
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Hatinya tidak tenang, membuatnya tidak layak sebagai seorang ibu.. dia pam betul dengan hal itu, dia sangat ingin memperbaiki hubungan ini, tetapi mungkin sudah terlambat baginya...
Yanzhi Zhuxiu juga tidak sama baiknya saat ini.. dia juga sama seperti sang ibu, memikirkan hal ini...
Lan Xia Dea saat ini yang berada di kediamannya, tidak tau dengan apa yang di pikirkan oleh sang Ratu dan tidak peduli dengan yang di pikirkannya...
Tidak ada yang salah dengan ucapan Dea yang mengatakan bahwa dirinya memanglah iri dengan Lei Fang’er.. itu juga lah yang terjadi di negara Phoenix
Di saat dia melihat adanya sebuah keluarga yang begitu protektiv terhadap anaknya, dia akan iri.. berpikir kenapa itu tidak terjadi padanya...
Di awal dia memasuki negara Phoenix, setiap melihat keluarga yang seperti itu, dia akan berlari menuju gerbang masuk, sangat berharap bahwa ibu atau sang ayah akan menjenguknya atau menantikan setiap surat yang di terimanya
Tapi, berapa kali harapannya hancur, berapa kali hatinya kecewa... tidak pernah sekalipun mereka menjenguknya.. tidak ada surat yang di terimanya
Dan di saat dia sudah berhenti berharap, sebuah surat datang, dan itu berasal dari Yanzhi, kakaknya
Melihatnya, bukannya senang, Dea malah langsung merobeknya ataupun membakarnya.. di saat ada orang-orang dari Laurenzhi datang, dia berusaha untuk menghindarinya
Serasa tidak ingin berhubungan dengan Laurenzhi.. baginya keluarganya hanya memberikan kenangan yang buruk padanya...
Berapa kali Dea harus menderita di setiap malam, terbangun oleh mimpi buruk dan menolak untuk tidur kembali dan berakhir dengan pil tidur setiap malam. Kadang untuk menghindari agar tidak tertidur, dia harus menumpaskan darah... itu adalah saat-saat yang paling menyiksanya
Akhirnya dia bisa menghentikan kebiasaannya itu deng dengan hadirnya Lan Xin Yuezhi, dia memberikan kebahagian pada Dea sehingga Dea melupakan kenangan buruknya itu
Tapi dia jugalah yang menambah kenangan buruk padanya, membutnya dua kali lebih tersiksa sekarang..
Dea yang berada di dalam kediamannya, menyuruh aggar semua orang untuk menjahuinya setelah sampai, kini dia sendirian dia paviliunnya
Dia membersihkan dirinya dan segera berbaring untuk tidur..
Malam ini dia tidak tidur dengan nyenyak.. keringat dingin membasahi tempat tidurnya.. dengan helahan nafas yang tidak beraturan, Dea bangun dari tidurnya
Dia meringuk di atas tempat duduknya megang kepalanya seraya menutup matanya.. perlahan air mengalir di pipinya, dia akhirnya membuka matanya
Kerena tidak ingin tersiksa lebih lama lagi, dia berbalik dan mengacak meja riasanya, di ambilnya sebuah porselin kecil yang berisi pil tidurnya.
Entah karena kelelahan atau kerena kejadian barusan terus teringa-ingah di kepalanya, membuatnya lupa untuk memakan pil tidurnya.. apa yang di lihatnya tadi membuatnya merasa akan berpimpi buruk pada malam ini
Di bukanya porselin kecil itu tapi tidak tidak terlihat satu pil pun di dalamnya.. dia sekali lagi memegang kepalany yang sedikit berdenyut sakit
Dia kemudian memegang gelangnya... di gelangnya itu tergantung sebuah cincin yang cantik, di pengannya itu sebentar, dia menutup mata untuk merasakannya..
Setelah sekian lama dia membuka matanya, tidak menemukan apa yang di carinya..
