
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Melihat~~~~ kertas itu, dia sedikit bingung, “Bukankah semua dokumen telah di sisipkan..” ucapnya.. karena penasaran, dia mengambil kertas itu dan di bacanya
Tiba-tiba suara keras karena kaget terdengar “Yah ampun.. ini kertas folmulir Yang Mulia Putri..” ucapnya.. sebentar dia menghela nafas lelah “Hah.. ini karena terlalu terburu-buru tadi sampai lupa untuk menyimpannya..” dengan itu dia memulai membacanya
“Hm.. elemen sama dengan yang tadi, nama asli sesuai dengan keturunan Laurenzhi..” dia berhenti skejap dan membaca nama Dea. “Lan Xia Dea? Ini sepertinya tidak asing.. di mana aku pernah mendengarnya.” Ucapnya.. dia merasa pernah mendengar nama ini di suatu tempat
Itu membuatnya berpikir keras, tapi dia hanya menyampingkan itu. “Sudahlah... hm.. perguruan asal.....” dia berhenti pada jalur ini.. dia tersentak kaget melihat itu.. “haha.. ini pasti karena mataku yang telah rabun sampai salah membacanya..” ucapnya tidak percaya dengan apa yang di lihatnya
Dengan itu dia mengusap-usap matanya, dia membacanya lagi “Haha.. ini pasti tidak mungkin” ucapnya lagi yang masih berpikir bahwa dia salah mambacanya.. tapi, yang ketiga kalinya dia membacanya dengan serius
Kini wajahnya tidak seperti tadi, wajahnya sekarang menjadi lebih pucat.. dengan tangan yang bergetar sambil memegang kertas itu, suara yang gugup terdengar.. dia menelan ludahnya dengan kasar “Perguruan asal... Akademi.. XY..”
Wajahnya menjadi hijau karena terkejut... bagaimana tidak terkejut, XY seperti dewa bagi mereka.. itu adalah eksistensi yang melambung tinggi di hati semuanya.. itu adalah sesuatu yang menjadi mimpi setiap orang,
Dan melihatnya saat ini, hampir membuat jantungnya copot “Tunggu, nama tadi jangan-jangan...” ucapnya, tapi sesaat kemudian, dia tertawa dan mengatakan bahwa itu tidak mungkin, tapi dalamnya berbeda, dia memikirkan kemungkinannya dan memutuskan akan menanyakannya pada saat masanya di mulai..
\-\-\-\-\-\-\-\-\-
Dea tidak tau dengan apa yang dia pikirkannya.. karena rasa bosan, di dalam kamarnya, dan melihat bahwa malam masih ramai, dia ingin jalan-jalan, tanpa memberitau kedua saudaranya, Dea keluar dari jendela dan berjalan mengelilingi keramaian
Mungkin karena penginapan yang mereka singgahi ada di kawasan ramai, meski sudah malam tempat ini masih ramai.. banyak kios-kios dan toko-toko yang bagus di sana
Mungkin karena ini malam terakhir pada pekan ini, ada banyak orang yang berkeliaran di sana, membuat malam menjadi hangat..
Melihat keramaian ini, mengingatkan Dea dengan tempatnya besar.. benua Arck, negara Phoenix.. pemandangan ini sama dengan sana, walaupun hari sudah berganti malam.. keramaiannya malah meningkat
Dea tersenyum melihatnya.. tapi tiba-tiba dia tersadar, senyumnya menghilang dan dia menjadi berdiri diam di sana seolah membeku dan hanya menatap kebawah...
Tiba-tiba suara teriakkan terdengar “Argh” Dea menjadi penasaran dengan suara teriakan itu dan bergegas menuju ke sana
“Hei.. berani sekali kau..” ucap seorang pria paru baya sedang memarahi anak perempuan yang seumuran dengan Dea
Terlihat di sana ada dua anak perempuan itu, ketakutan karena teriakan dari pria paruh baya itu
Pria itu terlihat seperti seorang bangsawan.. lihat saja dari perutnya yang membuncit keluar.. dia terlihat seperti orang yang menikmati kekayaan yang lebih
Dua perempuan itu, mereka di lindungi oleh penjaga pribadi mereka, tapi kelihatan seperti telah di lumpuhkan oleh penjaga pria buncit itu. “Ma.. maaf.. k kami tidak sengaja..”
