
Lan Xia Dea mengabaikan pandangan mereka dan menunjuk tempat duduk yang berada di paling belakang.. itu tempat duduk Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu
Orang-orang melihat kemana itu, dan melihat bahwa itu tempat duduk mereka berdua.. mereka ingin menghentikannya, bahkan guru Sun tidak setuju dengan itu
Dia harus memperlakukan Dea dengan baik, atau Pangeran Yanzhi Zhuxiu dan Yanxui Ki Hua, akan datang dan mengacaunya, belum lagi dengan hal yang lain.. ini pasti alasan kenapa kepala sekte begitu hormat padanya
Dengan memikirkan hal itu saja, sudah membuatnya sedikit merinding, tapi Dea tatap bersikeras untuk duduk di sana
Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu menatap Dea dengan sedikit bingung juga senang.. mereka melihat Dea berjalan menuju meja mereka
Mereka berdua juga terkejut dengan pilihan Dea yang memilih untuk duduk bersama mereka di banding dengan Chan Bai Rin
Dea tetap santai seperti biasa, dia berjalan melewati semuanya dan mengabaikan pandangan orang-orang padanya
Chan Bai Rin, kesal.. dia memang tidak menyukai usulan guru mengenai Dea yang akan duduk berseberangan dengannya... tapi penolakan Dea jelas-jelas membuatnya tersinggung.. ini membuat harga dirinya jatuh
Dia memperhatikan Dea yang berjalan mendekati meja Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu dengan mata yang membara.. kebenciannya sangat terpancar dari matanya, membuat teman yang ada di samping, belakang dan depan merasa tidak nyaman karena ketakutan
Awalnya mereka penasaran, semua mata tidak lepas dari Dea, mereka bingung ketika melihat Dea tiba-tiba berhenti
Walau dengan cadar yang menutupi sebagian wajahnya, mereka semua yang ada di sana, dapat merasakan keanggunan dari tatapan nya
Seketika mereka terkejut dengan penyataan Dea.. itu artinya, Dea mengenal Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu
Setelah sampai di depat tempat duduknya, di balik cadar yang tipis itu, Dea tersenyum ringan “Hai.. kita bertemu kembalii, terimakasih untuk yang tadi..” ucapnya
Semua orang terpenganga melihatnya
Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu juga terkejut kerenannya.. dengan canggung mereka melihat kearah Dea “Ti tidak apa-apa..” ucap mereka
Mata mereka memerah.. Dea yang melihatnya, tau bahwa keduanya, habis menangis.. itu alasan mata keduanya memerah..
Dea melihatnya.. mereka habis menangis tapi senyum yang tulus ada di wajah keduanya.. walau sedikit canggung, tapi itu senyum yang tulus.. hanya saja, di senyum itu, jejak kesedihan masih terasa
Dea melihat keduanya, merasa sedikit tidak asing, dia merasa sedikit akrab ketika melihat tatapan mereka dan setiap dia mendengar suara keduanya.. itu terdengar tidak asing di telinganya.. dia menatap keduanya dengan tatapan menyelidik..
“D.. Dea kau mau duduk di mana.. di sebelah sini atau..” tanya Zhao Yinxu.. dia mengangkat suara ketika melihat Dea yang hanya diam saja seperti memikirkan sesuatu
Dea tersadar ketika mendengarkan perkataannya.. dengan cepat, dia memilih untuk duduk di dekat jendela
Dea memilih tempat mereka, bukan hanya kerena mengenal keduanya, tapi karena tempatnya berada dekat dengan jendela.. tempat duduk yang ada di samping Chan Bai Rin, terletak di tengah dan tidak ada jendela didekatnya
Dea suka berada dekat dengan alam, lebih tepatnya berada di tempat yang memiliki udara yang segar... bangunan kelas mereka memiliki dua tingkat, dan kelas mereka ada di tingkat dua
Karena kelas mereka berada di lantai dua, pastinya, arus angin lebih terasa di sana, dan tempat duduk Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu lebih dekat dengan jendela, yang artinya lebih dekat dengan alam.. kerena itu dia memilihnya
Dea segera duduk dan pelajaran di mulai..
