The Lost Of Power

The Lost Of Power
157. Kematian yang di Minta (4)




Lan Xiadea mengetahui keberatan mereka dan berkata dengan nada yang sangat dingin dan mata yang tajam sampai menembus tulang “Mereka yang sudah melihat wajahku tidak bisa melihat dunia lagi.. ini hukuman yang termasuk ringan karena mereka sudah membuat wajahku terekspos.. atau kalian lebih memilihku untuk membunuh mereka semua” dia menunjuk pada Chan Bai Rin, Mu Zhinghai dan Hu Wen



Seketika ketiganya dan para tetua merinding ketakutan, Dea memastikannya. Tanpa menunggu mereka menjawab, dia berbalik dengan senyum arogan di wajah yang indah itu



Yanxui Ki Hua dan Xiao’ru pergi mengikutinya sedangkan Yanzhi Zhuxiu dan Hu Zhong Qi tetap di tempat... keduanya berjalan menuju Hu Wen yang tampak sekarat sekarang



Hu Wen tampaknya menjadi sedikit senang dengan  Yanzhi yang berjalan mendekatinya tapi itu hanya bertahan selama beberapa detik karena tatapan Yanzhi yang selama ini dingin, menjadi lebih dingin..



Tatapan menghina dan rasa marah yang besar terlihat di dalam matanya, nada yang dingin keluar “Aku akan mengingat hal ini..” tanpa melihat Hu Zhong Qi dia berkata, “Aku memerlukan jawaban dari kerajaan Aun, keluarga Mu dan juga keluarga Chan tentang masalah, sesegera mungkin” terdapat amarah yang besar di kata-katanya



Auranya mengerikan..



Bukan hanya Hu Wen saja, Mu Zhinghai, bahkan Chan Bai Rin juga ikut bergetar mendengar kata-kata Yanzhi yang hampir sama dengan hukuman mati, para tetua juga tidak bisa berbuat apa-apa karena ini adalah Yanzhi, murid dalam sekte dan juga murid dari penatua agung, terlebih dia adalah putra mahkota Laurenzhi, di hadapkan dengannya, mereka tidak bisa berkata apa-apa



Hu Zhong Qi yang mendengarnya segera berkata “Aku akan segera menghubungi ayah, ibuku dan Ratu Xihe sesegera mungkin” dengan itu dia juga memandang Hu Wen dengan jijik



Hu Wen melihatnya, dengan mata sayup “Kakak sepupu..” tapi Hu Zhong Qi mengabaikannya dan pergi bersama Yanzhi menyusul Dea



Saat mereka pergi semua orang akhirnya bisa bernafas dengan lega, tapi Hu Wen menjadi terpuruk



\----------


Hari sudah gelap ketika mereka sampai..



Mereka semuanya pergi paviliun miliki Yanzhi, Yanxui dan Dea tinggal.. Dea duduk di jendela memunggungi cahaya di temani Yanxui dan Xiao’ru di sampingnya



Matanya tertutup seolah sedang memikirkan sesuatu, membuatnya terlihat indah dengan wajah yang tanpa cadar itu, seolah semua yang terjadi barusan tidak ada urusannya dengannya, bukan dia yang melakukannya. Tapi aura yang menyertainya, sungguh mengerikan



Xiao’ru merona melihat Dea saat ini karena memiliki ekspresi yang sangat memikat bahkan untuk wanita sekalipun



Ekspresi dingin yang belum pernah di lihatnya dari dulu hingga mereka bertemu lagi.. ini pertama kalinya Xiao’ru melihatnya, Dea yang dia, tahu memiliki ekspresi yang ceria meski ada sedikit rasa kesepian, tapi ekspresinya yang dingin ini belum pernah di lihatnya



Saat cahaya bulan yang tertutup awan tadi lewat, menyinari Dea dari belakang, perlahan matanya yang tertutup terbuka. Pada saat itu auranya yang kuat dan menindas itu menjadi lebih terasa, membuat Xiao’ru dan Yanxui yang merasakannya sedikit merinding



