
“Iya yah.. andai saja kita tau orang yang memainkannya” ucap salah satu yang lain membalas “Mungkin saja yang memainkannya adalah nona Lei yang akan menjadi pasangan Pengeran Yanzhi kali ini” ucap yang lain
Lalu bawahan atau tangan kanan dari Yanxui lewat dan mendengar perbincangan para pelayan, membuat dia gemas ingin memberitauh bahwa yang memainkannya adalah yang mulia putri, tetapi tidak bisa karena setelah pembicaran tadi malam tuannya pangeran Yanxui melarang nya memberitau karena Lan Xiadea tidak suka
Dan ditengah itu semua yang menjadi dalang atas keributan yang terjadi malah masih tidur. Pelahan mata cantiknya mulai membuka, dia memegang kepalanya karena sakit “Pelayan!!”
Tak lama kemudian Mei, Shin dan Yao masuk, Dea memanggil pelayan itu tanda kalau mereka di izinkan untuk masuk. Melihat bahwa yang masuk adalah Mei, Shin dan Yao membuat bertanya-tanya “Kenapa kalian yang kemari..?” tanyanya dengan wajah dingin
“Itu karena yang Mulia Ratu yang memerintahkan bahwa sebelum pelayan untuk putri ditentukan kami yang akan melayani yang mulia..” ucap Mei mewakili mereka bertiga
“Hm... yah sudah siapkan air untuk ku mandi dan juga siapkan sarapanku lalu bawahkan sesuatu untuk mengurangi rasa sakit kepalaku” perintah Dea yang menyuruh mereka, lalu mereka pun menjalankannya
Shin memanggil beberapa pelayan bawahannya untuk menyiapkan air mandi Dea dan juga pakaian, Yao dan beberapa pelayan lain pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan bersama kepala dapur dan mengambil sesuatu yang bisa mengurangi sakit kepala Dea
Untuk Mei dia berdiam dia kamar sambil menuggu perintah dari Dea “Apakah.. Xiao’ru sudah tidak tinggal di istana” tanya Dea yang menanyakan pelayan pribadi dan teman baik nya dulu karena teringat
“Menjawab Putri.. Nona Xiao’ru telah menjadi jendral di bawah pimpinan pangeran mahkota Yanzhi Zhuxiu dan membawanya masuk di sekte Bulan putri..” ucap Mei yang menjawab pertanyaan Dea
“Hm dia sudah mencapai impiannya yah” ucap Dea sambil mengingat masa lalu, lalu Shin datang dan mengatakan bahwa air untuk mandi telah siap
Setelah dia selesai mandi, datang adiknya yaitu Yanxui Ki Hua “Kakak.. adikmu datang!!” teriaknya yang memanggil kakaknya
“Berisik..” ucap Dea yang malas melihat adik nya datang
“Hehe.. hm kakak kau mendesign ulang paviliunmu..” tanya nya yang melihat perubahan dari paviliun kakaknya
“Yah lebih bagus dari pada sebelumnya..!!” ucapnya menambahi “Apa kakak tau bahwa rubah itu mengincar paviliun ini?”
“Maksud mu wanita yang menyebalkan itu..?” tanya nya membalas pertanyaan adiknya
“Yah dia..!! eh tunggu apakah dia sudah mencari masalah dengan kakak.. wah hidupnya di ambang kematian.. haha” ucap Yanxui yang menertawakan kehidupan Lei Fang’er berada di ambang kematian
“Apakah ibu buta karena memilihnya untuk menjadi pasangan kakak” ucap Dea yang meremehkan penilaian ibunya karena memilih wanita seperti Lei Fang’er untuk kakak laki-laki
“Sudalah abaikan rubah itu... aku datang kesini untuk mengajak kakak jalan-jalan” ucapnya mengatakan tujuan nya datang ke kemar kakak nya
“Jalan-jalan..?” tanya Dea dengan wajah datar
“Hm yah...” Yanxui yang menjawab sambil mengangkukan kepalanya, di saat Yanxui melihat bahwa kakak perempuannya sedang mempertimbangkan dia merasa senang karena setelah sekian lama mereka berdua akan pergi jalan-jalan tanpa kakak laki-lakinya yang menyebalkan
Di saat Yanxui tengah senang, dengan ekspresi dingin Dea berkata “Kau tidak berlatih..?” Yanxui tersedak mendengar pertanyaan kakaknya, itu karna dia sangat benci dengan sekte, tetapi mengingat bahwa ini adalah hari libur dia mempunyai alasan
“Latihan bertarung..??” tanya Dea yang berhasil memojokan adiknya
“E.. eh.. i itu..”
