
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Sesampainya di kediamannya, Dea dengan dinginnya memerintahkan semua orang untuk keluar dan membiarkannya sendiri
Di saat semua orang telah pergi, Dea berjalan menuju berandanya.. dengan itu dia mengeluarkan semua aura membunuhnya yang telah di tahannya sedari tadi
Mengingat kejadian dari Raja Lei dan Lei Fang’er yang dengan tidak tau malunya meminta orang yang telah mereka siksa untuk menolong mereka, aura membunuhnya bertambah, membuat lantai, dinding dan pilar berandanya retak
Benda-benda yang ada di sana tidak terlempar kerena di lindungi oleh segel Dea, membuatnya tidak akan rubuh kecuali dengan tingkat kultivasi yang lebih tinggi dari Dea menghancurkannya..
Mengingat hal barusan.. Dea tidak habis pikir dengan permaisuri Rong Ye yang bahkan masih saja membela mereka berdua yang telah dengan buruknya memperlakukannya seperti layaknya pelayan.. ini membuatnya merasa jengkel dengan Lei Fang’er...
---------
Matahari pagi sudah muncul, pengadilan untuk Raja Lei beserta putrinya Lei Fang’er akan di mulai, Dea yang duduk dengan tenangnya di samping Yanzhi, menatap Lei Fang’er dengan tatapan tajam, permusuhan
Walau dengan tatapan tajam seperti itupun Dea masih saja menawan, bahkan para pemuda sebagian melirik Dea sesekali, berbeda dengan Lei Fang’er yang ada di lantau yang mesih terkurung dengan penghalang yang di buat Dea
Penampilannya yang sekarang sungguh memperhiatinkan, tatapi tidak ada tatapan kasihan dari oerang-orang padanya, yang ada hanya tatapan menjijikkan saja...
Permaisuri Rong Ye menatap putrinya dengan penampilan itu merasa kasihan pada putrinya, dia menangis melihatnya, sedangkan itu putri kedua Lei Feifei dan Ling Yu, melihat kondisi Lei Fang’er saat ini, mereka merasa senang dalam hatinya
Puas melihatny.. Lei Feifei mempunyai kebencian pada Lei Fang’er, sangat-sangat benci.. dia sama dengan Lei Fang’er yang adalah putri dari Raja Lei tetapi perlakuannya sangat berbeda dengan dia
Lei Fang’er sangat di manja oleh Raja Lei, sedangkan dia sendiri, hanya di anggap sebagai alat oleh Raja Lei... walaupun berbeda ibu dengan Lei Fang’er yang lahir dari rahim permaisuri dan dia sendiri lahir dari rahim selir.. mereka berdua di besarkan bersama-sama
Ibu selir dari Lei Feifei, telah meninggal saat dia masih sangat kecil, dia dan kakak laki-lakinya, Lei Suan Yi pangeran mahkota kerajaan Lei Biyu, di besarkan oleh Permaisuri Rang Ye sebagai anaknya sendiri
Tetapi tetap Lei Feifei tidak bisa mendapat perhatian dari sang ayah yang ada hanya perlakuan kejam
Dia selama ini bertahan hanya kerena sang kakak dan ibu sambungnya saja yang tidak pernah membeda-bedakan antara dia dan Lei Fang’er, tatapi tetap saja, darah lebih kental dari pada air
Permaisuri Rong Ye, walaupun sudah di tindas Lie Fang’er, dia masih saja tetap menyayanginya
Lei Feifei menyayanginya, di saat Lie Fang’er menindas ibu sambungnya ini, dia marah kepadanya dan ingin membalasnya, jadi ketika dia melihat kondisi Lei Fang’er yang seperti ini, dia merasa bahwa sekarang tidak ada yang akan menindasnya dan ibu sambungnya, dia tersenyum puas
Tetapi ketika melihat ekspresi ibu sambungnya sekarang, hatinya perih, dia berusaha menenagkan hati ibunya....
Sedangkan Ling Yu, dia masih memendang dendam pada Lei Fang’er yang telah menjebak dia dan saudara laki-lakinya, menyebut bahwa menyerang Rubah biru peraj adalah rencana mereka, sekarang melihat kondisinya , dia tersenyum puas...
