
Lan Xiadea terkejut melihat tingkah nenek itu pun langsung membuatnya berdiri “Nenek, nenek salah paham kakak bidadari ini yang menolong aku dan kakak”
“Iya kalau tidak kami pasti akan kena pukul olen om prajurit yang kejam”
Nenek yang sudah salah paham meminta maaf dengan lemah “Oh begitun rupanya maaf karena sudah salah mengira”
Dea hanya tersenyum saja menanggapinya “Hem.. tidak apa apa.. tetapi apa nenek sedang sakit”
“Iya nenek sedang sakit kami keluar mencari uang untuk membeli obat”
“Apa kalian belum makan?” keduanya terdiam karena di tanya seperti ini
Ketika dea bertanya mereka langsung menggelengkan kepalanya melihat mereka menggelangkan kepala nenek mereka menangis karena dia sakit cucu-cucunya tidak bisa makan melihat itu Dea pun bertanya
“Maaf sembelumnya tetapi dimana orang tua kedua anak ini”
“Hm anak laki-laki ku meninggal saat tengah mengejar pencuri dan karena itu wanita \*\*\*\*\*\* itu meninggalkan kedua cucuku dan pergi menjual tubuhnya untuk seorang bangsawan tua untuk di jadikan selir. Wanita \*\*\*\*\*\* itu menelantarkan anak nya untuk menjadi selir bangsawan huhuhu”
Mendengar ini, Dea merasa tidak enak karena menanyakannya, dan dia juga geram mendengarkan perkataan dari nenek itu, bisa-bisa nya hal yang terjadi padanya terjadi juga pada mereka
Tetapi yang terjadi padanya sedikit berbeda walau pun sama-sama di telantarkan Dea masih memiliki kehidupan yang layak sedang kan anak-anak itu tidak
Dengan perasaan yang kasihan dea memanggi kedua anak itu kemudian dia berkata pada anak laki-laki
“Dengar kalau kau berlatih dengan giat kekuatan yang ada dalam dirimu pasti akan berkembang sehingga kau bisa melindungi adik mu dan nenekmu serta orang yang kau sayangi. Tetapi pastikan dirimu tidak mejadi seperti prajurit istana tadi jangan menjadi sombong sepertinya, ingat di bawah langit masih ada langit lain. Ini adalah makanan yang kubeli di pasar tetapi aku tidak teralalu menyukainya jadi kuberikan kepada kau dan keluarga mu dan ini untuk kau” sambil memberikan sebuath kantung yang berisi makanan dan minuman serta buah buahan
“Ini terserah pada mu mau kau jual atau kau makan... dan ini untukmu nek... terimalah” dia memberikan sebuah sekantung penuh berisikan koin emas yang 1 koin nya cukup untuk biaya selama 1 tahun penuh
“Astaga i ini terlalu banyak nak”
Dea yang melihat itu pu tersenyum dan mengatakan “Tidak apa-apa karena nenek dan keluarga lebih membutukan itu dari pada aku, dan jangan memberi tau siapa pun uang yang aku berikan ini”
Nenek yang tau maksud dea menganggukan kepalanya setelah melihat bahwa nenek mengerti dea pun berniat untuk pamit tetapi sebelum itu dea mau menyembuhkan penyakit sang nenek
Dea mengeluarkan cahaya dari tangan nya tanda bahwa dia mau meyembukan penyakit nenek. Melihat bahwa dirinya bercahaya nenek pun bingung
“Sekarang penyakit nenak sudah sembuh dan urusan ku sudah selesai”
Setelah itu Dea pun melesat pergi dengan cepat dan kemudian nenek pun bersujud mengetahui bahwa penyakitnya telah sembuh dan yang telah menyambukan penyakitnya adalah tuan putri, dia tau identitas Dea karena pernah melihatnya saat Dea masih kecil
Sebenarnya nenek tersebut adalah mantan pelayan yang melayani ratu sebelumnya yang adalah nenek dari Dea
\---------