Dia berdiri dan di ambilnya sebuah gulungan dari raknya, menggigit ibu jarinya hingga berdarah dan di olehkannya di gulungan yang di bukannya.. di gulungan itu hanya berisikan sebuah tulisan kuno, bentuknya menyerupai mantra
Hanfu hitam dengan bis emas di pinggangnya dan sulaman bunga emas di pakaian, yang pendek sepaha, dengan lengan yang panjang, serta sebuah kantung kecil di pahanya, dengan sebuah sepatu tali yang belum pernah terlihat di Laurenzhi
Dea tidak melakukan apa-apa pada rambutnya, tetapi penampilannya yang sekarang sungguh memikat.. Dea tidak memakai cadarnya sekarang, berpikir bahwa tidak akan ada orang yang melihat
Dia berjalan menuju beranda... sebelum pergi dia mengangkat tangannya, di arahkan pada sebuah pajangan senjata di sampingnya, seketika sebuah pedang datang terbang mendekatinya
Dia melemparkannya ke lantai dan di naikinya.. kalau ada yang melihat ini, mereka pasti akan berpikir bahwa mereka telah melihat seorang sage... hanya seorang sage yang dapat menggunakan terbang menggunakan pedang, dan itu pastilah seorang senior di tingkat kultivasi, mungkin levelnya di sekitar level 70-80, yang artinya di tingkat Roh dan tingkat Menyentuh Langit...
Dengan itu Dea melesat keluar dari kediamannya, menujuh hutan sebelah barat dengan kecepatan minimum.. sebelumnya dia sudah meminta Wu Chengru untuk mencarikan sebuah hutan yang pengujungnya bisa di hitung dengan jari
Dengan cepat Wu Chengru menjawab itu adalah hutan sebelah barat.. hutan kematian “Tetapi itu adalah hutan yang sangat berbahaya, mereka menyebutnya hutan kematian bukan tanpa alasan... itu karena tidak pernah ada orang yang berhasil keluar dari sana ketika masuk, ada yang bilang bahwa itu adalah tempat di mana banyak hewan spiritual berbahaya tinggal..” ucap Wu Chengru memperingati
Dea yang mendengarnya, menggulungkan senyum jahat.. “Hm~.. sepertinya menarik..” ucap Dea dengan senyum misterius di wajahnya, itu tanda bahwa dia memiliki sesuatu di kepalanya
Tapi tidak begitu dengan Wu Chengru, dia panik ketika dia hanya mendengar Dea mengatakan bahwa itu menarik baginya... ini tidak masuk akal menurutnya... yah tapi itu tidak ada gunanya, perkataan Dea tidak bisa di bantah dan pikirannya tidak bisa di tebak, kini Wu Chengru menghela nafasnya
‘Berbahaya’ mendengar ini, Dea merasa geli di hatinya.. oh ayolah.., hal itu tidak lepas dari Dea selama berada di akademi XY.. tidak ada satu hari pun menjadi hari yang tenang, setiap harinya, akan berada di dalam bahaya.. mendengar bahwa itu hutan yang berbahaya, dia ingin mengujinya
Dan pada saat ini, kesempatan itu datang.. pada saat ini pil tidurnya telah habis, dan satu-satunya cara agar dia bisa lepas dari malam ini, itu adalah dengan memburuh, melampiaskan ***** darahnya.. mendengar bahwa ini adalah hutan berbahaya, dia ingin mengets seberapa berbahayanya itu dengan bahaya yang setiap hari di rasakannya
Dea, dia berpikir bahwa tidak ada yang lebih menakutkan dari pada kenangan buruknya, dan tidur memperburuknya.. dari pada harus tidur tanpa pil dan melihat mimpi buruknya, lebih baik dia berburuh...
Kini dia telah sampai di hutan sebelah barat, hutan ‘Kematian’.. dia memperhatikan hutan itu sekejap, dari luar dapat terdengar suara amukan binatang spiritual.. Dea menggulung senyumannya sesaat
Dia kemudian memperhatikan sekitar dan merasa bahwa tidak ada orang di sekitar, dia membentuk pola tangan dan berkata “..Ashid duo..!!” sebelum dia masuk kedalam, seketika muncul mantra di bawah kakinya
Dea membuka matanya dan merasakan kekuatan mengalir dalam tubuhnya.. Ini dia.. ini adalah kekuatan ku yang sebenarnya, batinnnya, senyum muncul di wajahnya, dia kemudian melangkahkan kakinya masuk kedalam hutan...
Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca... jangan lupa tinggalkan jejak Yah...
Favorit...
Comment dan Like...