The Lost Of Power

The Lost Of Power
122. Menanti..




Sudah beberapa hari semenjak hari itu.. Dea tidak hadir sejak hari itu pula dan tidak tau dengan apa yang terjadi..


 


Pada saat dia masuk ke kelas, semua murid menatapnya dengan aneh dan Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu yang tengah berdebat dengan teman-teman Chan Bai Rin..


 


Dea tidak senang dengan hal itu, matanya menjadi dingin “Apa yang terjadi di sini?” dengan itu, dia membuat mereka menghentikan aksinya..


 


Kini di belakang mereka berdiri seorang wanita dengan rambut biru gelap dan juga cadar yang membuatnya misterius.. tatapan matanya yang tajam, serta aura menekan yang menguar itu


 


Mereka yang tadinya berbisik tentang dia, menjadi terdiam karena aura agung itu.. begitu pula dengan mereka yang tadi berdebat dengan Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu


 


Teman-teman Chan Bai Rin tidaklah bodoh.. mereka tau betul dengan Dea.. mereka mungkin berani dengan keduanya, tapi tidak dengan Dea.. jika mereka mncari masalah dengannya, tidak tau dengan apa yang terjadi nanti


 


Shua Yunru Xi dan Zhau Yinxu, ketika melihat Dea, mereka memiliki ekspresi yang aneh.. mereka tersenyum, tapi itu jelas berbeda dengan yang biasa di lihatnya


 


Dia mendekat pada mereka, tidak ada yang bisa melihat apa yang ada di balik cadarnya, tapi mereka bisa merasakan aura menakutkan dari Dea.. itu berbeda dengan saat dia bertanya pada keduanya


 


Melihat Da, Chan Bai Rin juga sedikit takut.. itu aura yang bahkan tidak di miliki oleh tetua di keluarganya..


 


Tapi harga dirinya cukup tinggi.. dia ingin membalas Dea, tapi di tahan oleh temannya dengan sebuah bisikan.. mendengar bisikkan itu, dia mengendus kesal, tapi senyum mengejek muncul.. dia menatap Dea dengan ejekan


 


Mata Dea dari awa sampai akhir tidak melepaskan Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu, dan tidak memperhatikan senyum itu


 


Setelah mereka pergi, Dea mengulang pertanyaannya “Apa yang terjadi?” kali ini ada yang berbe.. nadanya sama dengan di awal.. jika di bandingkan, yang berbeda adalah pandangannya.. itu sedikit, sedikit lebh lembut


 


“Tidak apa-apa..” ucap keduanya.. mereka agak ragu untuk menjawab.. Dea tidak bertanya lebih lanjut, tidak ingin keduanya menjadi tertekan dengan pertanyaannya


 


Dea melihat keduanya.. tak lama dia mencoba mencairkan suasana “Kalian..” ini membuat keduanya, tersentak, sedikit takut jika ada sesuatu yang di ketahui.. tapi sedetik berikutnya, malah terdiam


 


“Kalian sudah berani melawan Chan Bai Rin..” ucapnya dengan ramah, jika saja cadar itu tidak menghalangi wajah itu, mereka akan melihat senyum yang menawan..


 


Keduanya terdiam sebentar, sebelum menghela nafas lega.. keduanya saling bertatapan dan tertawa.. Dea melihat keduanya dengan bingung.. Kenapa tertawa.. tapi dia membiarkannya


 


Perhatiannya teralih ke pemikiran lain, mengenai keributan tadi..


 


Dia duduk di tempat duduknya, menongkah dagu dan menutup mata.. memikirkan sesuatu


 


Guru Sun masuk dan pelajaran kelas di mulai..


