The Lost Of Power

The Lost Of Power
42. Kesenangan Pangeran Dongfang



\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Kan Xia Dea tengah kesal malam ini, dia mencoba untuk menenagan diri tetapi di ganggu oleh orang yang tidak dia suka


“.. Aku sudah menduga bahwa kita akan bertemu kembali... tetapi tidak menduga bahwa kamu adalah seorang Tuan Putri.. terlebih lagi Laurenzhi..” ucap Pangeran Xu Hei Fuyan


Mendengar hal ini, para pelayan Dea bertanya-tanya... “Apakah sang Putri pernah mengenal Pangeran Xu Hei Fuyan... cara bicaranya sedikit santai....”


Tetapi nyatanya tidak demikian. Satu-satunya hubungan yang di miliki Dea terhadap Xu Heu Fuyan adalah perasaan tidak suka melihatnya


Itu dia rasakan pada saat pertama kali bertemu dengan nya di taman ini


Ketika melihat Xu Hei Fuyan, dia dapat mengingat kenangan masa lalunya, mengingatkannya pada akademi.... membuatnya tidak tenang


Tetapi itu tidak belaku pada Xu Hei Fuyan...


Melihat Dea yang semakin ingin menjahuinya, membuatnya berpikir keras untuk memilikinya...


“Apakah... sang putri ingin kembali kekediamannya...?” tanya nya basa basi


Dea tidak menjawabnya, dia menatap Xu Hei Fuyan dengan malas, wajahnya seakan-akan berkata.. “..Udah tau..


nanya...!!!”


Dea berbalik untuk pergi menjauh... Xu Hei Fuyan yang melihatnya ingin menghentikannya, dia mencoba untuk merai tangan Dea


Di saat tangan itu ingin mendekat, sebelum menyentuhnya, Dea dengan cepat menepisnya dengan lengan pakaiannya yang panjang itu


Biasanya tangan tidak akan terluka hanya dengan di tepis menggunakan lengan pakaian yang tipis dan lembut itu


Tetapi berbeda hal nya jika di pakai oleh Dea, apa yang akan di pakai oleh Dea, semuanya dapat menjadi senjata baginya, bahkan sehelai rambut pun dapat dia jadikan senjata


Kalau tidak seperti itu, apakah dia masih akan menjadi perempuan terkuat di akademinya, bahkan dirinya dapat melawan seseorang yang bahkan tingkatan kultivasinya lebih tinggi dari nya


Yah menjadi kuat dan hebat, adalah menjadi bebas, itulah yang tertanam pada Dea


Sedangkan Xu Hei Fuyan, dia sedikit terkejut, padahal tangan dan tubuhnya kuat dan di lindungi dengan perisa khusus yang dapat menghalau semua serangan


Tetapi apa yang di lihatnya, kain yang tipis dan lembut itu dapat melukainya..?! Yah walaupun tidak banyak, serangan itu hanya dapat membuat tangannya sedikit sakit dan memerah


Xu Hei Fuyan mendokakkan kepalanya menatap Dea, melihatnya dia merasa sedikit takut, dia dapat merasakan adanya tekanan kuat berasa dari Dea


Tatapan mata Dea menjadi lebih tajam dari yang biasanya dengan menahan sedikit amarahnya, tetapi auranya sedikit menguar dan menekan sekitar


Dia tidak suka orang lain menyentuh bagian tubuhnya, itu menbuatnya tidak nyaman, kecuali dengan seseorang yang membuatnya nyaman, contohnya Lan Xin Yueshi, kekasihnya


Xu Hei Fuyan yang mendapat tatapan itu membatu di tempat, kini dia tidak menghentikan Dea lagi karena masih terkejut dengan apa yang di lihatnya


Melihat bahwa tuanya hanya diam membatu di tempat, bawahannya, penjaga gelap dari Xu Hei Fuyan, dia memanggil tuannya dan menyadarkan tuannya dari pikirannya


Bahkan kedua penjaga gelapnya mulai berpikiran aneh “... Ada apa dengan Pangeran... apa mungkin menjadi eror karena aura penekanan tadi..?”


Dengan berat hati setelah melakukan suit, salah satunya maju dan bertanya pada tuannya “.. Maaf tuan... ada apa..” ucap Huo yang kalah


Tidak ada jawaban dari Xu Hei Fuyan, dia hanya terus- terusan tertawa, membuat penjaga gelapnya menjadi murung karena tidak di tanggapi dan hanya mengabaikannya


Perlahan tawanya mereda, dia memasang senyuman di wajahnya, mungkin para gadis-gadis akan berteriak histeri pada saat melihatnya


Dia menatap jalan yang di lalu Dea dan berkata “.. Hah.. sungguh menarik.. aku jadi lebih menginginkan dirimu..”


Tangan kanannya Huo dan Hao kini merasa lega karena melihat bahwa tuannya bukan tidak waras, mereka juga menjadi penasaran


“.. Maaf tuan.. Apakah tuan menginginkan sang putri..?” tanya sala satu dari mereka, kini yang bertanya adalah Hao


Dengan antusias Xu Hei Fuyan menjawab “.. Iya..!! Aku jadi ingin memilikinya.. tidak dia pasti akan menjadi milikku...” ucapnya dengan penuh keyakinan


Mendengar tuannya menjawab pertanyaan yang di lontarkan Hao membuat Huo sedikit kesal, pertanyaan darinya tidak di jawab, sedangkan giliran Hao yang bertanya, dengan antusiasnya tuannya menjawab


Tetapi dia menyingkirkan hal itu dan bertanya lagi “.. Apakah sang putri akan luluh..”


“.. Yah.. tentu saja, tidak ada seorangpun yang dapat menahan pesona ku, tak terkecuali sang Putri... pasti cepat atau lambat, sang putri akan menjadi milikku...” ucapnya lagi dengan narsis dan percaya diri, sebenarnya tidak tau malu


 


 


 


 


 


Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca...


jangan lupa tinggalkan jejak Yah...


Favorit...


Comment dan Like...