The Lost Of Power

The Lost Of Power
145. Gadis Jalang?




Dia berpikir siapa yang berani-beraninya melukai Jie kesayangannya “Jiejie, siapa yang berani melukai mu..” ucapnya dengan marah..



Tapi siapa sangkah, Lan Xiadea menjawabnya dengan nada yang dingin dan singkat.. “Aku” jawabnya.. mendengar jawaban ini Yanxui menjadi diam



Tapi dia tetap saja tidak tenang dengan darah yang terus menerus saja keluar dari Dea, sehingga dia memanggil melayan dan membalut luka Dea karena Dea menolak untuk menemui tabib



Pelayan itu terus saja membalut luka Dea..



Suasana di sana sangat canggung.. pelayan itu tidak berani berbicara, Yanxui juga sepertinya enggan untuk berbicara, dan Dea sendiri sepertinya memiliki suasana hati yang sangat-sangat buruk



Suasana benar-benar canggung, pelayan yang membalut luka bahkan sampai bercucuran keringat.. itu semua terhenti saat Yanzhi Zhuxiu datang ke paviliun



Dia juga sama terkejut dengan apa yang terjadi pada Dea.. dia melihat Dea yang tangannya di balutkan dengan kain, itu sudah pasti karena terluka bukan



Dengan itu dia mengeluarkan perkataan yang sama dengan Yanxui “Apa ini? Siapa yang melukaimu..”



Dea tidak menyukai kalau mengulang perkataannya, maka dari itu, Dea yang lukanya belum selesai di balut, berdiri dan bergerak masuk kedalam kamarnya “Aku ingin tidur” katanya



Pelayan tadi ingin menghentikannya tapi Dea terus saja melangkah.. semetara Yanzhi menemukan jawaban kalau Dea sedang dalam suasana yang tidak baik



Tapi dia masih ingin mengetahui ada apa.. dengan itu dia meninggalkan ruang tengah itu dan pergi keruangan khususnya..



Yanxui sepertinya mengerti dengan apa yang akan di lakukan kakak laki-lakinya itu



Di dalam ruangan Yanzhi sudah ada tangan kanan Yanzhi..



Melihat bahwa tuannya masuk, pria berpakaian serba hitam itu merunduk, memberi salam padanya “Pangeran.” Yanzhi mengagguk dan duduk di meja kerjanya sedangkan Yanxui berdiri dan bersandar di tepi mendengarkan laporan yang di terima kakaknya ini



Ketika semua laporan sudah selesai, Yanzhi terdiam sebentar kemudian bertanya pada tangan kanannya ini “Apa kau tau apa yang terjadi dengan Dea hari ini” tanyannya



Yanxui yang juga tadinya bersikap acuh, kini menjadi serius



Pria yang di tanyai tidak tau harus menjawab apa.. seingatnya tidak ada masalah yang serius, tapi dia tiba-tiba saja mengingat sesuatu “Sepertinya putri habis berbicara dengan Xiao’ru karena Xiao’ru menyingkirkan seseorang atas perintah putri yang mulia”



Ini jujur sedikit mengejutkan keduanya “Apakah itu pembunuh bayaran yang di sewa untuk menyakiti Jie ku?” tanya Yanxui dengan terburu-buru



Ini membuat orang kepercayaan Yanzhi sedikit tertekan.. sepertinya Yanzhi juga tidak mengehntikan Yanxui karena pertanyaannya sepertinya sama.. dengan terbata-bata pria itu menjawab “S..saya tidak tau.. tapi sepertinya itu, karena saya melihat pergerakan yang di lakukan oleh Chan Bai Rin itu..”



Yanzhi dan Yanxui menjadi murka karena hal itu.. mereka ingin segera menghancurkan orang yang bernama Chan Bai Rin ini serta keluarganya



Mereka tidak tau saja, bahwa tidak ada yang terjadi pada Dea, luka di tangannya di perbuatnya sendiri, dan juga sebenarnya dia marah pada hal lain..



