The Lost Of Power

The Lost Of Power
99. Wanita Itu 2..



\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


“Ayo pergi.. aku sudah memesan tempat..” ucap Yanzhi Zhuxiu.. dia hanya melirik sebentar pada keramaian itu dan melihat ekspresi Yanxui Ki Hua.. kurang lebih dia tau apa yang terjadi dan tidak menanyakan yang lebih


Mereka meninggalkan penjaga yang lain dan tangan kanan Yanzhi serta Yanxui, menunggu di ruang sebelah... makanan yang mereka pesan kurang lebih adalah makanan yang bisa di makan oleh Lan Xia Dea.. makanan tanpa kacang dan sedikit makanan berdaging


Kerena mereka ingin makan, cadar Dea harus di lepas, Dea hanya menunggu para pelayan untuk membawahkan makanannya dan membuka cadarnya


Yanxui dan Yanzhi yang melihat wajah dari Dea, terpesona, pikir mereka, entah sudah beberapa kali mereka wajahnya, mereka tidak akan pernah terbiasa.. setiap kali melihatnya pasti akan selalu termenung walaupun hanya sebentar


Mereka tidak tau harus berapa kali lagi sehingga mereka akan terbiasa dengan wajah itu...


Setelah beberapa saat mereka selesai makan, Dea hanya makan sedikit membuat kedua saudaranya khawatir, tapi satu kalimat dari Dea membungkam mereka “Aku tidak apa-apa” setelah itu mereka turun dari lantai atas menuju bawah


Yang di bawah cukup ribut karena kejadian dengan wanita sebelumnya “Sungguh pria yang dingin, masa tidak mau menolong wanita yang terjatuh”


“Bukankah itu kerena dia yang terlalu kecentilan, mau menarik perhatian dengan cara yang terlalu jelas, yah pantas saja di abaikan” ucap satu dengan yang lain sambil menunjuk kelompok wanita yang terjatuh tadi membelas perkataan mereka, setelah itu mereka tertawa sinis padanya


Sedangkan kumpulan yang di tunjuk, menunjukan raut wajah yang malu “Diam kalian.. bukankah kalian juga sama saja, jangan menuduh kami”


“Lagian ini pasti salah wanita yang memakai cadar itu.. ini pasti kerena dia”


“Iya... apa sih yang membuatnya mendapatkan perhatian dari kedua pria tampan itu..” ucap mereka.. kini mereka memiliki rasa kebencian pada Dea.. mereka menuduh semuanya adalah salah Dea, padahal Dea tidak melakukan apa-apa, kenapa ini menjadi kesalahannya


Pada saat itu juga rombongan Dea turun dari, percakapan mereka berhenti pada saat itu... wajah mereka kembali memerah melihat wajah sempurna dari Yanzhi dan Yanxui


Mereka bahkan lupa dengan wajah dingin dari Yanxui.. kini mereka hanya melihat wajah riang dari Yanxui dan senyum ringan dari Yanzhi ketika melihat Dea.. itu sangat mempesona, tapi saat mereka melihat kumpulan wanita-wanita, wajah mereka berdua menjadi dingin


Itu sungguh sangat berbeda saat mereka memandang mereka, sangat dingin.. membuat wanita-wanita itu menjadi ketakutan, tapi pikir mereka juga bahwa wajah mereka yang dingin juga sangat mempesona, itu memiliki pesona yang berbeda


Mungkin terlihat lebih seksi dari yang tadi... api mereka tidak mau mendekat seperti tadi, entah karena takut atau apa, tapi yang jelas mereka tidak mau mendekat pada mereka


Salah satu wanita yang merasa iri dengan wanita sebelumnya, mencoba mendekati Yanzhi dengan cara yang sama


Wanita itu berpura-pura telah di dorong oleh temannya dan tersungkur di lantai tepat di depan Yanzhi... “Ah apa yang kalian lakukan..” ucapnya berpura-pura


Rombongan Dea hanya melewatinya dengan dingin.. Dea tidak terlalu peduli dengan apa yang terjadi dan hanya terus melangkah, begitu pun dengan Yanzhi.. sedangkan Yanxui, dia melirik sebentar pada wanita itu dengan membalikan wajahnya dengan malas, tidak peduli


