
Hai semuanya, 😊 Thor ucapkan selamat Idul Fitri, bagi yang merayakan🙏🙏🙏, jika selama ini Thor sempat salah kata, mohon di maafkan yah.. sekali lagi selamat Idul Fitri🙏🙏
Lan Xiadea merasa marah karena wajahnya terekspos, pikirannya di penuhi dengan aura membunuh yang kuat.. dia tidak akan membiarkan mereka karena sudah melihat wajahnya!
Luo Hong San terkejut dengan kencatikan tiada tara itu, kemudian dia menatap Xu Hei Fuyan yang masih tenang-tenang saja.. sudah pasti dia mengetahui kalau itu adalah Dea.. tiba-tiba muncul rasa iri di dalam hatinya, dia tidak tau mengapa tapi rasanya sakit
Kejutan Dea membuat mereka tersadar.. Hu Wen yang melihat Dea masih melihat ke arah tetua Li Wang, menyerangnya dari belakang
“Rasakan ini!!” teriaknya
Kekuatan senjata spirit sangatlah hebat, dia bahkan bisa memukul dan membela angin, tapi tentunya itu di bagi dalam beberapa tingkat seperti yang di gunakan Hu Wen saat ini..
Senjata spirit Hu Wen, karena baru saja di panggil, itu hanya berada di tingkat awal, masih sangat lemah, tapi tetap dia bisa memukul angin pada setengah gelombang
“Mati kau \*\*\*\*\*\*!!”
Dea tersenyum dan menghindarinya “Haha.. hanya benda kecil seperti ini kau mau melawanku..” ucapnya menghina
“Diam kau! Ini adalah senjata spirit, senjata ini bahkan bisa memotong angin! Haha!! Dengan ini aku akan tamat!!”
“Lalu apa gunanya jika tidak mengenaiku”
Mendengarnya membuat Hu Wen menjadi kesal “Sial!! berhenti \*\*\*\*\*\*! Jangan hanya bisa menhindar saja, kalau berani lawan!”
“Haha..kau pikir aku bodoh hingga mau mendengarkanmu” ucap Dea yang masih memanas-manasi.. dia berdiri tegak di tanah yang agak jauh dari Hu Wen dengan santai karena Hu Wen sepertinya lelah
Hu Wen tidak tahan.. dia belum terbiasa menggunakan senjata spirit itu, dan tentu saja ini hanya akan membuang-buang energi jika Dea terus saja menghindar, dia tidak bodoh
“Sial!” Hu Wen melihat pada kelompoknya dengan kesal “Apa yang kalian lakukan, cepat bantu aku untuk menyerangnya..”
Dengan itu orang-orang yang tadi sudah di kalahkan oleh Dea bangkit.. mereka mengingat bahwa Hu Wen pernah memberikan mereka pil yang dapat meningkatkan kekuatan jika memakannya, itu adalah pil naga tingkat dua dengan enam resep
Pil itu bisa melipatkan kekuatan sesuai dengan tingkat pilnya, tentu saja ada efek sampingnya, tapi mereka tidak tau hal itu dan memakannya..
Seluruh aula tengah di penuhi dengan orang-orang yang kekuatannya berkali lipat, rasanya mereka sudah melupakan sakit yang mereka rasakan tadi
Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu, merasa krisis datang menghampiri Dea dan ingin membantunya “Tidak Dea!!” teriak keduanya, tapi mereka di hadang oleh orang-orang Hu Wen
“He.. mau kemana kalian.. lebih baik jangan ada yang masuk ke aula, jika tidak kalian akan tau apa yang akan terjadi” ucap mereka mengancam..
Ini membuat keduanya menggertakan gigi.. mereka sebelumnya memang berada di atas keduanya, dan sekarang mereka mengkonsumsi pil itu dan kekuatan mereka bertambah
Jika memaksa melawan, takutnya mereka tidak bisa melihat dunia lagi..
