The Lost Of Power

The Lost Of Power
128. Gantungan Giok



\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Orang yang tadi berbicara dengan Yanzhi Zhuxiu juga terkejut.. sekejap mereka langsung berlutut “Salam pada Yang Mulia Putri..”


Lan Xiadea tidak menyukai hal itu dan segera mengatakan bahwa mereka bisa berdiri..


Salah satu dari mereka, yang satu-satunya wanita dallam kelompok itu, memiliki ekspresi yang  aneh.. dia seperti sedang menahan diri


Dea juga memperhatikan wanita itu dengan lekat... “Ru...”perkataannya membuat wanita itu mengangkat wajahnya yang penuh dengan perasaan sedih bercampur senang


Dengan menahan perasaan itu dia berkata “Xi.. Xiao’ru memberi salam pada Putri..” dengan itu akhirnya dia menjatuhkan air matanya


Dea hanya melihatnya dengan senyum santai saja.. ini adalah pelayan pribadi sekaligus teman masa kecilnya...


----------


Di antara perbincangan itu.. mereka menjadi tontonan.. melihat adaya wanita  yang bercadar berbica dengan ramah pada idola mereka Yanzhi dan bahkan tersenyum, membuat orang-orang menjadi penasaran


Dea dapat merasakan tatapan yang  panas di belakangnya kini.


Pembicaraan mereka memang tidaklah dapat di dengar oleh orang lain, tapi membuat orang penasaran karena itu


Begitu pula dengan Chan Bai Rin...


-----------


Brak... terdengar saura seperti orang yang memukul lantai.. “Sial!!” teriak seseorang “Bisa-bisanya membuatku di permalukan begini..” ucap Chan Bai Rin dengan marah...


Sekejap dia teringat lagi dengan tatapan membunuh dari Dea yang sangat menekannya.. dia menjadi takut lagi


Pikirnya pada saat itu jika tetua itu tidak datang, mungkin nyawanya sudah tiada...


Melihat keramaian dia mengikutinya.. di lihatnya Dea yang kini berdiri bersamaan dengan Yanzhi.. perasaan iri muncul.. itu kerena dia melihat Yanzhi yang kini tersenyum


Dia tidak ingin melihat Dea yang dengan senang hati berbicara dengan yanzhi... rencana jahat muncul di dalam kepalanya


Dengan tatapan miris dia menatap Dea sekali lagi dan pergi dari sana “Lihat saja nanti..”


Merasakan adanya tatapan niat jahat pada saat itu juga Dea berbalik dan melihat Chan Bai Rin.. tatapan itu berasal darinya


Ekspresi Dea juga tidak baik.. itu sangat dingin, membuat Xiao’ru yang kini dengan senang hati melihat kembali tuannya setelah sekian lama, menjadi sedikit terkejut


Aura dingin yang sangat pekat.. pikirnya


Bukan hanya Xiao’ru, tapi juga Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu.. mereka mengikuti tatapan Dea dan mendapati Chan Bai Rin yang menatap mereka dengan sinis


Mereka cemas Dea akan bertindak dan segera memanggilnya “Dea..” dengan nada yang khawatir.. Dea hanya melihat mereka sekilas, dan berballik menatap Chan Bai Rin


Mereka tidak tau di balik cadarnya itu senyum yang mengerikan... mungkin hanya satu orang yang tau, itu adalah Yanzhi..


Xiao’ru yang melihat kearah Chan Bai rin, juga menjadi marah.. “Siapa dia berani-beraninya menatap Putri dengan tatapan mengejek..” dengan marahnya dia ingin melampar Chan Bai Rin


Saat dia ingin melangkah untuk maju, tangan Dea muncul dan menghalanginya “Berhenti” katanya


Xiao’ru menatap Dea “Kenapa Putri..” ini juga membuat Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu bingung, mereka berpikir bahwa Dea akan membiarkan Xiao’ru tapi kini hanya menahannya..?


Dea mengerti tatapan bingung mereka tapi di biarkan “Biarkan saja...” ini membuatt mereka bingung “Ini menarik.. kurasa aku menemukan mainan yang baru..” itu dengan senyum mengerikan di balik cadar..


