
Lan Xia Dea yang melihat itu, sekilas mengingat pada saat dia pertama kalinya dia menginjakkan kakinya di negara Phoenix dan pertama kali dia menginjakkan kakinya di akademi XY
Itu adalah saat-saat dia di tindas karena tidak memiliki orang tua di sampingnya... pada saat itu juga dia akhirnya mengerti, dengan kekuatan, dia bisa berdiri di atas dia beruntung karena penderitaannya berakhir ketika dia bertemu dengan teman-temannya
Tidak seperti Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu..
Mereka hanya memiliki satu sama lain dan saling mendukung
Dea tau bahwa ketakutan itu bukan berasal darinya tapi dari Chan Bai Rin, orang yang datang itu
“Lan Xia Dea.. kan? Apakau mau menjadi temanku..” dia mengatakan itu tanpa penghormatan sama sekali, menandakan dia arogan, bahkan mengurunkan tangan saja tidak..
Ini membuat Dea mengerut.. sudah banyak orang yang melakukan hal ini padanya, tapi tetap saja hal itu membuatnya merasa kesal..
Dia adalah orang yang di hormati kemanapun dia pergi di benua Arck.. mau dia berkunjung di negara-negara besar di sana, mereka akan menyambutnya dengan tangan terbuka, bahkan dengan penyambutan yang meriah
Memang Dea ttidak menyukai hal yang ramai seperti itu, tapi dengan perlakuan Chan Bai Rin padanya saat ini, sama seperti saat dia berhadapan dengan Lei Fang’er
Dea, kerena kemalasannya dia mengabaikannya, sampai dia mendengar nada arogan Chan Bai Rin yang datang dan menyuruh Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu seperti pelayan “Untuk apa kalian masih di sini.. Pergi.. pesankan meja untukku..” itu di ajukan untuk Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxi.. terdengar seperti nada suara yang berbicara kepada pelayan.. bahkan dengan pelayan pun nada suaranya tidak akan seperti itu
Itu membuat Dea mengerut.. dia tidak suka dengan nada suara yang seperti merendahkan itu... Dea memang sering merendahkan orang lain, tapi itu berlaku hanya untuk orang yang dengan sengaja mengganggunya terlebih dahulu.. bukan seperti Chan Bai Rin saat ini..
Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu hanya mengangguk dan ingin segera bangkit dari duduknya
Teman-teman Chan Bai Rin, hanya menatap keduanya dengan mengejek... salah satunya memandang Dea yang masih diam saja “Apa yang kau tunggu.. Bai Rin kami dengan suka rela memintamu menjadi temannya.. di seluruh sekte Bulan ini, ada banyak yang ingin menjadi temannya..” ucapnya dengan bangga
Dia berpikir bahwa Dea diam karena terlalu senang.. lagi pula siapa yang tidak mengenal Chan Bai Rin.. semua mengenal siapa dia, dan berlomba-lomba untuk dekat dengannya
Tapi sayang.. ini adalah Dea, yang akan membunuh siapa pun yang mengganggunya.. Chan Bai Rin jika di hadapkan dengan Dea dalam berbagai aspek, bagaikan langit dan bumi
Terlalu jauh.. Dea ada di atas, sedangkan Chan Bai Rin ada di bawah.. dengan perbedaan seperti ini, dia menantang Dea.. artinya dia cari mati
Di sisi Lain Chan Bai Rin, setelah selesai dengan keduanya, dia menatap Dea dengan menyelidik, sedikit angkuh dia berkata “Kau..” baru satu kata yang keluar, tapi Dea memotongnya, tapi bukan untuk berbicara dengan Chan Bai Rin tapi dengan keduanya..
