
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Suara seruan dari para pemuda-pemuda, melihat bahwa mata cantik itu perlahan membuka, mereka menatap Lan Xia Dea dengan rakusnya, tapi belum tentu penjaga Dea akan membiarkannya
Yanzhi Zhuxiu, Yanxui Ki Hua, dan Han Luoyi yang menyadari tatapan rakus pemuda-pemuda itu terhadap Dea, memendam amarah
Tak tahan dengan pandangan jijik pada kakak perempuannya, Yanxui berdiri dari tempat duduknya dan berkata dengan dingin dan tajam “Harap untuk kalian semua menjaga mata!!” dengan itu membuat mereka sadar dan malu sendiri
Uhuk,uhuk,uhuk
Batuk mereka untuk menghilangkan rasa malu dan mengurangi kecanggungan...
Orang yang menjadi pusatnya yanga diam saja, Dea hanya bersandar di tempat duduknya dengan menongkah dagunya dan menutup matanya, menyebunyikan kilatan dingin di matanya
Tak lama kemudian datang seorang pelayan menyajikan makanan dan anggur untuknya.. Dea pun membuka matanya, menatap pelayan yang ada didepannya dengan dingin
“Apa yang kau lakukan” tanya Dea dengan pelan, tetapi itu membuat pelayan itu sedikit tersentak terkejut, di telinganya itu terdengar pernyataan yang sedikit menakutkan, tapi dia dapat mengendalikan dirinya dan menjadi tenang kembali
“Menjawab putri.. saya membawa beberapa makanan kering dan anggur untuk putri” jawabnya tanpa mencurigakan
Tetapi Dea menyadarinya dia menatap pelayan itu dengan tajam lalu berkata “Aku belum pernah melihatmu” nada perkataannya itu tidak terlalu keras tetapi Mei, Shin Yao dan para pelayannya dapat mendengarnya, mereka menjadi siaga,
Tetapi Mei Shin dan Yao melihat tatapan mata Dea dan mengerti, dengan perlahan mereka memberitaukan pelayan lain untuk tenang
Pelayan itu tidak atau interaksi mereka dan hanya berdiri dengan tenang dan menjawab pertanyaan Dea “Saya adalah pelayan baru yang dikirim olrh sang Ratu untuk melayani Yang Mulia” jawabnya lagi..
Dari perkataannya memang tidak ada yang mencurigakan, tetapi tidak di mengerti mengapa Dea menyeringai misterius, pelayan itu tidak tau bahwa saat dia menjawab pertanyaan Dea, ada sesuatu yang terbongkar
“Oh.. kalau begitu kau tetapi di sini jangan kemana-mana” perkataan Dea membuat pelayan itu senang, dia tidak tau Dea mengatakan itu dengan maksud tertentu
Tapi Dea hanya diam dengan santai, dia mulai mengambil salah satu kue kering di piring, tetapi dia mengeluh dengan alasan bahwa itu terasa sangat berminyak, dia beralih ke buah-buahan, dia memetik buah anggur dan memasukannya kedalam mulut
Pelayan yang tadinya berpikir bahwa Dea akan mengambil kue kering itu dan memakannya, langsung kecewa dengan perkataan Dea yang mengatakan bahwa kuenya terlalu berminyak dan membatalkan niatnya
Dia mencoba membujuk Dea “Putri.. tolong coba sedikit saja itu tidak terlalu berminyak” ucapnya dengan senyum merayu pada Dea, di kemudian menatap wajah Dea.
Dia terkejut melihat raut wajah Dea yang tengah tajam dan dingin menatapnya, membuatnya berkeringat dingin, dia merasakan ada aura membunuh di sana “P.. putri?” tanyanya dengan gugup
Dia kemudian melihat di sekitar Dea dengan panik dan mendapati bahwa para pelayan Dea sudah menjauh dari mereka, dia merasa kepanikan di hatinya, “Kau menyuruhku untuk memakan makanan itu, kenapa kau tidak mencobanya sendiri..” suara dingin darinya menarik perhatian banyak orang
Mereka mulai berbisik-bisik apa yang terjadi...
