The Lost Of Power

The Lost Of Power
148. Yanzhi Meledak Karena Marah




“Apanya yang bukan pangeran.. Aku adalah Pangeran Hu Zhong Qi, tertampan kedua setelah Yanzhi dan saat ini pun aku tetap seorang pangeran..” ucapnya dengan begitu bangga



Xiao’ru ingin membantahnya, ingin sekali rasanya untuk memukul tapi sekumpulan siswa wanita, lewat.. mereka bahkan merona melihat pria yang ada di sampingnya..



Hu Zhong Qi adalah pangeran mahkota dari kerajaan Aun, dengan kata lain adalah saudara sepupu dari Hu Wen.. Hu Wen, dia bukanlah seorang putri dari kaisar, dia hanya seorang putri dari adik kaisar kerajaan Aun



Kerajaan Aun adalah salah satu dari empat kerajaan besar yang ada di benua timur, kekaisaran Aun.. ibu dari kaisar Aun adalah saudari kesayangannya



Dia sangat berjasa bagi kekaisaran sehingga di beri gelar sebagai Ratu Xihe.. ini berbeda dengan Permaisuri.. dari semua saudara-saudari dari kaisar, hanya Ratu Xihe yang di beri gelar setara dengan permaisuri dan juga kekuatan militer.. ini membuat Hu Wen menjadi arogan karena kekuatan ibunya



Jujur saja Hu Zhong Qi tidak menyukai Hu Wen ini.. walau dia sangat menyukai dan menghormati bibiknya, tapi tidak dengan sepupunya ini..



Sering sekali sepupunya ini datang dan mengganggunya karena tau bahwa dirinya dekat dengan Yanzhi Zhuxiu, pangeran Laurenzhi,



Ini semakin menjadi-jadi karena dia mengetahui bahwa Yanzhi sedang memilih calon tunangannya.. dia merasa bahwa ini adalah kesempatan baginya, dia meminta pada pamannya, Kaisar Aun tapi saat mengetahui bahwa dia bukanlah satu-satunya kandidat, sikapnya menjadi kasar..



Dia selalu mencoba meninyingkirkan kandidat lainnya dengan mengirim pembunuh bayaran dengan diam-diam



Jujur hal ini sangat menguntungkan bagi Yanzhi karena dia dengan senang hati membatalkan pertunangannya, tapi Yanzhi juga menjadi risih karena menyebarkan dirinya dan Hu Wen adalah pasangan yang di takdirkan.. untung saja Lan Xiadea datang dan semuanya bisa di atasinya



Dengan adanya Dea yang akan menyingkirkan orang yang membuatnya risih, semuanya menjadi lebih baik.. Yanzhi sangat menyayangi Dea dan akan mengabulkan semua yang di minta seperti rumor yang beredar



Memikirkan hal ini Hu Zhong Qi berpikir apa benar bahwa sahabatnya itu adalah orang seperti itu..



Di saat dia larut dalam pikirannya, semua orang mulai berlari dan menjadi riuh.. karena ingin tau apa yang sedang terjadi, keduanya menangkap salah satu yang seperti tergasa-gasa



“Ada apa ini.. kenapa kalian sepertinya sedang terburu-buru?” tanya Hu Zhong Qi



Orang yang di tanya mereka, lupa dengan siapa orang yang menahannya, dan bersikap tidak sabaran saat menjawab “Kalian tidak tau? Putri Hu Wen saat ini sedang melawan seorang adik perguruan karena mendindas orangnya..”



Hu Zhong Qi yang mendengarnya menjadi sedikit kesal “Apa? Hu Wen?” ini membuat orang itu tersadar dengan orang yang berbicara dengannya.. oh ayolah itu adalah Hu Zhong Qi salah satu peringkat Bulan atas.. kini nyalinya menjadi tipis



Xiao’ru menjadi kesal dengan sikap Hu Zhong Qi yang membuat orang yang mereka tanyai menjadi takut dan bertanya dengan nada yang tenang agar orang itu menjadi sedikit tenang “Siapa adik perguran itu?” tanyanya



Nadanya yang ramah membuat orang itu sedikit tenang.. dia kira dia akan menjadi abu dengan cepat “I.. itu.. saya tidak tau.. tapi mereka mengatakan bahwa adik seperguruan itu adalah wanita yang menutup wajahnya dengan cadar”



!!!!