“Tidak sengaja apa! Lihat! Karena kalian pakaian mahalku ini menjadi kotor!.. ini semua kerena kalian tidak memperhatikan jalanan” ucap pria itu dengan marah
Penjaga kedua perempuan itu sedikit kesal dengan apa yang di katakannya.. keributan mereka mengundang banyak perhatian orang-orang, para penonton mulai berbisik “Ini bukannya salah pria itu karena tidak memperhatikan jalan..”
“Iya, tadi aku melihatnya dengan sengaja menabrak keduanya..”
Penjaga kedua perempuan itu, ingin menentang pria itu, ketika mendengar perkataan dari pria itu..
Pria itu, ketika dia mendekati kedua perempuan itu, matanya melebar.. dia melihat bahwa kedua wanita itu bukan hanya cantik tapi juga mempuntai bentuk tubuh yang indah
Dia menelan ludahnya dengan kasar dan berkata “Tapi.. aku tidak ingin melihat wanita memohon seperti ini.. bagaimana kalau kalian itu saja denganku..” ucapnya dengan nada yang menjijikan sambil melihat kedua perempuan itu
Kedua perempuan itu melihat mata \*\*\*\*\* dari pria itu, mereka merasa jijik, dan saat melihat tangan pria itu yang perlahan mendekat, salah satu dari keduanya berteriak “Ti.. tidak..!!” sambil melemparkan sesuatu
Hasil itu mengenai pria itu.. sekejap darah pria itu naik “Beraninya kau..!!”, perempuan yang melempar sesuatu tadi, bergerak tanpa sengaja, itu refleks untuk melindungi diri
Karena marah, pria itu maju dengan melayangkan tanganya.. terlihat seperti ingin memukul
Dea yang melihat dari kejauhan, mengambil batu kerikil yang ada di tanah dan di lemparkannya kepada pria bangsawan, itu mengenai tangan dan di layangkannya
Dia juga melempar juga pada penjaga-penjaganya.. itu tepat mengenai lutut dari mereka, membuat mereka sekejap tumbang kelantai
Pemandangan itu membuat orang-orang bingung, kenapa mereka bisa terjatuh seperti itu.. mereka tidak menyadarinya, tapi pria bangsawan itu merasakan ada yang dengan sengaja melumpuhkannya..
Dia memandang kesekeliling dan berteriak dengan keras “Siapa!! Berani sekali ikut campur.. Keluar!! Tunjukan dirimu!!” Dea tidak bermaksud untuk menjadi pengecut, hanya saja dia tengah malas, dan setelah mendengar perkataan pria itu, Dea tidak bisa membantu
Dia mengambil lagi tiga kerikil dan di lemparkannya.. dia melemparkannya selayaknya melempar pisau kecilnya.. yang pertama itu mendarat di kepalanya, kedua di lututnya, setelah pria itu jatuh kelantai dan tersungkur, Dea melemparkannya lagi..
Kali ini, itu tidak mengenai tubuhnya tapi sebaliknya itu menancap di lantai itu tepat di depan pria itu, membuat pria itu menjadi hijau.. dia takut
Hasil, karena takut akan di serang lagi, dia memilih untuk melarikan diri dari sana.. dia merasa kalau sebuah kata terucap darinya, seseorang akan menyerangnya lagi.. orang-orang yang melihatnya tidak bisa menahan tawa
Kedua perempuan dan penjaga mereka juga menghela nafas lega ketika melihat bahwa pria itu telah pergi dan tidak lupa untuk mengejek pria itu di dalam hatinya
Penjaga-penjaga itu kemudian membantu nona mereka untuk bangkit “Nona apakah anda baik-baik saja”
“Hm.. aku baik.. tapi apa yang terjadi, kenapa mereka mendadak pergi..”
Mereka sampai pada kesimpulan “Itu mungkin ada seorang master yang membantu” ucap salah satunya.
***Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak yah..***
***Favorit...***
***Comment and Like...***