The Lost Of Power

The Lost Of Power
6. Penyesalan




Setelah beberapa hari kemudian mereka memutuskan untu mengunjungi Lan Xiadea karna sudah beberapa hari ini tidak melihatnya, awalnya mereka berpukir bahwa Dea mendapatkan misi khusus karna Dea tidak masuk, tetapi ini aneh karena Dea biasanya suka menyelesaikan misi dengan cepat tetapi in sudah tiga hari lamanya mereka melihat Dea



Setelah sampai di depan kamar Dea mereka pun memanggil lalu mengetuk pintunya tetapi tidak ada jawaban ‘ini aneh’ pikir mereka lalu mereka mencoba untuk membuka pintu kamarnya, ternyata pintunya tidak dikunci lalu mereka memaksa masuk karna khawatir terjadi apa-apa pada dea tetapi setelah masuk kedalam untuk melihat



Mereka semua terkejut melihat kamar yang sudah kosong seperti tidak ditinggali oleh orang mereka semua merasa ini aneh lalu kagome melihat sebuah buku di laci



Dia berpikir bahwa itu milik dea lalu mulai membacanya lalu menemukan sebuah dua kertas pesan, dia terkejut saat membacanya dan memberitauhkannya pada saat haruno membacanya dia marah, dia mulai mencari Lan Xin Yueshi



Saat dia menemukan Xin Yuezhi dia langsung memukulnya dengan sangat keras membuat semuanya heran lalu mulai berkata



“Ini semua adalah salah mu.. ini semua adalah salah mu!!”



Dia marah lalu berteriak dan mulai menangis dengan tersungkur ditanah, Xin Yuezhi yang dipukuli nya pun mulai bingung lalu Kikyo dan lainnya mulai mendekat dan sasuke bertanya apa yang terjadi tapi yang lainnya diam, marah, dan menangis, mereka semua bingung



Yang paling tenang di antara mereka hanyalah Kikyo, dia menghampiri Xin Yuezhi dan mererahkan surat dan mengatakan “Di laci meja terdapat sebuah buku, kalau ingin lebih jelas baca saja itu”



Ini membuat Xin Yuezhi merasa tidak enak, dia memgambil surat yang di berikan Kikyo dengan dada yang berdetak kencang itu, setelah mambaca surat itu rasa ketidak percayaan muncul di wajahnya



Dia pun menangis menyebutkan nama Dea, berlari menuju kamarnya. Ah.. ternyata perasaan yang dia rasakan sepanjang waktu itu, perasaan tidak enak saat terakhir kali dia melihat Dea, ternyata adalah ini



Disaat Xin Yuezhi sedang pergi kekamar dea kikyo pun mulai menceritakan apa yang terjadi lalu mereka mulai berdiskusi



Xin Yuezhi yang sedang menuju kekamar dea pun berlari sambil menggumankan sesuatu



“Ini tidak mungkin.. ini tidak mungkin.. kumohon semoga ini tidak munggkin.. kumohon..” perasaan menjadi berat



Xin Yuezhi yang berlari berharap bahwa apa yang dibacanya itu tidak bernar, ternyata yang tertulis di surat itu mengatakan kalau Dea sudah pergi meninggalkan Lafteel, Lafteel adalah tempat berdirinya high school XY



Setelah Xin Yuezhi sampai di kamar Dea dia melihat semua barang milik Dea menghilang tanpa sisa, dia pun mulai lemas lalu tanpa ragu membuka laci meja Dea



Dia melihat ada sebuah buku diary disana tertulis semua yang di rasakannya saat membaca bagian tanggal sebelum hari ini dia mulai menangis dan mulai meminta maaf pada Dea karna merasa bersalah karena di sana tertulis bahwa dia telah mengetahui



Dea telah melihat dia dan permpuan itu berpelukan beberapa kali, membaca itu membuat dia menangis terisak-isak sambil memintah maaf



Rasa sakit menghantam hatinya dengan keras, jadi itulah kenapa Dea sangat bersikeras untuk tidak mendengarkan penjelasannya, itu karena dia sudah beberapa kali di berikan kesempatan tapi tidak di ambil



Di bagian akhir buku Dea menuliskan



Dewa.. kenapa kau membuat takdirku seperti ini apa aku tidak bisa mendapatkan kebahagiaan yang sepenuhnya..