Melihat bahwa Yanzhi hanya melewatinya saja dengan dingin, wanita itu mengepalkan tangannya dan berteriak memanggilnya “Bukankah kau harus membantu ketika melihat seorang wanita terjatuh” ucapnya, mungkin telah kehilangan akalnya, sehingga dia berteriak


Yanzhi kemudian berhenti dan berbalik dan menatapnya, wanita itu yang merasa perkataan itu tidaklah salah, sekejap senang karena menurutnya perkataan nya telah memberikan pengaruh pada Yanzhi, tapi kata kejam dari Yanzhi, membuatnya hancur “Untuk apa aku membantu orang yang jelas dengan niat buruk”


Perkataannya itu membuat bungkamnya, perkataan yang sangat dingin, bahkan suhu yang ada di sana naik sedikit akibat perkataan Yanzhi


Sebenarnya tadi, saat di tersungkur di tanah, Yanxui yang mengabaikannya malah menanyakan pada Dea apakah dia baik-baik saja.. jelas-jelas Dea baik-baik saja sedangkan dirinya, dengan sengaja menjatuhkan diri sampai tersungkur, di abaikan.. kerena itulah dia marah pada Yanzhi


Dea yang tadinya berniat untuk hanya menonton saja, segera setelah mendengar apa yang di katakan oleh wanita itu, membuatnya berhenti di jalurnya dan berbalik menatap wanita itu..


Dengan aura yang sedikit bocor, dia menatap wanita itu dengan dinigin dan berkata “Hah.. kenapa kau menyangkutkan ini denganku.. apa yang kulakukan dari tadi memangnya sampai kau berkata seolah-olah ini adalah salah ku sehingga mereka mengabaikan mu..” ucap Dea yang sedikit marah..


Dia tidak terima mereka menyangkutkan masalah mereka yang di abaikan oleh kedua saudaranya kepadanya.. dengan itu dia berkata dengan sedikit tekanan membuat mereka meriding akibatnya.. tatapan tajam dan dinginnya itu, membuat mereka ketakutan


Wanita itu yang melihat Dea berbicara dengan nada yang menekan, menjadi gugup kerenanya.. auranya itu membuat orang lain merasa tertindas karenanya.. Dea yang melihat, dengan itu maju menuju mereka dan berkata “Jaga baik-baik kata-katamu..” dia menengakkan tubuhnya dan menatap nya dari atas dan pergi menjauh darinya


Kemudian salah satu penonton yang melihat Dea yang dengan arogan pergi dari sana berkata “Tidak tau apa yang di lakukan oleh wanita itu sehingga dapat bersama kedua pemuda tampat itu”


“Mungkin dengan tubuhnya..” ucap satu yang lain, dengan itu membuat mereka tertawa


Yanzhi dan Yanxui yang mendengarnya, merasa marah.. hanya mengerakan jarinya, sekumpulan orang datang dan mengepung orang berbicara itu...


Penjaga yang di panggil oleh Yanzhi, mengancungkan pedang yang di bawah mereka ke arah orang yang berbicara itu dengan tatapan yang tajam... Yanxui kemudian maju dan berkata dengan marahnya pada orang itu “Berani sekali kau mengatakan itu pada Jie-jieku...”


Katanya menggema, Jie-jie, kakak perempuan.. ternyata wanita yang mereka hina sejak tadi adalah saudara perempuan mereka.. ini membuat mereka takut terutama dengan orang yang kini di kelilingi dengan pedang


Bukan hanya orang itu.. dua wanita yang tadi berpura-pura, di sekeliling mereka juga terdapat penjaga yang mencondongkan pedang kearah mereka


Yanzhi yang melihat akan hal itu, sedikit merasa tenang dengan itu dia memerintahkan para penjaga “Tangkap orang-orang itu.. mereka harus menanggung akibat karena telah menghina seorang Tuan Putri..”


 


 


 


Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak yah..


Favorit...


Comment and Like...