
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Karena terkejut sesuatu yang ada di semak itu melompat keluar.. menampilkan hewan putih kecil dan mungil
Itu adalah kelinci.. batin mereka
Saat melihat kelinci yang lucu, semua wanita pasti akan terpikat padanya.. semuanya mungkin.. kecuali Lan Xia Dea
Dengan dinginnya Dea melemparkan satu kunai nya lagi dan mendarat pada kaki dari kelinci itu..
Ugh... sungguh tidak berperasaan.. batin ketiganya
--------
Kunai itu menancap di kaki kelinci itu, membuatnya mengerang kesakitan...
Mereka tidak tau apa yang di pikirkan oleh Dea.. Dea memang sengaja untuk melemparkan kunainya mau itu sasarannya kelinci atau apapun itu
Sudah lama Dea tidak memainkan benda kesayangannya ini sejak latinan tanding waktu itu
Sejak hari itu Dea tidak pernah lagi mengeluarkan pisau kecilnya itu..
Dea berjalan menujuh buruannya.. melihat bahwa tembakannya tepat sasaran Dea tersenyum puas
Dia berbalik berjalan menuju kudanya dan dengan santainya melambaikan tangannya.. sesaat kedua kunainya bergetar
Dea melompat menuju kudanya.. pada saat dirinya sudah berada di atas kudanya, dia mengangat tangannya
Yanzhi, Yanxui dan Han Luoyi tidak tau dengan apa yang dilakukan oleh Dea, mereka bingung, tadi dia melampaikan tangannya dan meninggalkan buruannya dan sekarang dia mengangkat tangannya
Kerena tak tahan Yanzhi sebagai sang kakak bertanya pada adiknya.. “..Meimei apa yang kau lakukan.. kau meninggalkan hasil buruanmu dan sekarang mengangkat tanganmu..”
Belum selesai Yanzhi berbicara, kedua kunai yang Dea lemparkan tadi terbang mendekat dan Dea menangkapnya dengan sempurna
Dea kemudian menoleh pada kakaknya dan berkata “..Hm apa Gege bicara sesuatu..?” tanyanya dengan wajah polos
Tetapi Yanzhi sudah kehilangan kata-katanya.. dia terdiam dan tertawa dengan kaku “..Tidak ada yang dapat menandinginya..” batinnya menatap Dea dengan senyum canggung
Tadinya dia ingin bertanya pada Dea kenapa tidak mengambil kembali kunainya.. selama ini saat Dea melemparkan kunainya.. dia akan pergi untuk pergi mengambilnya kembali seperti itu adalah harta berharganya
Tetapi apa yang di lihat oleh matanya, kini dirinya kehilangan kata-kata.. kunai itu terbang kembali padanya.. bagaimana bisa dia tidak kehilangan kata-katanya...
Saat ini Dea yang sudah kembali mendapatkan kunainya kembali, memberiskannya dari noda.. seperti kata Yanzhi tadi, Dea memperlakukan pisau kecil itu sebagai harta berharga miliknya
Yanzhi dan Yanxui menatapnya seperti itu, hanya Han Luoyi yang tau apa arti kunai dari Dea
Dia telah mengunjungi tempat Dea berada dan juga sedikit tau tentang kunai yang di gunakan disana
Karena itu dia menatap kunai yang di pegang oleh Dea dengan aneh, itu terlihat berbeda dengan yang lainnya
“..Kau menyimpannya..?” tanya Han Luoyi yang membuat Dea tersentak
Dea kemudian menatapnya sekilas dan menarik pandangannya kembali “..Ya..” jawabannya sangat sederhana tetapi terdengar berat
Dia kemudian mengusap-usap pisau itu, Han Luoyi menatapnya kembali dan bertanya lagi “..Itu terlihat berbeda dari yang biasanya.. apakah itu darinya..” tentu saja itu merajuk pada Lan Xin Yuezhi
Mengetahui maksud dari sepupunya membuat suasana di tempat itu menjadi berat.. Yanxui yang dari tadi tidak berhenti untuk bercerita menjadi diam
Dia tidak mau membuka mulutnya.. kini instingnya mengatakan padanya bahwa jika dia membuak mulutnya, akan berbahaya untuknya
Tentu saja pertanyaan yang di lontarkan oleh Han Luoyi adalah hal yang sensitif untuk Dea..
Yanzhi tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh sepupunya... tetapi instingnya mengatakan bahwa ini ada kaitanya dengan pulangnya Dea secara tiba-tiba
Sedangkan Dea.. mendengar pertanyaan sepupunya membuatnya membeku.. tentu saja kerana tebakan Han Luoyi benar adanya
Ini memanglah benda yang ada sangkut pautnya dengan Xin Yuezhi
Kunainya itu adalah desain yang digunakan oleh kelompoknya tetapi tanda di kunai Dea sedikit spesial itu tanda kepemilikannya
Dan dia memilih itu bersamaan dengan Xin Yuezhi.. bisa di katakan bahwa itu adalah tanda yang di gunakan oleh keduanya
Tetapi karena masih ada beban di hatinya, setelah diam beberapa saat Dea menjawab “..Tidak..”
Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca...
jangan lupa tinggalkan jejak Yah...
Favorit...
Comment dan Like...