Semua mata masih saja memandangnya.. cahaya masuk dan menyinari Dea.. membuatnya terlihat sangat cantik, indah di pandang
Walau dengan cadar di wajahnya, ecantikannya masih terasa... sungguh pemandangan yang baik untuk mata
Di sisi lain, Chan Bai Rin tengah kesal dengan semua perhatian yang menurutnya, seharusnya dia nikmati, di ambil oleh Dea.. bahkan pria yang di sukainya, juga melirik ke arah Dea.. ini membuatnya ...
Ding...
Pelajaran pertama telah selesai.. dari awal sampa akhir pelajaran, Dea habiskan dengan melihat keluar... dia tidak meperhatikan apa yang di sampaikan oleh guru mereka.. dia bahkan sempat merundukan kepalanya seperti sedang tertidur
Itulah yang di lihat oleh Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu, seperti sekarang, melihat Dea yang matanya terus memandang keluar, bahkan setelah guru mereka keluar dan jam istirahat datang..
Mereka tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya, dengan ragu-ragu mereka menegurnya “De.. Dea” itu membuat Dea tersadar dan membalikan diri untuk menatap keduanya
Keduanya melihat tatapan Dea, keberanian mereka turun.. dari tatapannya mereka bisa merasa bahwa itu sangat dingin dan tajam..
Jangan salahkan Dea.. dia melihat keluar dengan pikiran yang entah kemana, ketika mendengar ada yang memanggil namanya, membuat pikirannya buyar.. tanpa sadar dia menjadi sedikit jengkel
Ingat, Dea memiliki emosi yang buruk, jika dia jengkel sedikit saja, emosinya akan naik, seperti sekarang ini...
Sadar bahwa tetapannya menindas mereka, Dea menurunkan matannya
Keduanya, setelah melihat tatapan Dea, jadi mengurunkan niatnya.. pada saat itu Dea merasa bersalah dan ingin memulai percakapan, tapi ketika dia merasakan kehadiran yang menatapnya, dia memalingkan wajahnya dan melihat orang itu
Dia melihat ada seorang pria yang tengah menatapnya.. dia adalah orang yang menatapnya pada saat berdiri di depan, orang itu juga memiliki energi yang sama dengan orang yang mengintipnya pada saat mengunjungi perguruan terakhir kali
Pandangannya menjadi tajam dan dingin kembali menatap orang itu... kehadiran seseorang membuat pendangan itu buyar.. Dea memalingkan wajahnya dan menatap keluar lagi
Orang yang menghalangi pandangan keduanya adalah Chan Bai Rin dan gengnya, mereka datang menghampiri Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu, mereka datang dengan niat jahat.. dengan pandangan mengejek, mereka melihat kearah keduanya
Dea, walau pandangannya menghadap kearah lain, dia kini masih bisa merasakan bahwa, Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu, mereka tengah ketakutan.. itu membuatnya sedikit penasaran dan menengok sedikit kearah itu dan memang benar
Dia melihat keduanya tengah merunduk di bawah Chan Bai Rin.. tidak ada yang membantu keduanya.. teman-temn yang di bawah oleh Chan Bai Rin melihat keduanya dengan tatapan mengejek, sedangkan yang masih berada di kelas, hanya mengabaikannya dan mengagapnya angin lalu saja
***Note : Hai semunya.. Maaf yah beberapa minggu terakhir, thor gak up.. maaf.. maat sekali.. mungkin untuk kedepannya thor juga bakal jarang up... mudah-mudahan para pembaca belum pada lari yah***..
***Terimakasih kerena sudah membaca.. jangan lupa yah***..
***Faforit***..
***Comment and Like***..