Hu Zhong Qi tau kalau Xiao’ru akan pergi menuju Yanxui, dia kemudian menatap orang tadi dengan tajam dan bertanya dengan jelas pada orang itu apa yang sebenarnya terjadi, dan orang itu menjawabnya dengan penuh ketakutan



Setelah mendengar apa yang terjadi, dengan tergesa-gesa pergi menuju ruang di mana Yanzhi berada,..Yanzhi yang pada saat ini sedang fokus-fokusnya berlatih, di kejutkan dengan teriakan sahabatnya yang datang dengan tergesa-gesa



“Yanzhi! Yanzhi!”



Dengan itu dia menghentikan aktivitasnya dan bertanya dengan kesal dan sedikit candaan saat dia melihat sahabatnya itu “Ada apa denganmu, apa kau mau seluruh sekte mendengar teriakanmu itu.. jika kau berteriak memanggil namaku, namaku akan terkikis”



“Ini bukan waktunya untuk bercanda!!” kata Hu Zhong Qi dan sedang mencoba menarik nafasnya dalam-dalam.. kemudian dia menceritakan apa yang di dengarnya



Mendengar apa yang terjadi dengan adik kesayangannya, tanpa sengaja kekuatannya meledak, membuat tanah sekitarnya hancur, ini membuat Hu Zhong Qi menelan ludah kasar



“Ayo kita pergi.. jika sehelai rambut Meimei-ku ada yang jatuh, aku akan meminta kerajan mu dan keluarga bangsawan Chan bertanggung jawab” Hu Zhong Qi yang mendengarnya tau bahwa ini bukanlah candaan



Di sisi Yanxui, juga sama, dia menghancurkan tempat yang di dudukinya karena kemarahan yang meledak.. “Berani sekali orang rendahan seperti mereka ingin menyakiti Jie-ku, akan ku hancurkan mereka semua” ucapnya dan kemudian pergi



Dari ucapan keduanya, mereka membalikan kata-kata Chan Bai Rin dan Hu Wen yang di lontarkan untuk menghina Dea pada keduanya..



\----------


Hu Wen merasa senang karena mungkin sekarang Dea sudah terkapar tidak berdaya saat ini.. ini membuat Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu, berteriak memanggil Dea dengan penuh kecemasan



Itu juga yang di rasakan oleh Luo Hong San.. dia ingin segera berlari menemui Dea, tapi tidak dengan Xu Hei Fuyan..



Di sisi lain Hu Wen, Mu Zhinghai, Chan Bai Rin dan pengikut mereka tertawa dengan bahagia.. “Haha.. ini adalah akibat karena tidak mendengarkan ucapanku.. haha” ucap Hu Wen dengan senyum sinisnya



Selesai dia berbicara, Luo Hong San berkata “Apa yang kau lakukan, dalam peraturan sekte tidak bisa membunuh sesama seperguruan” ucapnya yang dengan perasaan yang tidak bisa di jelaskan.. bahkan dirinya sendiri merasa bingung



Terlihat bahwa Chan Bai Rin berdecit kesal karena Luo Hong San jelas-jelas sedang membela Dea, sedangkan Hu Wen memperhatikannya dengan tajam “Ini bukanlah urusanmu pangeran Luo.. ini kulakukan untuk menghukum seorang rakyat biasa yang tidak mendengarkan ucapan sang Putri ini” ucapnya dengan nada angkuh



Orang-orang yang ada di belakangnya tertawa mendengar ucapan Hu Wen karena menganggap itu sebagai hinaan untuk Dea



Zhao Yinxu tidak tahan dengan tawa yang mereka kuarkan membuatnya ingin menghadapi mereka.. selama ini hanya Dea yang berbuat baik kepada mereka.. melihat mereka yang masih saja tertawa di saat Dea menderita membuat keduanya naik darah



***Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak ya***..


***Faforit***...


***Comment and Like***