
Hijiri Kikyo melihatnya, dia berjalan perlahan menuju Lan Xin Yuezhi dan berkata “Ingat dengan yang kita bicarakan? Jika menemukannya, tahan emosimu itu. Apa kau mau jika kita saat di datang dan menemuinya dengan tiba-tiba, dia hanya akan melarikan diri lebih jauh dari kita!”
Berbeda dengan yang sebelumnya, kali ini Xin Yuezhi hanya diam saja, membiarkan Kikyo terus memarahinya dengan kejam. Saat semua kekesalannya keluar, Kikyo menjadi lebih tenang.
Momohara Chieri yang melihat semuanya dari tadi tanpa berbicara, tersenyum hangat “Kita akan berangkat besok kelokasi yang di bicarakan sebelumnya. Jika semua prediksi Shikamaru itu benar, seharusnya Dea ada dengan tempat yang kita tujuh.”
Nami Shikamaru mengangguk “Menurutku, jika Dea memang ada di sekitar, dia pasti ada beberapa orang yang mengikuti dirinya, dan itu tidak jauh dari tempat ini. Kita akan menemui mereka besok jadi bersabarlah..” ucapnya dengan menepuk bahu Xin Yuezhi.
Xin Yuezhi dia mendengar semua apa yang mereka bicarakan. Dia masih memikirkan perkataan Kikyo dia menghitam dan mengepalkan tangannya “Ck!” dia menjadi sangat kesal, bukan pada Kikyo tapi pada dirinya sendiri..
\-------
Keesokan harinya.. sesorang tertidur di atas pohon, mengabaikan mereka yang ada di bawah yang sudah mulai sibuk dengan segala hal.
“Yanzhi, di mana Dea?” tanya Han Luoyi pada Yanzhi Zhuxiu yang melihat bahwa adik kesayangan mereka tidak ada di sini.
Yanzhi juga mulai mencari Lan Xiadea yang tidak kelihatan. Yanxui Ki Hua melihat mereka yang sepertinya kelihatan bingung dan menujuk “Di sana..” katanya.
Han Luoyi melihat arah tunjuk Yanxui dan melihat di salah satu pohon yang cukup besar di salah satu dahan yang terlihat kuat, dia melihat ada seseorang yang sepertinya bersandar dan tertidur dengan nyaman di atas.. melihat ini membuat Han Luoyi tidak bisa berkata.
“Kenapa dia lebih memilih berada di atas sana dari pada di dalam tenda yang nyaman?” tanya Hu Zhong Qi yang baru saja keluar dari dalam tenda.
Yanzhi dan Han Luoyi melihatnya dan tersenyum tidak berdaya “Mau bagaimana lagi. Kakakku itu merasa lebih nyaman di atas pohon dari pada dalam tenda.” Ucap Yanxui dengan menghela nafas yang mendapat tatapan bingung dari Hu Zhong Qi.
Hu Zhong Qi bingung dengan perkataannya, sampai dia melihat Wei Ran yang kebetulan keluar dari dalam tenda. “Oh..” Dia menjadi salah paham, mengirah bahwa karena ada si ular di dalam tenda, Dea menjadi tidak nyaman.
Yanzhi dan Yanxui tidak bisa berbuat apa-apa dengan kesalahpahaman Hu Zhong Qi. Mereka hanya mengabaikannya dan meluruskannya, karena mereka juga sebenarnya tidak tau apa alasannya, beda halnya dengan Han Luoyi yang bisa menebaknya.
Melupakan hal ini, Yanzhi berdiri dan merengangkan tubuhnya dan berkata “Sudahlah, aku akan pergi membangunkannya.” Ucapnya.
Yanxui juga tidak bisa melepaskan kesempatan ini, dia berkata “Tunggu, aku yang akan pergi. Aku terbiasa membangunkan dirinya..” keduanya mulai beradu.
Hu Zhong Qi tidak terbiasa melihat pemandangan ini, dia tidak pernah melihat kedua orang ini seperti ini, untuk Han Luoyi yang sudah terbiasa, tidak bisa membantu.