Dea melihat Chan Bai Rin yang dengan angkuh ingin berbicara dengannya, tapi dia mengabaikannya ketika melihat Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu ingin keluar dari kelas
Dengan kecepatan yang tidak terlalu cepat, dia melangkah melewati Chan Bai Rin yang baru memulai percakapan dengannya
Hal itu secara tidak sengaja atau tidak, membuktikan bahwa dia mengabaikannya.. hal itu tidak lepas dari pandangan semua orang.. termasuk teman-teman Chan Bai Rin
Teman-teman Chan Bai Rin menatap tidak percaya pada apa yang di lihatnya, sebagian sedikit tertawa, tapi di tahan.. mereka menganggap itu memalukan bagi Chan Bai Rin yang selalu bersikap angkuh dan arogan
Merasa bahwa dirinya adalah yang paling teratas, paling terhormat.. itu yang membuatnya sangat arogan
Dea menahan keduanya dan berbicara “Tunggu..” keduanya berbalik dan menatap Dea dengan tanda tanya
Tidak ada yang bisa melihat wajahnya, tapi keduanya merasa bahwa Dea menghangat melihat keduanya “Apa kalian bisa membawaku ke tempat makan..” tanyanya
Pertanyaannya memberikan pengaruh yang cukup besar.. keduanya tidak menyangkah bahwa Dea berkata seperti itu
Bukan hanya mereka, bahkan teman-teman Chan Bai Rin juga terkejut.. Apakah dia tidak mendengar apa yang di katakan oleh Chan Bai Rin tadi..
Pada saat ini juga, Chan Bai Rin juga menjadi marah, dia berbalik melihat Dea “Hei..!! apa kau baru saja mengabaikanku..”
Dea mendengarnya dengan wajah sedikit menyeringai, dia berbalik “Kau berbicara denganku..” dengan nada yang dingin dan mengejek
Kalau soal berdebat dengan mulut, Dea adalah juaranya
Chan Bai Rin sangat yakin bahwa Dea akan menerimanya dengan penuh sukacita tapi apa ini... dia mendapatkan penghinaan seperti ini..
“Kau.. apa kau tau dengan siapa kau berbicara..? berani-beraninya kau..” belum selesai dia berbicara dan Dea memotongnya lagi.. kali ini dia memotong pembicaraannya dan membalas
“Kau sendiri.. apa kau tau dengan siapa kau berbicara..” dengan itu, dia mengatakannya dengan tajam dan juga dingin.. mereka yang mendengar, merasa bahwa suhu dalam ruangan juga ikut mendingin karena nada suara itu..
Nada suaranya penuh dengan penekanan.. membuat mereka merinding.. tidak ada yang berani berbicara, begitu juga dengan Chan Bai Rin.. Apa yang terjadi.. apa-apaan ini... kenapa auranya begitu menekan, batinnya
Dia ingin bersuara tapi tidak bisa karena aura menakutkan ini.. Dea berjalan mendekatinya.. ketika jaraknya hanya berbeda satu meter saja, Dea berbicara dengan suara yang lebih dingin lagi “Lebih baik gunakan otak sebelum berbicara dan kurangi keributan...” Dea menstabilkan matanya dan berkata sekali lagi “Teriakanmu itu, sangat memekak telinga..” dengan itu dia pergi dengan dingin
Dia berbalik dan menghadap Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu, dengan senyum tipis di balik cadarnya da berkata dengan lebut “Ayo..” sungguh berbeda dengan yang tadi
Ini membuatnya terlihat seperti Dewi, tapi tadi mirip seperti Dewa kematian.. sungguh mengerikan... setelah Dea dan keduanya keluar dari kelas.. mereka yang ada di dalamnya, menjadi tenang, mereka sekarang bisa bernafas lega...
“Sungguh aura yang mencekam..”
“Kurasa dia bukan orang sembarangan..”
Bisikkan suara membuat Chan Bai Rin menjadi marah.. kesadarannnya telah kembali, dia mengingat bagaimana dia mempermalukan dirinya sendiri dengan tidak bisa membalas Dea yang hanya berkat tanpa emosi itu
Mengingat tatapan matanya kembali, itu membuatnya berdigik ngeri dan ketika dia mendengar bisikan tentang itu, membuat amarahnya memuncak “Diam!!” teriakannya membuat bisikan itu berhenti
Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak ya..
Faforit...
Comment and Like...