
Li Wang mengepalkan tangannya dengan erat sambil mengumpat dengan kejam “Kalau bukan karena gadis \*\*\*\*\*\* itu aku tidak akan di keluarkan.. dia hanya gadis ingusan yang belum pernah melihat dunia!!” dengan itu dia membanting meja
Lan Xiadea melihat tempat itu dengan seksama, sebuah senyum misterus muncul di wajahnya yang kini polos tanpa cadar
Dengan itu dia menjentikan tangannya dan sekejap dia tiba di tempat tetua Li Wang yang kini ia sedang berbicara dengan seseorang
“Huhu.. suami ku, kenapa kau menjadi seperti ini, apa yang akan terjadi pada kita?” ucap wanita tua dengan tangisan
Li Wang hanya mendengarnya dan mulai mengutuk lagi “Huh, ini karena putri sialan itu, dia menghancurkan meredianku, jika kita tidak memiliki pil yang di berikan oleh orang itu, pasti aku tidak bisa kembali”
“Suamiku kenapa kau tidak memperkerjakan pembunuh bayaran untuk membunuhnya, atau kau bisa menggunakan benda itu yang di berikan oleh orang sana itu untuk memberikan pelajaran padanya..” ucapnya yang tiba saja memikirkan ida hantu, “Tangkap dia dan berikan pelajaran.. lagi pula dia hanyalah gadis bau.. aku mendengar beberapa rumor bahwa dia adalah tuan Putri yang di buang...”
“Benar juga.. kita bisa meminta orang itu untuk membantu kita membunuhnya.. iya.. dia hanyalah seorang putri yang di buang, jika dia mati pihak kekaisaran pun akan senang dengan itu..”
Belum selesai dia berbicara sesosok datang dengan suara yang dingin “Apa yang kau katakan, katakan sekali lagi, aku akan mendengarnya dari awal”
Dengan itu mereka melihat kearah Dea yang kini memiliki sikap acuh tak acuh..
Kedatangannya yang tiba-tiba membuat Li Wang dan istrinya ketakutan, keduanya seperti melihat hantu
Dea memindai Li Wang dan istrinya dari atas ke bawah “Pil Penyembuh kelas tujuh.. ini sangat langkah di daratan ini.. katakan padaku di mana kalian mendapatkannya?”
Melihat Dea yang sepertinya tertarik, membuat Li Wang menjadi waspada, tapi tidak dengan istrinya “Haha.. kau tidak tau, kau pikir kami akan memberitaukannya padamu, kau sudah merusak meredian suamiku, aku sebagai istri akan membalasnya..”
Perkatannya ini membuat Li Wang menjadi percaya diri “Huh, apa kau tau bahwa kami memiliki dukungan yang kuat.. jika dia datang, bahkan Laurenzhi pun akan tunduk..”
Dea melihatnya sebagai lulucon dan berkata “Ha.. kau ini bodoh yah.. hanya kelas tujuh saja” dengan itu Dea mengeluarkan sebuah pil tingkat tujuh..
Dia memamerkannya pada keduanya dan membuangnya ke lantai.. itu bergelinding menuju keduanya “Ini.. Ini..” ucap Li Wang
Keduanya mencoba untuk merainya “Dasar bodoh!!” ucap istri Li Wang sepertinya menjadi gila harta.. dia mendapatkannya di tangannya
Dea membiarkan keduanya yang sepertinya sudah menjadi gila.. dia memperhatikan keduanya, senyum misterius muncul di wajahnya.. saat wanita tua itu ingin merai pil yang bergelinding, Dea dengan cepat menginjak tangannya, membuat mengerang kesakitan
Dea tidak melakukannya dengan setengah-setengah, tapi dia menginjaknya sampai tanggannya itu hancur bersama dengan pil itu, membuat yang melihatnya merasa ngeri..