Mereka tidak mengerti dengan perkataan Dea, tapi Yanzhi sepertinya mengerti, Yanzhi diam-diam juga tersenyum


“Lupakan tentangnya.. lebih dari pada itu.. Gege kau melihat Xui..” mengatakan ‘Xui’ ini membuat mereka bingung siapa Xui ini..


Tapi begitu Yanzhi mengatakan Yanxui Ki Hua, mereka tau bahwa itu adalah Pangeran kedua, adik keduanya


Dea tidak lupa dengan tujuannya datang menghampiri Yanzhi, yaitu dengan menanyakan keberadaan adik mereka itu


“Yanxui.. aku tidak tau..” setelah perkataannya Yanxui muncul..


“Mencariku..” ini membuat mereka menatap kearahnya... Yanxui hanya berdiri diam dengan tingkah yang konyol..


Apakah ini benar-benar pangeran kedua laurenzhi, Yanxui Ki Hua.. pikir Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu... itu karean image-nya saat ini benar-benar berbeda dengan yang biasanya


Dea menadapati adiknya... dan mendorongnya untuk berbicara “Aku akan berbicara dengannya dulu...” dengan itu dia pergi dengan Yanxui, keduanya juga mengikuti


----------


“Dari mana saja kau..” tanya Dea ada Yanxui


“Hm kenapa.. jiejie mencariku? Aku baru saja bertemu dengan teman-teman ku...” dengan itu dia menatap Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu dengan tanda tanya...


Dea yang mendengarkan hanya mengangguk saja... melihat Yanxui yang sepertinya penasaran dengan keduanya pun menjelaskan “Ini temanku.. Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu..”


Mendengar itu, Yanxui memiliki tanda seru di atas kepalanya.. dengan riang dia menatap keduanya dan berkata “Jadi kalian yang di ceritakan oleh Jiejie-ku”


Keduanya terkejut dengan nada yang ramah dari Yanxui, sang pangeran yang terkenal dingin pada setiap wanita.. walau pun masih sangat mudah dirinya yang terkenal kejam dan dingin setelah kejadian mengenai Lei Fang’er sangat di idolakan bagi semua orang


Kejadian di mana Lei Fang’er yang terbukti kejahatannya, membuat kepopuleran Yanxui menjadi-jadi.. tapi kini yang terlihat di depan Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu hanya seperti seorang anak remaja biasanya


Ini yang membuat mereka bingung.. bukan hanya Yanzhi saja, bahkan Yanxui juga!? Sekarang yang ada di pikiran mereka adalah tentang keanehan keduanya ‘Kenapa mereka sangat berbeda dari yang di rumorkan’


‘Kemana perginya sang pangeran yang dingin dan kejam itu..’


Mereka tidak pernah berpikir bahwa itu semua hanya kerena keduanya adalah teman dari saudari kesayangan keduanya... di sini Dea memiliki peran yang besar


-----------


Sudah terlalu lama mereka berbincang, Dea yang awalnya memanggil Yanxui adiknya melupakan tujuannya.. tanpa sadar tangannya menyentu sesuatu di balik lengan bajunya,.. itu adalah gantungan giok yang inidah, dengan itu dia mengingat kembali tujuannya


“Xui...” dia memanggil Yanxui.. Yanxui yang merasa kakanya memangil, menghadap padanya


Dea maju dan berbicara secara pribadi dengan Yanxui sebentar.. perlahan dia mengeluarkan sesuatu dari balik lengan bajunya.. “Ini..” dengan menunjukan sebuah gantungan lonceng


Yanxui yang melihatnya kebingungan.. Ada apa dengan gantungan itu, batinnya


Dea yang melihat adiknya kebingungan, menghela nafas.. “Ini milikmu.. kau menukarnya dengan milikku..” katanya


Dengan itu Yanxui menunjukan tanda seru.. dia mengeluarkan gantungan giok yang ada padanya, dan di lihatnya. ternyata memang bukan miliknya... itu mirip tapi berbeda


Dengan wajah mudanya, melihat Dea dengan tatapan tidak berdosa.. “Hehe.. maaf Jiejie ku pikir ini milik ku...” Dea hanya menanggapinya dengan senyum pasrah.. dan dengan itu dia mengambil gioknya


Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak ya..


Faforit...


Comment and Like