tertutup dengan cara tipis, jadi tidak ada gunanya berdandan sedari pagi, juga dia mempunyai gulungan yang berisi pekaiannya, hanya dengan mengecapkan darahnya di atas gulungan itu dia bisa berganti dengan kedipan mata saja
Dia tidak perlu ambil pusing..
Di hamparan tanah yang luas, di tamani dengan berbagai macam bunga yang indah, Dea hanya melihatnya dnegan tatapan mata yang kosong
Dea mengelus salah satu bing dan berkata dengan suara yang rendah serta dingin “..Indah..” katanya, bahkan para pelayan serta Mei, dayang kelas atas pun kedinginan dengan satu kata itu
Dea yang melihat binga itu merasa iri melihatnya “..Meraka tumbuh tanpa harus merasakan penderitaan dunia..” batinnya
Tak lama lagi yang menghayat hati terdengar dari Dea, mereka yang mendengarnya hanya bisa menahan tagis, mereka kasihan melihat Dea
Mereka tidak tau dengan apa yang terjadi dengannya, tetapi mendengar lagi tersebut membuat mereka merasa kasihan, mereka merasakan kesedihan yang mendalam
Mereka merasa bahwa hidup tuan Putri mereka sangat sulit hidup di luar kekaisaran dengan melihat Dea yang sejak pada malam di hati itu sampai sekarang, menjadi murung, dan mereka juga tidak pernah melihat Dea tersenyum dengan tulus
Ada saat dimana mereka melihta Dea tersenyum, tetapi tidak merasa bahwa itu adalah senyuman, mereka melihatnya merasa bahwa itu bukanlah senyuman tetapi tangisnya mungkin Dea sudah berusaha untuk menyembunyikan kesedihannya, tetapi itu tetap di sadari oleh beberapa orang, terutama orang yang sering berada di dekat Dea
Setelah selesai bernyanyi, Dea memetik salat satu bunga dandelion, dia sangat menyukai bunga itu, dia melihat bunga itu dengan teliti
Mengingtat sesuatu dia tersenyum, tetapi itu hanya sebentar “..Dasar bodoh.. kenapa aku masih mengingatnya lagi..” katanya yang tersadar, dengn ekspresi sedih
Seketika angin datang begitu cepat, menerbangkan bunga dandelion yang ada di tangannya
Dea hanya menatapnya dengan tatapan sedih, “..Andai aku bisa sepertinya.. bebas tanpa beban..” katanya, bigitu lirih melihat bunga itu terbang dan menari di udara dengan bebas
Pelayan yang melihatnya merasakan sakitnya Dea
Deg.. suara hati mereka
Perlahan bunga-bunga itu tidak lagi terlihat lalu datang seorang pelayan mendekat pada robongan pelayan yang datang bersama Dea
Dia membisikkan sesuatu pada salah satunya, lalu pelayan itu memberitau pada Mei, Mei kemudian mengagguk mendengarnya, dan menyuruh pelayan itu pergi
Setelah membungkukkan badannya pelayan itupun pergi, Mei mendekat pada Dea dan berkata “..Putri..” merasa ada yang memanggilnya Dea menjawa dengan dehamannya “..Sudah saatnya..” ucap Mei sakali
Mendengarnya, Dea mengeluarkan elemen anginnya, seketika bunga-bunga yang ada di dekat Dea, terbang melayang dengan indahnya
\------
DUNG... DUNG..
DUNG..
Suara gong terdengar di seluruh ibu kota kekaisaran
Banyak tamu dari tiga kerajaan besar, kerajaan-kerajaan di sekitar serta orang-raong berpengaruh lainnya, bahkan perwakilan dari sekte-sekte besar juga ada
Semuanya menghadiri pesta yang di adaka oleh Laurenzhi, karena Laurenzhi adalah kekaisaran besar dan yang terkuat di benua tengah, tentu saja di segani
Tamu-tamu itu membawa putri mereka, dan ingin menjodohkannya dengan para pangeran, dan yang paling di incar oleh mereka adalah Pangeran Mahkota Yuritachi Yanzhi Zhuxiu Levri dan adiknya pangeran Yuritachi Yanxui Ki Hua Levri
Singkatnya tujuan mereka menghadiri pesta ini adalah untuk memamerkan putri mereka dan memacing salah satu pangeran atau tuan muda keluarga besar untuk menjadi memanantu mereka ataupun sebaliknya
Itu karena mereka tau bahwa kekaisaran Laurenzhi akan mengundang orang-orang terpandang, bukan tulus datang dan mengucapkan salam atau apapun itu
Di setiap pesta yang di adakan kekaisaran Laurenzhi, akan ada satu kursi kosong di tempat duduk keluarga, mereka yang dari luar tidak tau kenapa tempat itu kosong
Tetapi untuk keluarga-keluarga besa dan yang berpengaruh di kekaisaran, tau kenapa tempat itu kosong
“..Apa tahun ini tempat itu tetap kosong?” tanya salah satu tamu
“Wah.. kalau begitu bukankah ini akan menjadi tahu kedua tempat duduk keluarga Kaisar Levri dua yang kosong..” tanya yang lain
Jenderal Liang yang mendengarnya segera menghentikan mereka “Hentikan!! Jangan berbicara omong kosong lagi.. keluarga kaisar kerajaan Dongfang dan Fuyang akan memasuki ruangan, jangan sampai omongan kalian terdengr , itu akan membawa nama buruk kekaisaran Laurenzhi!!” ucapnya lalu dia meninggalkan mereka dan berjalan ke tempat duduknya
Melihat Jendral Liang pergi kedua orang tadi berbisik “Apa yang terjadi dengan Jendral Liang ternyata benar.. sekarang jendral Liang menghormati keluarga kaisar”
“Iya.. padahal dulu dialahh yang tanpa segan mencemoh mendiang kaisar di depan kaisar itu sendiri tetapi sekarang..” ucap mereka
Mereka menghela nafasnya sambil menggelengkan kepala, tidak mengerti dengan tindakan dari Jendral besar Liang
Tak lama kemudoa suara teriakan dari kasim terdengar, menggema keseluruh aula. Semua tamu dari kekaisaran Dongfang dan Fuyang telah sampai
Para perwakilan dari berbagai sekte dan orang-orang berpegaruh telah datang
Sementara Dea masih dengan santai di kediamannya setelah sampai, sehabis dari taman bunganya, menunggu para pelayannya untuk mempersiapkan pakaiannya
Karena bosan menunggu, dia berniat untuk jalan-jalan sendiri diam-diam, tak lupa dengan memakai cadarnya, dia pergi ke taman istana, tidak ada orang saat dia tiba di sana, dia melihat pohon besar di tengah-tenga taman
Dia melompat dan duduk di daha besar pada pohon iti, mungkin karena kebanyakan menjalankan misi dia terbiasa tidur di atas pohon, Dea jadi lebih nyaman dengan pohon, dan juga keran dia dapat merasakan hembusan angin di atas
Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca... jangan lupa tinggalkan jejak Yah...
Favorit...
Comment dan Like...