
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Kan Xia Dea tengah kesal malam ini, dia mencoba untuk menenagan diri tetapi di ganggu oleh orang yang tidak dia suka
“.. Aku sudah menduga bahwa kita akan bertemu kembali... tetapi tidak menduga bahwa kamu adalah seorang Tuan Putri.. terlebih lagi Laurenzhi..” ucap Pangeran Xu Hei Fuyan
Mendengar hal ini, para pelayan Dea bertanya-tanya... “Apakah sang Putri pernah mengenal Pangeran Xu Hei Fuyan... cara bicaranya sedikit santai....”
Tetapi nyatanya tidak demikian. Satu-satunya hubungan yang di miliki Dea terhadap Xu Heu Fuyan adalah perasaan tidak suka melihatnya
Itu dia rasakan pada saat pertama kali bertemu dengan nya di taman ini
Ketika melihat Xu Hei Fuyan, dia dapat mengingat kenangan masa lalunya, mengingatkannya pada akademi.... membuatnya tidak tenang
Tetapi itu tidak belaku pada Xu Hei Fuyan...
Melihat Dea yang semakin ingin menjahuinya, membuatnya berpikir keras untuk memilikinya...
“Apakah... sang putri ingin kembali kekediamannya...?” tanya nya basa basi
Dea tidak menjawabnya, dia menatap Xu Hei Fuyan dengan malas, wajahnya seakan-akan berkata.. “..Udah tau..
nanya...!!!”
Dea berbalik untuk pergi menjauh... Xu Hei Fuyan yang melihatnya ingin menghentikannya, dia mencoba untuk merai tangan Dea
Di saat tangan itu ingin mendekat, sebelum menyentuhnya, Dea dengan cepat menepisnya dengan lengan pakaiannya yang panjang itu
Biasanya tangan tidak akan terluka hanya dengan di tepis menggunakan lengan pakaian yang tipis dan lembut itu
Tetapi berbeda hal nya jika di pakai oleh Dea, apa yang akan di pakai oleh Dea, semuanya dapat menjadi senjata baginya, bahkan sehelai rambut pun dapat dia jadikan senjata
Kalau tidak seperti itu, apakah dia masih akan menjadi perempuan terkuat di akademinya, bahkan dirinya dapat melawan seseorang yang bahkan tingkatan kultivasinya lebih tinggi dari nya
Yah menjadi kuat dan hebat, adalah menjadi bebas, itulah yang tertanam pada Dea
Sedangkan Xu Hei Fuyan, dia sedikit terkejut, padahal tangan dan tubuhnya kuat dan di lindungi dengan perisa khusus yang dapat menghalau semua serangan
Tetapi apa yang di lihatnya, kain yang tipis dan lembut itu dapat melukainya..?! Yah walaupun tidak banyak, serangan itu hanya dapat membuat tangannya sedikit sakit dan memerah
Xu Hei Fuyan mendokakkan kepalanya menatap Dea, melihatnya dia merasa sedikit takut, dia dapat merasakan adanya tekanan kuat berasa dari Dea
Tatapan mata Dea menjadi lebih tajam dari yang biasanya dengan menahan sedikit amarahnya, tetapi auranya sedikit menguar dan menekan sekitar
Dia tidak suka orang lain menyentuh bagian tubuhnya, itu menbuatnya tidak nyaman, kecuali dengan seseorang yang membuatnya nyaman, contohnya Lan Xin Yueshi, kekasihnya
Xu Hei Fuyan yang mendapat tatapan itu membatu di tempat, kini dia tidak menghentikan Dea lagi karena masih terkejut dengan apa yang di lihatnya
Melihat bahwa tuanya hanya diam membatu di tempat, bawahannya, penjaga gelap dari Xu Hei Fuyan, dia memanggil tuannya dan menyadarkan tuannya dari pikirannya
Bahkan kedua penjaga gelapnya mulai berpikiran aneh “... Ada apa dengan Pangeran... apa mungkin menjadi eror karena aura penekanan tadi..?”
Dengan berat hati setelah melakukan suit, salah satunya maju dan bertanya pada tuannya “.. Maaf tuan... ada apa..” ucap Huo yang kalah
Tidak ada jawaban dari Xu Hei Fuyan, dia hanya terus- terusan tertawa, membuat penjaga gelapnya menjadi murung karena tidak di tanggapi dan hanya mengabaikannya
Perlahan tawanya mereda, dia memasang senyuman di wajahnya, mungkin para gadis-gadis akan berteriak histeri pada saat melihatnya
Dia menatap jalan yang di lalu Dea dan berkata “.. Hah.. sungguh menarik.. aku jadi lebih menginginkan dirimu..”
Tangan kanannya Huo dan Hao kini merasa lega karena melihat bahwa tuannya bukan tidak waras, mereka juga menjadi penasaran
“.. Maaf tuan.. Apakah tuan menginginkan sang putri..?” tanya sala satu dari mereka, kini yang bertanya adalah Hao
Dengan antusias Xu Hei Fuyan menjawab “.. Iya..!! Aku jadi ingin memilikinya.. tidak dia pasti akan menjadi milikku...” ucapnya dengan penuh keyakinan
Mendengar tuannya menjawab pertanyaan yang di lontarkan Hao membuat Huo sedikit kesal, pertanyaan darinya tidak di jawab, sedangkan giliran Hao yang bertanya, dengan antusiasnya tuannya menjawab
Tetapi dia menyingkirkan hal itu dan bertanya lagi “.. Apakah sang putri akan luluh..”
“.. Yah.. tentu saja, tidak ada seorangpun yang dapat menahan pesona ku, tak terkecuali sang Putri... pasti cepat atau lambat, sang putri akan menjadi milikku...” ucapnya lagi dengan narsis dan percaya diri, sebenarnya tidak tau malu
Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca...
jangan lupa tinggalkan jejak Yah...
Favorit...
Comment dan Like...