The Lost Of Power

The Lost Of Power
25. Latihan Tanding




“Apa t.. tapi kenapa.. bukankah ada ayah kau kan bisa melawannya lagi pula dia hanyalah seorang perempuan..” ucap Liang Shuyan dan lagi lagi di potong oleh ayahnya sambil berteriak



“Dasar bodo..!! Yang Mulia bukanlah gadis biasa..!! identitasnya lebih terhormat dari pada status Tuan putri ini, kalau kau mencari masalah dengannya keluarga kita akan lenyap seutuhnya dari muka bumi ini... selama masih ada dia, kerajaan Laurenzhi akan tetap menjadi yang tekuat dan juga dia sangat lah kuat bahkan kultivasinya lebih tinggi dari pada ayah, jika aku melawannya sekarang aku pasti akan mati..!”



“Hah.. kenapa bisa...” tanya Liang Shuyan yang bingung



“Bukankah tadi ayang sudah bilang.. tuan putri dikirim keluar untuk belajar sejak masih kecil..” ucap Jendral Liang



“I.. iya lalu...”



“Tuan putri.. dia dikirim di benua Arck” ucapan Jendral Liang mengejutkan Liang Shuyan



“A.. apa benua Arck..!! Bukankah itu adalah benua yang paling kuat..” Liang Shuyan kaget bahwa Lan Xiadea berasal dari benua yang memiliki peringkat teratas sebagai benua yang terkuat



Benua Arck, benua yang hanya memiliki lima kerajaan saja, yaitu Hei, Lanrya, Bai, Hunwa dan yang menjadi teratas adalah Pheonix yang menjadi tempat dari akademi yang menjadi sorotan dunia



Akademi XY, memiliki sistem yang sangat berbeda dari yang lain tetapi memiliki satu persamaan bahwa yang terkuatlah yang ada di atas



“Tetapi bagaimana bisa Tuan Putri ada disana” ucap nya lagi



“Bukan hanya berasal di sana tetapi juga merupakan murid teratas dari akademi XY..” ucap nya lagi yang membuat Liang Shuyan lebih terkejut



“A.. apa.. dia adalah salah satu murid di sana? Terlebih lagi adalah murid teratas.. ba bagaimana mungkin..!!”



Akademi XY, sekolah yang sangat terkenal dengan murid-muridnya yang sangat berbakat dengan tingkat kelulusan tes masuk dibawah 10%, dan sangat sulit untuk masuk disana, hanya anak-anak yang memiliki bakat luar biasa yang bisa masuk kesana



“Maka dari itu jangan mencari masalah dengan nya.. Jika tidak kau akan mendapat akhirnya.. “ ucap Jendral Liang menasehati putranya



Mendengar penjelasaan dari ayahnya Liang Shuyan akhirnya mengerti



Dia mengerti bahwa selama masih ada Dea tidak ada yang boleh mengusik keluarga kekaisaran.. tetapi masih ada satu hal yang tidak dia mengerti “T.. tetapi kenapa ayah takut padanya, memang benar bahwa wanita itu sangatlah kuat, tetapi bukankah dia hanyalah seorang murid saja..? Kenapa harus takut..?”



“Ada satu hal yang tidak bisa ayah beritau, kalau sampai hal itu tersebar mungkin saja kekaisaran ini akan runtuh dalam satu malam.. Intinya sampai putri mengizinkan, aku tidak bisa memberitauhkannya.. karena itu lebih baik ikuti saja apa yang kukatakan..?” jawab Jendral Liang lalu dia menghusir putranya dari ruang kerjanya



Meninggalkan kediaman Jendral Liang, Dea yang menjadi pembicaraan saat ini tengah memandang langit malam dari kediamannya



Sesampainya dia di istana dia langsung menuju Pavilunnya, entah apa yang di pikirkannya



Dia menatap langit dengan ekspresi yang menyedihkan.. mengingat apa yang terjadi tadi membuatnya naik darah



Untuk melampiaskan kemarahanya di mengeluarkan auranya sebanyak sepuluh persen



Yanzhi Zhuxiu dan Yanxui Ki Hua yang masih memikirkan saudara perempuanya, datang ke kamar Dea untuk melihatnya, tanpa di duga mereka merasakan aura yang sangat kental dari kamar Dea