-------
Hasil keputusan sudah di tetapkan bahwa gelar dari Lei Fang’er akan di turunkan, dan sebagai dalang dari semuanya, Raja Lei akan di kurung oleh pihak Laurenzhi, sebagai Lei Biyu adalah kerajaan bawahan Laurenzhi, yang artinya Laurenzhi yang berhak menentukan siapa yang akan menjadi Raja berikutnya
Lie Fang’er yang mendengar keputusan bahwa gelar putrinya akan di cabut, dia berteriak tidak terima “Tidak!! Aku tidak mau.!! Kenapa, kenapa gelarku harus di cabut.. aku tidak bersalah ini semua adalah salahnya” ucapnya dan menunjuk Raja Lei ayahnya “Ini semua adalah salahnya!! Dialah yang menghasutku, dan menyuruhku melakukuan segalanya.. ini bukan salahku.. aku tidak terima.. aku tidak terima!!” dia menangis histeris
Baginya gelar adalah segalanya, selama ini dengan gelarnya dia telah menindas orang-orang yang ada di bahwanya, kalau dia kehilangan gelarnya, bagai mana dengan kehidupan mawahnya, bagai mana dia harus memperjuangkan untuk menjadi tuangan dari Yanzhi lagi.. ini membuatnya semakin menjadi gila
Raja Lei melihatnya dan mendengarnya, “Apa.. dasar ****** tak tau diri.. selama ini aku membesarkanmu dengan baik dan sekarang kau menuduhku balik.. tidak berguna,” mereka berdua saling menyalahkan satu sama lain
“Prff..” suara menahan tawa terdengar, itu tidak kecil ataupun besar, tetapi cukup menjadi perhatian, tak lama suara tawa lepas “Haha... jiejie.. kau dengar itu.. haha.. bagaimana bisa mereka sambil menyalahkan seperti itu.. sungguh pertunjukan yang hebat.. haha” ucap Yanxui, tawa dengan dingin. Dia menatap mereka seperti lulucon
Sedangkan Dea, dia memperhatikan mereka sebentar dan menjawab Yanxui “..Yah.. kau benar.. mereka terlihat seperti dua orang idiot.. tidak tau malu...” ucapnya yang di angguki oleh Yanxui di sertai dengan tawa
Ibu Lei Fang’er, Permaisuri Rong Ye, dia tidak ingin mendengar putrinya di hina, dia menatap Dea dan berkata “Tuan Putri.. mohon jangan menghina putriku lagi.. ini sudah cukup untuk mengukumnya.. sekarang bukankah tidak perlu untuk menghinanya..” ucapnya
“Diam kau.. dasar ibu tidak berguna...” ucap Lei Fang’er pada Permaisuri Rong Ye
Yanxui dan Yanzhi menjadi tajam, mereka ingin berucap, tapi di hentikan Dea
Dea dengan dingin berkata “Dari mana perkataanku yang salah..? tidakkah kau melihat bahwa putrimu dan suamimu saling menyalahkan sendiri, tidakkah menurutmu itu terlihat konyol.. kemarin saja mereka memohon padamu agar kami dapat melepaskan mereka dan putrimu, bukankah dia kemarin mengatakan bahwa ini adalah salahku” ucapnya sambil berjalan menuju Lei Fang’er “Bukankah kemarin mereka mencoba untuk saling membantu melepaskan diri..Lihatlah sekarang... bukankah itu membuat mereka terlihat sebagai lulucon septi yang di katakan oleh adikku..?” ucapanya membekukan permaisuri Rong Ye
Lei Fang’er, mungkin sudah gila sekarang... dia sudah ada di ujung tanduk tetapi masih saja membentak Dea “Diam kau.. ini memanglah adalah kesalahanmu.. kalau saja bukan karena kau, ini semua tidak akan terjadi.. dan pelayan itu.. dasar tidak berguna.. asalkan dia tidak membuat masalah kemarin, sekarang aku sudah tidak ada di sini, pasti yang ada ini akan menjadi hari pemakamanmu... haha...” ucapanya membuka satu lagi rahasia, dan itu membuat Yanzhi dan Yanxui bersama-sama menyerang Lei Fang’er
“Berani-beraninya kau..” ucap Yanzhi. Lei Fang’er seperti benar-benar gila, dia mendekat pada Yanzhi dan menatapnya
“P..Pangeran.. ini adalah salahnya.. kalau saja dia tidak ada ini semua......” ucapnya dengan nada yang menjijikan
Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca... jangan lupa tinggalkan jejak Yah...
Favorit...
Comment dan Like...