“Kenapa..? tidak mencobanya..?” tanya Dea dengan nada yang lebih dingin lagi
Pelaya itu mulai bergetar ketakutan, panik, di sana juga ada aura menekan Dea yang di fokuskan padanya, membuatnya menjadi panik dari pada orang biasa, sehingga dia sedikit tergagap
“Ah.. kau ingin di suapi rupanya..” ucapan Dea membuatnya terkejut setengah mati. Dea menyuruh Yao untuk melakukannya. Palayan itu bergetar ketakutan, kue itu mulai mendekati mulutnya, karena panik dia menepuk tangan Yao untuk menjauhkan kue itu, akhirnya kue itu jatuh ke lantai
Hal itu semua tidak lepas dari pandangan orang-orang, terutama Yanzhi dan Yanxui serta sang Ratu, mereka belum pernah melihat Dea dengan ekspresi dingin dan kejam seperti ini
Tatapan Dea yang dingin dan tajam, tidak meredah, bahkan seluruh aula dapat merasakan bertapa dinginnya Dea saat ini, para penari dan pemusik berhenti dan hanya memperhatikan Dea
Merasa bahwa perannya sudah tiba, Lei Fang’er bangkit dari tempat duduknya dan dengan bakat pembawaan dramanya, dia berpura-pura merasa sedih, “Dea.. maaf Tuan Putri, apa yang ada lakukan pada pelayan itu, pelayan itu hanya ingin anda memakan kue yang dia siapkan, kenapa anda memaksanya sampai dia berlutut di tanah seperti itu... lihatlah sekarang ini dia tengah katakutan dan ingin menangis” ucapnya yang ingin membuat riuh
Ucapan Lei Fang’er menadapatkan tatapan dari Dea, membuatnya menyusut ketakutan, sang pelayan yang mendengar Lei Fang’er, merasa bahwa ini adalah kesempatan, dia segera menetralkan perasaannya walaupun masih tertekan oleh aura Dea
“Yang Mulia saya tidak tau apa yang saya lakukan, m mohon ampunilah saya” ucap pelayan itu dengan tidak tau malunya, kini aura Dea sudah di lepaskan
Dea menatapnya semakin tajam dan tanang bertanya padanya “Kau bilang kau pelayanku, kan?” pertanyaannya di balas anggukan oleh pelayan itu
Dea menyeringai “Kalau kau itu pelayanku kau seharusnya tau bahwa aku tidak minum arak..”
Pertanyaannya memang sangat mudah untuk di jawab oleh pelayan itu, hanya dengan sedikit alasan mungkin orang-orang sudah bisa mempercayainya “I Itu saya tidak pernah mendengarnya yang mulia, para pelayan lainya tidak memberitaukannya pada saya, mohon maafkan saya Yang Mulia”
Dea hanya melihatnya dengan seringai di wajahnya, yah walaupun tidak terlihat karena cadarnya
“Oh.. kau tidak tau yah.. kalau begitu kenapa ada kacang di makananku, apa kau juga tidak tau kalau aku tidak makan makanan olahan kacang juga..” tanya Dea lagi
Perkataannya membuat selulueh keluarga Dea terkejut... Kacang katanya, itu yang ada id pikiran semua orang, tapi pelayan itu tidak mengetahui reaksi tersebut dan hanya tersenyum dan menjawab pertanyaan itu dengan kata yang sama seperti sebelumnya, tapi sebelum dia menyelesaikan perkatannya, itu di potong oleh Dea
“Semua orang yang ada di istana tau akan hal ini, dan kau tidak tau...” ucapan Dea masih dingin, membuat pelayan itu panik kerena dia tidak pernah mendengar hal seperti ini
Lei Fang’er yang ada di depan mereka juga sedikit menjadi kaku, dia melupakan hal ini
Pelayan itu mengengok sedikit pada Lei Fang’er, tetapi lei Fang’er memalingkan wajahnya, menghidarinya, tapi demi menyelamatkan hidupnya, pelayan itu kembali membuat alasan “I Itu.. dapur istana yang menyiapkannya saya tidak ta...” sekali lagi perkataannya dia blok, tapi kali ini bukan Dea, melainkan Shin
Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca... jangan lupa tinggalkan jejak Yah...
Favorit...
Comment dan Like...