Mengira bahwa itu adalah master yang datang menyusup beberapa hari yang lalu membuat Yanzhi khawatir akan adik perempuannya “Aura ini.. jangan-jangan..” dengan cepat dia berlari menuju kamar adiknya




Semakin dekat dengan kamar Dea, mereka merasa semakin sesak di dada, tidak bisa bernafas dengan baik, walau sudah menggunakan aura mereka untuk menahan aura yang kental itu, tetapi tidak seberapa, hanya bisa menjaga mereka agar tetap sadar



Dengan nafas yang masih terenga-engah mereka mendorong pintu kamar Dea dengan keras, sekejap rasa tertekan yang di rasa, menghilang seperti tidak pernah ada



Keduanya tidak melihat siapa-siapa selain De di dalamnya membuat Yanzhi dan Yanxui kebingungan



Dia saat mereka melihat Dea yang tengah ada di berandanya meraka berniat ingin menghamirinya “De dea ternyata kau baik-baik sa..” tepat sebelum Yanzhi menyelesaikan perkataanya, dia terkejut melihat adiknya yang sempat meneteskan air matanya..



Keduanya bergitu terkejut.. sejenak mereka lupa tentang aura tadi



Begitu merasakan adanya seseorang mendekat ke ruangannya membuat Dea terkejut, bertepatan dengan kedua saudaranya membuka pintu kamarnya, Dea langsung menarik kembali auranya



Merasa bahwa ada yang basa di pipinya, Dea berpaling dari kedua saudaranya kemudian menghapus air matanya



“K.. kakak a.. apa yang terjadi..? kenapa menangis..?” tanya Yanxui, mendangar adiknya bertanya, Dea lalu berbalik menatap kedua saudaranya kemudian berkata



“Hm..” sambil menggelengkan kepalanya “Tidak apa-apa..?” dengan ekspresi menahan agar tidak menangis atau tersenyum



Semetara itu Yanzhi hanya diam dan memikirkan sesuatu “Pasti ada yang tidak beres..”, di saat dia ingin bertanya dea memotong



Melihat bahwa kedua saudaranya memakai aura, Dea pun bertanya, dengan kepala yang di miringkan “Ada apa dengan kalian, kenapa memakai aura...?”



Mendengar perkataan Dea keduanya sadar bahwa mereka masih memakai auranya “Ah.. i iya.. Dimana dia..” tanya Yanzhi yang mengingat tujuan mereka dengan cepat datang menerobos masuk



Dea yang sepertinya mengerti dengan pertanyaan kakaknya, berpura-pura polos dan bertanya balik “Hm.. ‘Dia’.. apa maksudmu kak” ucapnya yang berbohong



“I.. itu yang memiliki aura tadi..” tanya Yanzui lagi



“Aura..? Sejak tadi aku tidak merasakan aura siapapun keculi aura kalian berdua.. mungkin kalian salah..” ucap Dea yang berbohong



“A.. apa itu tidak mungkin..” guman Yanxui



“Hm sudahlah.. selain itu, apa tujuan kalian datang ke sini..? Kalian datang kesini bukan hanya karena aura itu kan” ucap Dea yang mengalihkan perhatian kedua saudaranya pada hal lain



KemudianYanxui menjawab.. “Oh itu kami kesini untuk melihat keadaan kakak, kami khawatir padamu..”



Sementara itu Yanzhi hanya diam, dia memilih utuk duduk. “Hm.. kan aku sudah bilang bahwa aku baik-bauk saja.. tidak usah khawatir tantang ku, lebih baik khwatirkan dirimu..” ucap Dea yang malah menghawatirkan adiknya



“?!!” Yanxui yang bingung dengan apa yang harus di khawatirkan oleh nya sekejap teringat.. itu tentu saja masalah tentang apa yang terjadi malam ini pasti telah di dengar oleh sang Ratu, dan pastinya dia akan mendapat hukuman dan akan di omeli



“Ah..!! Tamatlah aku..” melihat adik laki-lakinya mengatakan hal itu membuat Yanzhi diam-diam tersenyum, dia senang melihat adik laki-lakinya menderit, menurutnya hal itu adalah kesenangannya



Itu sering terjadi sejak keduanya masih kecil, mereka memperebutkan Dea