Jika pada akhirnya akan seperti ini lebih baik untuk tidak bertemu saja...


Semuanya kalau kalian membaca ini kumohon dengan sangat untuk tidak mencoba mencari ku aku mohon karna aku tidak ingin merasakan apa yang namanya sakit kumohon.. aku tidak ingin lebih membenci kalian lebih dari ini.. maka dari itu kumohon untuk tidak mancari ku..”



Apa yang di tulis Dea membuat Xin Yuezhi sakit hati dan memikirkan apa yang Dea katakan terakhir kali



“Dea kumohon maafkan aku.. aku tidak menyangka bahwa itu adalah saat terakhirnya.. Dea.. Dea” tangis Xin Yuezhi karena Dea meninggalkanya, ini lebih buruk daripada di tusuk dengan pedang beberapa kali



Bahkan dia mulai berpikir untuk mengakhiri hidupnya sendiri Xin Yuezhi yang hampir kehilangan akal hanya duduk terdiam disana dia akhirnya tau apa yang membuatt hatinya tidak tenang, lalu sasuke dan lain nya melihat Xin Yuezhi terpuruk mencoba untuk menanangkan nya



“Dea... Dea sudah pergi apa yang bisa kulalukan... aku.. aku yang membuatnya pergi...” ucapnya yang menangis sambil tersenyum menyakitkan “Dia tidak akan kembali... apa yang harus kulakukan.. ini semua adalah kesalahanku..” dengan itu dia berteriak sakit..



Sasuke yang melihat temannya terpuruk seperti ini menjadi kesal dengan itu dia membentaknya “Lalu apa, kau pikir dengan menangis bisa menyalasaikan semuanya..”



“Hah.. dia adalah hidupku.. aku yang berjanji akan membuatnya bahagia, menjaganya untuk tetap aman, tapi pada akhirnya aku yang menyakitinya.. haha.. dia sekarang sudah pergi, apa yang bisa kulakukan..” dengan itu dia mengangkat kepalanya keatas



Dia teringat dengan wanita yang membuat semua ini terjadi dengan itu raut wajahnya berubah “Ini semua karena wanita sialan itu, aku akan membunuhnya... tapi apa Dea akan kembali jika aku membunuhnya..”



Dia menatap Sasuke dengan menyedihkan dia berkata “Sasuke apa kau bisa membunuhku sekarang?”



Mendengar perkataan itu membuat Sasuke menjadi marah dengan itu dia memukulnya dan berkata dengan marah “Dari pada kau menangis lebih baik menemukan cara untuk menemukanya”



Dengan itu dia menyarankan mereka pergi ke kantor pemimpin untuk menanyakan ada dimana Dea sekarang, Xin Yuezhi yang mendengarnya membeku sedikit, harapan muncul, dengan itu mereka pergi bersama



Tetapi pemimpin desa tidak memberitauhkannya kepada Dea karena ini adalah perintah yang tidak bisa di bantah dengan terpaksa mereka harus mencarinya sendiri tetapi mereka mendapat petunjuk



Dea adalah seoreng putri dari sebuah kerajaan itulah alasan sebenarnya pemimpin desa tidak memberitaukan dimana dea berada karna identitas seorang putri kerajaan harus di rahasiakan



\----------


Beberapa hari kemudian... terlihat seseorng yang memakai jubah berwarnah hitam sedang duduk dibelakang gerobak kecil sambil memakan buah yang ada di tangan nya sembari melihat langit biru yang cerah, menuggu sampai dia  sampai ke tempat tujuannya



“Nona kita sudah sampai di kekaisaran” kata seorang bapak yang mengendali gerobak



“Oh.. udah sampai ya” katanya dengan berkarisma lalu tersenyum “Terimakasih karena sudah memberikan tumpangan sampai di kekaisaran”



“Ah.. tidak apa-apa nona.. lagi pula tujuna kita sama jadi tidak apa apa” jawab pria tua itu dengan ramah