Tapi tanpa sadar dia melihat ekpresi tenang Dea.. “Oh.. pil naga..” ucapnya kemudian dia tersenyum meremehkan “Walaupun pil naga tapi itu hanya berada di tingkat dua.. hanya bisa meningkatkan kekuatan sebanyak dua kali saja.. hah.. itu masih, lemah”
Ejekan saat ini benar-benar membuat mereka marah, dengan itu mereka semua pergi menyerang Dea dengan brutal.. Dea menghindari semuanya dengan lincah tidak ada goresan bahkan di pakaiannya
Tapi tetap saja mereka sangat banyak, Dea kalah jumlah.. hanya Dea sendirian saja.. 53 orang bertarung melawan satu orang yang masih saja bisa menghindari semua serangan, oh tidak kurasa harus menghitung sebanyak 54 orang
Tetua Li Wang juga mulai kembali sadar segera setelah memakan pil penyembuh, itu membuat semua lukanya baik luar maupun dalam sembuh
Setelah sembuh dia juga menyerang Dea dengan brutal, membuat Dea sedikit kesulitan tapi masih saja bisa menghindar..
Tapi Dea tidak hanya bisa menghindar saja.. saat dia berada di udara bebas setelah melompat, orang-orang di bawahnya melihat Dea yang bagaikan peri itu
Tangannya melukis membentuk pola, dia berkata dengan aura tekanan yang meningkat “Elemen air, ratapan tangis” seketika turun bulir-bulir air seperti hujan, mereka semua bingung dengan air itu.. langit masih cerah dan kini hujan turun
Dea tersenyum dengan mengerikan.. bulir-bulir air itu tidak jatuh sampai ketanah dan berhenti di udara, semua mata melihat itu dan melihat kearah Dea yang kini tengah tersenyum, pikiran semua orang ‘Gawat’
Bulir-bulir air itu terbang keara mereka layaknya jarum, membuat seluruh aula tengah di penuhi dengan bauh darah yang menyengat.. kini Dea bukan lagi Dewi dengan kecantikan luar biasa, tapi berubah menjadi dewi kematian
Itu sesuatu yang luar biasa bagi merek, itu adalah sesuatu yang bahkan tetua Li Wang juga tidak bisa melakukannya..
Tapi mereka semua bisa bertahan walau ada beberapa luka yang serius.. yah lagi pula tubuh mereka sudah di perkuat dengan pil naga jadi masih bisa bertahan
Tetua Li Wang tidak tahan dengan semua serangan Dea.. dan saat serangan Dea berhentik, dia melakukan hal yang sama dengan yang di lakukan Hu Wen tadi, yaitu memanggil senjata spirit..
Itu lebih cepat muncul dari pada Hu Wen, mungkin karena dia adalah seorang tetua.. gelar tetua tidak sembarangan, tidak mungkin dia menjadi seorang tetua luar sekte hanya karena umurnya, tentu saja karena memiliki kekuatan
Ingat di dunia ini, yang kuatlah yang berkuasa.. tapi tetap saja kekuatan itu masih kalah jauh dari Dea..
Tetua Li Wang ikut menghantam Dea dengan senjata spiritnya, di ikuti semua orang
“Rasakan ini! Teknik pembelah langit!” serangan yang ganas dari tetua Li Wang dan semua orang mengikutinya
Tapi Dea masih saja berhasil lolos, hanya saja dia tidak menghindar seperti tadi.. dengan serangan seperti itu, sulit untuk menghindar, tapi kekuatan Dea sangat kuat “Elemen cahaya, teknik suara pembalik serangan” segera serangan itu menghilang
Padahal tidak ada yang di lakukan Dea dan hanya berdiam saja dan berkata-kata saja, mereka tidak bisa mendengar apa yang di katakannya tapi yang pasti serangan yang besar itu menghilang dan lebih lagi terjadi sebuah hempasan yang membuat tetua Li Wang dan lainnya runtuh ketanah
***Note : Hai semuanya... Selamat idul fitri bagi yang merayakan.. mohon maaf lahir dan batin🙏
terimakasih karena telah membaca novel ini. jangan lupa tinggalkan jejak ya***..
***Faforit***...
***Comment and Like***