Saat ini ada seseorang yang terbangun dengan wajah yang kesal karena tidur terganggu di atas pohon dekat istana, siapalagi kalau bukan Lan Dea
Disaat dia sedang mencoba tidur ada seseorang yang datang mendekat ke pohon itu lalu sesaat setelah Dea menutup matanya orang tersebut berteriak-teriak sambil mengumpat dan menendang pohon tempat tidur Dea dan hal itu mengagetkannya Dea
Dengan kesalnya ia bangun dari dahan pohon tersebut dan berniat untuk memberi pelajaran pada orang yang dibawah karena sudah berani mengganggunya yang sedang mencoba untuk tidaur karena saat ini dia sangat membutuhkan tidur
Lalu dengan sengaja dia menggunakan kekuatannya untuk membuat orang itu terlempar jauh dan berhasil menibulkan bunyi yang sengat keras sehingga berhasil menarik perhatian disekitar
Karena dia sudah membuat keributan dea pun berniat untuk masuk kedalam istana tetapi munguk karena sudah lama tidak mengunjungi istana sehingga dia lupah jalan dan berakhir di lapangan yang sangat luar
Karena dirinya sangat lelah dia pun berniat utuk beristirahat di dahan pohon yang ada di lapangan tersebut
Lalu tiba-tiba datang segerombolan orang yang datang untuk latihan di tempat itu
Di tempat lain ada seorang pria yang umurnya sekitar 20 thn dan seorang wanita berumur sekitar 17 thn sedang berjalan-jalan mengelilingi istana tiba-tiba mendengar sebuah keributan yang terdengan dari lapangan yang biasanya di pakai untuk latihan
Karena ingin tau apa yang sedang terjadi mereka pun datang ketempat tersebut
Sesampainya di tempat itu terlihat para prajurit istana sedang melawan sosok berjubah hitam, karena merasa ada yang aneh sang pria pun bertanya kepada seorang prajurit yang terdorong kebelakang
“Apa yang terjadi kenapa ada perkelahian di dalam istana”
“Menjawab pangeran di depan ada seorang penyusup yang datang tiba-tiba entah dari mana dan mengganggu para prajurit berlatih”
Ternyata pria tersebut adalah sang pangeran mahkota kerajaan Laurenzhi kekaisaraan Aclezia
Note : Kerajaan Laurenzhi itu kerajaan nomor 1 di dalam novel ini dan juga pemimpim dari kekaisaraan Aclezia
“Apa seorang penyusup katamu....?” dengan wajah yang tegas “Istana mempunyai sistem alaram jika ada penyusup masuk sudah pasti sistemnya akan berbunyi. Apakah sistemnya tidak menyalah...?”
“Menjawab yang mulia.. sistem tersebut tidak menyalah” jawab seorang bawahan dengan sedikit takut karena berhadapan dengan pria itu
Mendengarnya pria itu sedikit bingung “Hm.. baiklah” kemudian dia melihat kesampingnya, sebenarnya sesaat sebelum mendengar keributan, pangeran mahkota ini sedang mencari cara untuk melarikan diri dari rudah yang ada di sampingnya
Sebenarnya rubah... maksudnya wanita di sampingnya ini adalah seorang gadis bangsawan yang sedang mendekatinya alias sedang di jodohkan dengannya
Dengan adanya keributan ini dia mempunyai alasan yang bagus untuk menjauh darinya
“Ah... pangeran saya takut ada penyusup, bagaimana kalau penyusup itu menyerang kita saya tauk sekali yang mulia”
Melihat muka memelas ketakutan gadis yang ada di sampinggnya bukannya kasihan ia malah sungguh berpikir untuk muntah karena merasa jijik dengan gadis yang di smpinggnya ini
Lalu dengan dingin nya dia meninggalkan wanita itu dan mendekat ke keributan dengan menhempaskan tangan wanita itu yang telah menyentuhnya
“Ah...” teriakan wanita itu