The Lost Of Power

The Lost Of Power
179. Desa Malam




Dia sengaja melepas segelnya, karena berpikir bahwa akan lebih nyaman untuk bertarung dengan kekuatan yang sebenarnya, tapi siapa yang menyangkah bahwa auranya terlihat oleh hewan-hewan itu yang membuat mereka melarikan diri sebelum melawan.



Ini membuatnya sangat jengkel. Lan Xiadea sangat menantikan pertempuran yang panas maka dari itu dia mengikuti saran Yanzhi Zhuxiu untuk ikut dalam misi ini. Dia tidak mengirah bahwa hewan di sini sangatlah lemah sampai hanya dengan auranya saja mereka lari.



Memang misi ini menjadi lebih mudah, tapi tidak menyenangkan, dengan itu di saat semua orang sudah tidur dia sengaja bersilat dan menfokuskan kekuatannya di perutnya, satu tangannya mengarah ke atas “Ashidduo!” sebuah lingkaran muncul dan menguci auranya.



Dea tidak tau bahwa ada satu orang yang memperhatikan dirinya. Seorang Pria sedang tersenyum melihat Dea diam-diam.



Dia melihat Dea untuk waktu yang lama, sebelum berbalik diam-diam dan bersembunyi.



Saat pria itu berbalik, Dea membuka matanya tiba-tiba, dia merasakan adanya yang memperhatikannya. Dia menatap tajam kearah itu... dia merasakan perasaan yang familiar, seperti hal ini pernah terjadi sebelumnya.



Dia memandang cukup lama tempat itu, sebelum memalingkan wajah dan menutup matanya, tanpa tau bahwa sesuatu yang sangat ingin di hindarinya, sedang mendekat padanya...



Di sisi lain, sekelompok orang dengan penampilan memukau, berhenti di salah satu desa kecil yang lokasinya tidak jauh dari arah kelompok Dea tinggal.



Kelompok Dea dan lainnya sengaja memilih tidur di hutan dari pada desa itu karena arah tujuan mereka berbelok jauh dari desa.



Penyambutan yang sangat hangat. Mereka berjalan dengan aura yang mendominasi. Sepanjang jalan mereka bersikap dengan santai seakan semuanya adalah hal yang biasa terjadi. Setiap mata memandang mereka dengan tatapan memuja, dan penuh hormat dengan melihat totem yang terpampang penuh dominasi di bahu mereka.



Setiap dari mereka menguarkan aura mendominasi yang sangat kuat, membuat semua orang tidak bisa melupakan penampilan mereka dalam sekali lihat saja.



Bahkan, beberapa orang yang berasal dari sekte-sekte besar melihat mereka dengan penuh keterkejutan di wajah mereka seperti saat ini.



Desa malam.. ini adalah desa yang cukup besar dan sering di huni oleh pejalan yang lewat, seperti murid sekte dan klan atau kultivator bebas, karena tempat ini, desa ini adalah desa yang lokasinya berada di tempat titik terbaik saat mereka melakukan pencarian.



Di sebuah tempat makan kecil.. tempat makan itu tidaklah besar, tapi pengunjung banyak pergi ke tempat itu untuk makan dan minum karena menunya sangat-sangat enak.. tapi jauh di dalam, tempat itu menyimpan beberapa misteri.



“Hik.. Ayo kita minum lagi.. Hik..” ucap salah seorang pria yang mabuk bersamaan dengan temannnya.



“Oh!! Pergi-pergi semua jangan mengahalagi kami, kami adalah yang terkuat di sini!” ucap yang lain dengan ngawur.



Keduanya berjalan dengan sempoyangan, dia tidak tau bahwa ada seseorang di depannya, dengan itu tabrakan tidak bisa di hindari.