 


Di saat perhatian Dea teralih, suasana kelas menjadi riuh “Lalu kenapa di sekte ini, memiliki orang rendahan, bahkan di kelas ini.. tanya Chan Bai Rin dengan sinis.. jelas dia memiliki niat yang buruk


 


Perhatian Dea teralih sebentar.. jika dia memikirkan sesuatu dengan serius, apapun yang terjadi di sekitar, tidak akan mempengaruhinya, seperti saat ini.. dia hanya tersadar dengan suara tawa yang berisik dari teman-teman Chan Bai Rin


 


Dia bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi, dan menjadi bingung.. melihat wajah marah pada Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu


 


Dia tau ada yang aneh, melihat Chan Bai Rin, dia mengira bahwa dia sedang menghina keduanya, tapi reaksi dari guru Sun ini aneh.. jika itu menyangkut keduanya, dia pastinya hanya akan memarahinya, tapi.. ini ekspresi yang rumit saja, bahkan sedikit ketakutan dapat terlihat di wajahnya


 


 


Guru Sun yang melihat wajah santai Dea, yang bahkan sepertinya tidak peduli, diam-diam menghela nafas lega.. tapi Dea tidak terlalu memusingkannya, lagui pula cepat atau lambat dia pasti akan mengetahuinya...


 


Kelas berakhir dan itu membuat guru Sun menjadi lebih lega.. dia dengan cepat menghilang dari kelas.. Dea mengikuti kedua temannya menuju tempat makan


 


Di sepanjang jalan, mereka yang melihat ketiganya akan berbisik.. Dea agak tidak nyaman dengan itu, samar-samar dia dapat mendengar  mereka berbicara.. itu menyangkut dirinya dan tidak terlalu mempedulikannya..


 


Mereka duduk di tempat yang berada di paling ujung dari aula itu.. sementara keduanya tengah asik berbicara, pikiran Dea melayang entah ke mana..


 


 “Apa yang akan kau bawahkan untuk pesta itu..” ucap Shua Yunru Xi


 


“Hm.. aku akan memakai...”


 


Dea tersadar dengan mereka yang berbicara tentang pesta “Pesta.? Perayaan.?” tanya Dea tiba-tiba.. dia bingung dengan apa yang di bicarakan keduanya dan tidak menahan untuk bertanya..


 


Hm.. keduanya saling berhadapan... tring.. mereka mengingat sesuatu “Iya, kau tidak hadir beberapa hari terakhir..” ucap Shua Yunru Xi yang mengerti kenapa Dea bertanya


 


“Ini adalah perayaan untuk kelas bangsawan dari semua tingkat.. itu di adakan malam ini..” dia menjelaskan.. Dea terdiam sebentar dan mengelah nafas berat..


 


\------------


Sampai di paviliunnya, dia melihat kedua saudaranya “Gege, kau tidak memberitahu ku tentang perayaan” ucapnya dengan tiba-tiba ketika melihat Yanzhi Zhuxiu


 


Yanzhi yang mendengarnya terdiam, sebelum berseru terkejut “Itu.. perayaan yang di khususkan untuk murid bangsawan, dari yang pangkatnya rendah maupun jabatan seorang anak kaisar..” jawab Yanxui Ki Hua menjelaskan


 


“Aku tidak memberi tau mu kerena berpikir, kau pasti tidak akan datang dari kejadian yang sudah-sudah..”


 


Dea berpikir sebentar, memang  yang ada di pikirannya pertama kali, jika memikirkan sebuah pesta, yah pastinya itu merepotkan, dan sejujurnya dia tidak mau datang.. tapi ketika memikirkan tentang SHua Yunru XI dan Zhao Yinxu, dia tersenyum


 


“Kalau kau mau kau tidak perlu datang...-“ ucap Yanzhi lagi, sebelum di potong Dea


 


“Tidak..-“ ucapnya yang membuat semua melihat kearahanya... dia mengangkat wajahnya dan berkata dengan senyum di balik cadarnya.. “Aku akan ikut..” katanya


 


Ini adala pertama kalinya dia begitu menantikan saatnya pesta..


 


Yanzhi dan Yanxui tau bahwa Dea tidak menyukai keramaian yang berlebihan.. pesta adalah salah satunya


 


Tapi ini.. Dea dengan sendirinya ingin mengikutinya.. biasanya dia hanya akan pergi jika di paska, tapi ini...!! Mereka sampai mengira bahwa ini bukanlah saudara perempuan mereka


 


Yanxui mendekat “Jiejie.. apa yang terjadi.. apa kepalamu terbentur tadi..” mereka diam sebentar..  Dea sedikit mengerut mendengarnya..



***Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak ya***..


***Faforit***...


***Comment and Like***