Selama ini Dea memakai cadar sehingga hanya nada suaranya yang terdengar dingin tapi ini sungguh.. sorot matanya yang dingin tampak misterius



Tiba-tiba mata Dea menjadi lebih tajam dari sebelumnya, dia mengangkat wajahnya menatap pintu masuk. Hal itu di saksikan oleh keduanya dan terpana, matanya seolah bisa melihat menembus keduanya



Keduanya tersadar saat Yanzhi dan Hu Zhong Qi datang masuk.. “Pangeran” ucap Xiao’ru,Yanxui ingat dan menatap Dea lagi, tapi pemandangan tadi sudah lenyap



Sikap Dea tadi sudah hilang, menyisakan sikap acuh tak acuh biasa miliknya, seolah semua pemandang tadi adalah ilusi belaka




Yanzhi rasanya ingin mengatakan sesuatu tapi di tahan begitu melihat Dea yang kelelahan.. dengan itu dia mengangguk ringan..



Selepas Dea pergi pengawal Yanxui masuk dengan halus, dengan seorang wanita dan pria di belakang mereka yang tampaknya adalah teman dari Yanzhi



Begitu melihat wanita yang masuk itu, wajah Xiao’ru berubah menjadi jelek, bila jujur dia tidak menyukai wanita ini karena perangainya mirip dengan Hu Wen, dan sebenarnya juga sering beradu dengannya



Ini adalah tipe orang yang di benci Dea, tapi dia adalah salah seorang teman yang dekat dengan Yanzhi, seorang peringkat tinggi di peringkat bulan atas



Wanita itu juga melihat kearahnya dan dia tersenyum sinis tapi hanya bertahan sedetik kemudian dia melihat kearah Hu Zhong Qi dan berkata dengan acuh tak acuh.. “Aku mendengar cerita yang menyenangkan begitu sampai di sini”



Hu Zhong Qi yang mendengarnya mengerutkan kening, hal ini tertangkap oleh wanita itu dan meperdalam senyumnya “Kau memiliki sepupu yang menarik Zhong Qi..”



Hu Zhong Qi yang mendengarnya menjadi marah “Diam, dan tutup mulutmu..” sebenarnya tidak apa jika dia hanya diam saja, tapi begitu mendengarnya, dia menjadi marah



Wanita itu tertawa melihat Hu Zhong Qi yang menjadi kesal “Apa yang salah, bukankah itu kebenaran”



Xiao’ru yang tidak senang dengan wanita itu pun berkata “Yah, sama denganmu memiliki seorang adik yang juga terlibat di dalamnya” ucap Xiao’ru yang menambahi..



Wanita itu menoleh pada Xiao’ru dengan tatapan permusuhan “Hah? Apa yang kau katakan”



Kini Xiao’ru yang tersenyum sinis, “Yah, bukankah ‘Adik-mu’ juga salah satunya, Wei Ran” yah wanita itu bernama Wei Ran



Wei Ran menjadi bingung, sedangkan Xiao’ru merasa senang begitu juga dengan Hu Zhong Qi



“Mu Zhinghai..” kali ini Yanxui yang berbicara, membuat Wei Ran terkejut dan sedikit gugup



Begitu Yanzhi mendengar nama itu dia menatap Wei Ran dengan dingin dan berkata “Aku memerlukan penjelasan dari keluargamu tentang hal ini..”



Melihat ini membuat Wei Ran menjadi sedikit tidak senang, bukan karena Yanzhi tapi karena Mu Zhinghai, jujur dia tidak terlalu menyukai Mu Zhinghai ini dan begitu mendengar Yanzhi menyebutnya membuatnya tidak suka



Wei Ran adalah anak emas di keluarga ‘Mu’ anak sulung dari kepala keluarga, begitu juga dengan Mu Zhinhai, hanya saja berbeda ibu.. Wei Ran mengikuti marga dari ibu yang merupakan istri sah pertama, tapi segera setelah ibunya meninggal, istri kedua yang dulunya adalah seorang selir rendahan, di angkat menjadi nyonya keluarga yang adalah ibu Mu Zhinghai



Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak ya..


Faforit...


Comment and Like