Dia melihat Xiao’ru yang sedang menuju kearah mereka “Hentikan kalian berdua, dia yang akan melakukannya.” Ucapnya yang melihat Xiao’ru, membuat Yanzhi dan Yanxui menatap Xiao’ru sedangkan Xiao’ru menjadi bingung, dia baru saja sampai dan tidak tau permasalahannya.
Han Luoyi melihatnya “Bisakah kau membangunkan Dea.” dia kemudian menunjuk Dea yang masih tertidur.
Xiao’ru melihat seseorang di atas pohon dan tertawa geli, dengan itu Xiao’ru mengangguk setuju “Baiklah..”
Xiao’ru jelas mendengarnya sedang mengoceh memarahi Dea lagi, tapi kali ini, dia mengabaikannya dan menuju Dea.
Kalau bukan karena Yanzhi yang memperingatkan dirinya, dia akan menjambak rambut wanita itu dengan cara yang kejam, tapi sekarang ini, membangunkan sang Putri lebih penting dari pada berurusan dengan si ular.
Xiao’ru adalah kultivator yang tinggi, menaiki sebuah pohon seperti ini sangatlah mudah. Dengan itu dia melompat dan dil lihatnyalah pemandangan eksklusif yang spekakuler ini, bahkan hampir membuatnya terguncang.
Seorang wanita yang sangat cantik, wajah yang halus, kulit yang lembut, bulu mata yang lentik dan rambut biru perak yang indah. Dia biasanya terlihat berbeda dari dirinya yang sangat dingin dan acuh terhadap semua hal. Ini pemandangan yang jarang untuk di lihat.
Saat Xiao’ru melihat penampilannya ini, sekejap membuat jantungnya berdegup dengan kecepatan yang luar biasanya.
Xiao’ru adalah seorang wanita, tapi saat melihat kecantikan Dea yang saat ini tertidur tanpa tertutup oleh cadar atau apapun membuatnya jatuh cinta, dia merasa dirinya sangat aneh melihat pemandangan ini, membuat dia tidak bergerak untuk waktu yang lama.
Dea terlihat sangat nyaman dengan ini, bahkan dia tidak tau bahwa ada seseorang yang sedang melihatnya. Dea yang biasanya selalu waspada dengan segala hal, kini seperti indranya yang tajam itu, menghilang dia tidur seperti bayi. Xiao’ru sedang melihatnya.
Beberapa saat kemudian, bulu matanya yang lentik itu bergerak, matanya perlahan terbuka. Irisan mata yang indah dengan lensa berwarna biru gelap, Saat matanya terbukan sorotnya menjadi tajam, membuat auranya berubah lagi.
Dari yang seperti peri hutan yang cantik tidak berdaya, menjadi seseorang yang keren, auranya terlihat mengesankan.
Instingnya sangat tajam, saat dia membuka matanya tadi, dia merasakan adanya seseorang yang sedang melihatnya, dengan itu dia mengerut dahi.
Xiao’ru yang memperhatikan perubahan ini, menjadi sedikit gugup “Putri..”
Dea yang mendengar suara Xiao’ru, melihat kearahnya, “Apa?” dia menjadi dirinya yang santai lagi walau dahinya masih berkerut.
Xiao’ru sedikit terkejut dengan perubahan ekspresi ini.. entah berapa kali pun dia melihatnya, dia selalu terkejut. Melihat Xiao’ru tidak menjawab dan hanya menatapnya saja, Dea sengaja terbatuk kecil “Erhm.”
Xiao’ru segera tersadar dari pikirannya, dia melihat Dea “Putri, pangeran menyuruhku untuk membangunkan anda.” Dea melihatnya dan berbalik melihat kebawah, kearah saudaranya, matanya menangkap Jing Ze yang saat ini juga melihatn kearahnya.
Mata keduanya bertemu, seakan waktu berhenti dan hanya mereka berdua saat ini. Jing Ze melihatnya, senyum muncul di wajahnya, tidak tau apa artinya.
Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca dan juga mohon maaf atas ketidaknyamanannya jika Thor ada salah-salah kata..
Jangan lupa tinggalkan jejak ya..
Faforit...
Comment and Like