 


Buk!! Keduanya berbenturan, tapi hanya pria yang mabuk yang jatuh ketanah. Pria itu menjadi marah, dia memutar kepala keatas untuk melihat orang itu “Si\*\*\*n!! Apa yang kau lakukan?!! Apa kau ingin mat..” ucapnya dengan marah, sampai dia melihat totem yang ada di punggung mereka.



Kata-kata yang sudah sampai di ujung lidah, sudah tidak bisa di ucapkan lagi, karena kemarahan mereka, dengan sekejap mata menghilang, di gantikan dengan ketakutan yang menjalar di tubuh mereka. Sekejap mereka lupa bahwa saat ini mereka tengah mabuk.



Orang yang di tabrak membatu di sana, melihat orang yang di bawah dengan tatapan yang tidak senang. “Sangat menyebalkan” ucapnya yang dengan menepuk-nepuk tubuhnya yang bertabrakan.




Pria yang mabuk itu tidak berbicara dan hanya diam saja dengan ketakutan yang membuat tubuhnya bergetar dengan hebat. Tidak ada yang menolong keduanya dan hanya diam menonton saja “Haha.. ini adalah salah mereka sendiri.”



“Keduanya sudah membuat kekacauan sejak lama, sekarang mereka berurusan dengan orang yang tidak bisa di singgung.”



“Sudahlah ini adalah kesalahan mereka sendiri.” Semua orang mulai berdiskusi tentang bagaimana nasib keduan orang itu.



Kelompok itu, menjadi tidak nyaman dengan perkataan yang keluar dari mulut orang-orang itu, salah satu wanita yang berbeda, melihat kedua orang itu dengan mata yang tidak senang “Pergi, jangan sampai mencari masalah dengan kami” dengan itu kedua pria yang mabuk itu dengan sangat cepat pergi dari sana, seakan keduanya baru saja di berikan kehidupan yang kedua.



Melihat kedua orang itu pergi dengan sangat cepat, wanita itu pergi dengan kelompoknya masuk kedalam tempat makan dan duduk di sana.



Semua orang memperhatikan mereka semua dengan mata yang panas.. “Ada apa ini? Apakah XY menjadi lembek sekarang?”



“Kurasa mereka melemah sekarang. Mereka melepaskan orang seperti mereka untuk hidup”



“Bukankah XY terkenal dengan kekejamannya?”



“Mungkin mereka sudah tidak seperti yang dulu lagi. Sekarang mereka menjadi penakut. Hahaha” ucap orang yang ingin mencari perhatian saja. Dia terus saja berbicara pada saat yang lain memintanya untuk berhenti “Kenapa bukankah itu yang sebenarnya? Atau mungkin saja mereka bukan XY dan hanya seorang penyamar saja...”



Saat inilah seseorang dari kelompok itu berkata dengan nada yang cukup menekan dan menakutkan “Sepertinya ada yang sedang meremehkan kita?”



“Mungkin mereka ingin kita menunjukan siapa kita sebenarnya?” pada saat itu totem pada diri mereka terlihat dengan jelas bersamaan dengan aura yang menakutkan keluar dari mereka.



Pada saat yang sama...



“Jadi kalian meminta kami untuk mencari seseorang?” ucap seseorang dalam suatu ruangan yang tertutup.



Dua orang yang menjadi klain berdiri di depan mereka dengan tatapan yang sangat menakutkan. Yang satu kelihatan ceria yang satu memandang semua dengan dingin. Jika Dea melihat keduanya, akan mengenalinya.



Ada seorang lagi yang bersandar di pintu untuk menutup jalur masuknya. Pakaian yang di pakainnya adalah yang terbaik dari ketiganya dengan pembawaan yang agung. Jika di lihat, dialah yang terkuat di antara kelompok itu. Pria itu memandang orang yang seharusnya menjadi master perkumpulan kecil di tempat itu menjadi takut.


 


***Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca dan juga mohon maaf atas ketidaknyamanannya jika Thor ada salah-salah kata***..


***Jangan lupa tinggalkan jejak ya***..


***Faforit***...


***Comment and Like***