Itu karena dia melihat tanda yang ada pada kalung orang berpakaian hitam itu.. dengan melihat tanda itu, sudah pasti bahwa itu bukan hanya suruhan Chan Bai Rin atau pun sururhan Hu Wen..



Ini pasti terkait dengan mereka yang mencari dirinya.. orang-orang itu, teman-teman Dea.. itu sudah pasti mereka, karena tanda pada kalung itu, berasal dari agen ilegal rahasia negara phoenix, ‘Nue’



\---------


Keesokan harinya... seperti biasanya, mereka masuk dan belajar, mau di luar atau di dalam kelas.. hanya saja pembicaraan mereka menjadi canggung karena Dea yang sepertinya sedang mengalami suasana hati yang buruk..




“Dea apa kau mau berkunjung kekediaman ku..”



“Sudah kuduga kalau kau menyembunyikan kekuatankmu”



“Sejak kapan kau berlatih?”



Dea tidak menjawab pertanyaan mereka dan berdiam diri saja, tapi karena tidak tahan dengan kebisingan dia menatap mereka dengan pandangan dingin pada saat pertanyaan terakhir di lemparkan..



Mereka menjadi diam dan takut dengan tatapan dari Dea yang seakan mau menusuk mereka... suara lonceng menyelamatkan mereka.. itu tanda bahwa guru akan segera datang, dengan gugup mereka berkata “Ah.. ah. Guru sebentar lagi masuk, ka.. kami duduk dulu yah”



Dea hanya menatap kepergian mereka dengan dingin.. di dalam pikirannya ini adalah hari yang buruk..



Melihat semua orang duduk di kursi masing-masing, Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu mendekata pada Dea dan bertanya “Dea apa kau baik-baik saja?”



Dea melihat keduanya sebentar, kemudian memalingkan wajahnya sembari berkata “Tidak apa-apa” Shua Yunru Xi ingin berkata lebih, tapi Guru sudah memulai pelajaran dasar, dengan itu mereka berhenti



Chan Bai Rin tidak hadir hari ini, entah karena alasan apa.. apakah karena dia sakit, atau karena luka yang kemarin dia belum bisa bergerak, atau karena malu saat mengalami kekalahan yang memalukan



Tidak ada yang tau, dan karena hal itu keadaan kelas menjadi sedikit santai..



Luo Hong San yang melihat Dea juga merasa aneh.. “Bukankah kemarin dia menang, kenapa malah merasa buruk hari ini.. seharusnya dia senangkan” pikirnya



\--------


Jam makan siang datang.. Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu ingin mengajak Dea untuk makan bersama..



Cafeteria sangat luas, dan juga tersambung dengan halaman utama sekte Bulan yang juga sangat-sangat luas



Mereka tengah memakan makanan mereka dengan tanang. Sesekali Shua Yunru Xi mencuri pandang pada Dea..



Menurutnya ini aneh.. biasanya Dea akan menatap makanannya dengan lahap, tapi ini tidak.. Dea sepertinya sama sekali tidak fokus ini membuatnya ingin bertanya, tapi pandangan semua orang membuatnya tidak nyaman



Sekumpulan orang mulai mendekat pada meja ketiganya.. “Hai.. Kau Shua Yunru Xi kan?.. dan ini Zhao Yinxu?”



Ini membuat keduanya menatap kearah suara itu.. mereka ada banyak.. pertanyaan mereka yang bertubi-tubi membuat keduanya tidak nyaman..



Lalu tiba-tiba salah seorang lagi menoleh pada Dea, berkata “Ah.. pertandingan Dea yang lebih menarik kemarin..”



“Iya, benar.. tidak ku sangkah ada orang yang bisa mengalahkan Pangeran Luo Hong San dan Pangeran Xu Hei Fuyan, apalagi ini di lawan secara bersamaan..”



“Iya benar.. kau pasti kesulitan melawan merekakan..” kata seseorang yang mencoba sok akrab dengan Dea



Kini Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu tau tujuan mereka bukanlah keduanya, tapi Dea.. sekarang mereka khawatir, tapi bukan pada Dea, melainkan pada mereka..



***Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak ya***..


***Faforit***...


***Comment and Like***