“Huh.. kau tidak boleh malas latihan..” ucap dea menasehati adiknya
“I.. iya..” jawab Yanxui yang kecewa mendengar pekataan kakak perempuannya, mungkin dia menyadari bahwa kakaknya tidak ingin jalan-jalan
Dea yang melihat adiknya kecewa menghela nafasnya dan berkata “Hh.. ayo”
“Eh..” Yanxui terkejut dengan apa yang di dengarnya
“Hanya untuk hari ini.. besok kau harus rajin berlatih” ucap Dea menambahkan untuk mengiakan permintaan Yanxui tetapi Dea memberikan syarat bahwa mereka harus pergi dengan kereta kuda biasa
“Yey.. kalau begitu aku akan siap-siap dulu yah.. hihi” melihat tingkah adiknya, membuat Dea tersenyum tak berdaya, lalu dia terdiam dan kembali lagi dengan ekspresi wajah yang dingin, bahkan lebih dingin lagi
Setelah sarapan Dea mulai memilih pakaian yang akan dia pakai untuk jalan-jalan, dia memilih hanfu yang pendek selutut dengan tangan panjang berwarna hitam dengan bis emas dan merah, tak lama kemudian adiknya Yanxui datang menjemputnya
Adiknya memakai hanfu berwarna hitam dengan bis emas
Di luar istana suasananya sangat ramai, penuh dengan orang-orang yang berbeda dengan tempat Dea dulu, Dea kemudian mengingat bahwa sekitar tiga hari yang lalu tidak seramai ini, karena penasaran dia bertanya pada adiknya “Oh ini karena ada festival kerajaan, maka dari itu aku mengajak kakak untuk jalan-jalan hehe” jawab Yanxui
Mengetahui bahwa ada festival di kerajaan Dea berpikir bahwa akan ada perjamuan di istana, tetapi dia tidak berniat untuk hadir, itu karena dia malas dengan acara ramai seperti itu, karena pasti ada rubah yang menjilatnya
Dea pikir bahwa perjamuan istana hanyalah tempat berkumpulnya orang-orang yang licik dan tempat untuk memamerkan kekayaan dan menjual tubuh, untuknya itu sangatlah tidak berguna
Memikirkan itu membuat Dea kesal, untuk menghilangkan kekesalannya dia mengajak adiknya ke kedai yang dia lihat, melihat bahwa ada tempat yang sangat ramai, kemudian dia bertanya pada adiknya tempat apa itu karena dia tidak tau tempat apa itu
Walaupun Dea sudah berkeliaran keliling kerajaan selama dua hari setelah dia sampai
Tapi dia belum melihat semuanya, karena itu dia penasaran tetapi Yanxui tempat apa itu, kemudian dia bertanya pada salah satu yang mengantri, tenyata itu adalah tempat makan, melihat bahwa sangat ramai dia berpikir bahwa makanan di situ pasti sangat enak
Mereka memutuskan untuk makan di situ, melihat ada wanita cantik yang berdiri dipintu, pelayan berpikir bahwa dea adalah bangsawan karena melihat pakaian yang dipakai oleh Dea dan mendatangi mereka untuk melayani, “Selamat datang nona.. apakah nona ingin memesan kotak atau makan di lantai satu” ucap pelayan yang menghapiri Dea
“Hm kotak VVIP di lantai atas..” muncul suara dari belakang Dea membuat pelayan itu terkejut, kemudian muncul seseorang dari belakang Dea, yah orang itu adalah Yanxui yang memesan menggantikan Dea, kakaknya karena dia ingin kakaknya tidak terusik dengan yang lain
Setelah tersadar dari keterkejutannya “Oh.. tunggu sebentar nona dan tuan” katanya dan segera pergi untuk mamanggil manajer tempat itu. Kemudian pelayan tadi kembali dan membawa manajer