Wanita tua itu berteriak dengan histeris, Dea tertawa “Hanya kelas tujuh saja, itu tidak berguna untuku..” tidak ada rasa bersalah dan keengaan di wajahnya, bahkan mungkin sudah terbiasa
Li Wang yang melihat itu seketika rasa kepercayaan diri yang di dapatkannya tadi buyar.. ada yang salah dengan putri ini.. batinnya
Dea melihat Li Wang yang kini termenung karena baru saja menyaksikan pil kelas tujuh yang termasuk langkah hancur begitu saja bersaman dengan tangan sang istri “Ada lagi..”
Li Wang tertawa dengan gila “Haha.. pada awalnya aku tidak ingin mengeluarkannya tapi kau memaksa..” dengan itu dia mengeluarkan sebuah alat darma yang keliatannya bisa menyerang Dea
Melihat benda itu ada di tangan Li Wang, membuat Dea terpanah sehingga membuat Li Wang berpikir bahwa Dea takut karena tau betapa kuatnya benda itu
“Haha, kau takut.. ini adalah harta darma yang bisa membuatmu mati seketika..”
Tapi apa yang di lakukan Dea mengejutkannya, dia malah bertanya dan tidak melakukan apa-apa untuk pencegahan padahal benda itu sudah aktiv, dia hanya bertanya dengan nada yang dingin “Katakan padaku di mana kalian mendapatkannya!”
Mereka terkejut saat Dea melangkahkan kakinya untuk mendekat “Apa, apa yang kau lakukan” dengan itu dengan mudanya Dea menyingkirkan benda itu
Li Wang terkejut melihatnya “Kau, kau”
“Hah, bodoh.. dengar benda ini hanya bisa di temukan di benua Arck dan tidak di produksi keluar, bagaimana kalian bisa menemukannya! Jawab!” kali ini Dea meninggikan suaranya karena marah
“Kau, kau bagaimana kau bisa tau itu...”
“Bagaimana aku bisa tau?!” dengan itu dia mengeluarkan sesuatu dari cincin angkasanya, keduanya melihat cincin angkasa, itu sangat jarang di daratan timur
Dea mengeluarkan sebuah token giok yang di poles indah, tertulis di sana Akademi XY.. keduanya terkejut “Tidak.. kau, kau”
Dea hanya tertawa dengan tawa yang lembut, “Haha, ternyata ada penghianat di sana, seharusnya aku tau” di kata terakhir nada suaranya menjadi dingin
Dengan itu dia berkata “Hukuman bagi Bumi: Elemen petir elemen cahaya, Penjara langit” dengan itu, keluar sebuah kilatan di setiap titik pisau kecilnya
Memberikan hukuman di tiap titik dengan tingkatan yang berbeda sesuai keinginan dari Dea, dan untuk Li Wang dan istrinya adalah hukuman mati
Wanita tua yang masih merasakan sakit di tangannya tiba-tiba menjadi tidak bisa merasakan apa-apa.. tubuh mereka terpotong menjadi beberapa bagian kecil.. itu sungguh hukuman yang keji
Pandangan mata Dea menjadi kosong.. ini selalu terjadi jika dia melihat darah terpancar di wajahnya.. ini dia.. ini adalah dirinya yang sebenarnya, penuh dengan kegelapan, membunuh tanpa perasaan sama sekali
Dea menjadi seperti karena sejak kecil sudah menjalani misi yang di dalamnya harus membantai orang.. itu adalah prinsip dunia, memburu atau di buruh, hanya yang kuatlah yang bertahan
Yah.. bisa di bilang kalau Dea sudah rusak sedari kecil.. hati nuraninya perlahan terkikis, jadi jika dia melihat darah bukannya takut, malah ada rasa kepuasan yang datang
Wajah indahnya terciprat darah dari keduanya, dan dia hanya menyapuhnya dengan lembut.. wajahnya tersenyum dengan mengerikan
Ini adalah kepuasan yang di carinya, darah segar yang mengalir dan menutupi seluruh ruangan, menghilangkan hasratnya, persis seperti apa yang dia mau..
Tiba-tiba dia mendengar suara muntahan seseorang.. tatapannya menjadi tajam, perlahan dia berjalan menuju arah suara itu.. dia hampir melupakan hal ini
***Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak ya***..
***Faforit***...
***Comment and Like***