
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Melupakan itu.. kepala sekte yang telah melihat Lan Xia Dea telah sampai, menyurunya untuk menunggu.. setelah beberapa saat kepala seke menanyakan pada Dea “Maaf Putri.. apakah anda merasa tidak nyaman”
Dea hanya mengatakan tidak apa-apa.. dengan itu kepala sekte menyuruhnya untuk menginjakan kakinya di altar dan meletakan tangannya
Altar itu mempunyai 7 pilar yang mengelilinginya.. di setiap pilar memiliki tanda yang khusus, ada Api, Air, Tanah, Angin, Petir dan dua di antaranya adalah khusus yaitu Suci yang di tandai dengan cahaya dan kegelapan..
Itu adalah 7 elemen yang ada di dalam tubuh...
Kepala sekte dan penatua pertama tidak berharap banyak pada Dea.. bagaimanapun juga di pikiran mereka Dea baru saja kembali dan baru kali ini di izinkan untuk ke perguruan untuk mengasa
Kalau dia adalah seorang yang berbakat, Laurenzhi akan mengirimnya lebih awal.. atu ini terlambat, sudah pasti ini karena Dea adalah anak yang kurang berbakat, jadi mereka tidak menaruh harapannya
Mereka hanya berkata bahwa untuk mengeluarkan semua kekuatannya, dengan itu sebelum berjalan ke altar, Dea melirik Yanzhi Zhuxiu dan bertanya “Gege, apa harus serius..?” Yanzhi mengerti apa maksud Dea dan hanya mengatakan bahwa itu tidak apa-apa
Ini mengacuh pada kekuatannya.. Dea menatap Yanzhi dengan binggung, apakah dia ingin bertanggung jawab ketika sesuatu terjadi?
Saat Dea meletakan tangannya di atas batu penguji, itu hanya diam saja.. kepala sekte dan penatua pertama telah mengharapkan hal ini, tapi detik berikutnya sebuah getaran muncul
Perlahan batu penguji dan juga beberapa pilar bercahaya.. cahaya pilar naik yang bercahaya adalah Api, Air, Angin, Petir, dan juga elemen cahaya.. mereka bersinar sangat terang sampai mereka yang ada di sana harus menutup mata mereka
Kemudian ada suara pecah muncul. Pranggkk.
Sesaat ketika cahaya itu meredup, mereka semua memandang Dea, terutama kepala sekte dan penatua pertama.. mereka berdua menatap Dea dengan keterkejutan,
Yanzhi dan Yanxui Ki Hua sudah tau dengan hal ini, tapi tetap saja terkejut saat melihatnya.. ini sesuatu yang di luar prediksi
Kemudian mata mereka berahli pada batu penguji yang telah rusak.. batu penguji itu menyimpan energi alam dan menjadi sedikit mistis.. itu bisa menghitung kekuatan dengan angka untuk memudahkannya
Tapi kali ini berbeda, batu penguji malah rusak parah, bahkan angkah yang mucul menunjukan tanda over, yang artinya 99999999 dan seterusnya
Mereka menatap Dea dengan tidak percaya dan hanya diam saja sebelum mendengar suara malas dari Dea “Kalian harus mengganti itu.. itu sudah terlalu lama sampai tidak bisa menampung kekuatanku” dengan itu dia menarik tangannya dan menunjuk batunya
Dea memang tidak mengatakan hal yang salah karena itu memanglah sudah usang, tapi itu berkerja dengan baik, tidak mungkin untuk rusak hanya kerena untuk menguji kekuatan
Jelas-jelas ini, masalah ini ada pada orangnya, dan orang itu adalah Dea.. masalah ini pasti karena kekuatan Dea yang terlalu tinggi sampai batu penguji itu rusak kerena tidak bisa daya yang di keluarkan Dea
Pelahan kepala sekte mulai sadar dan berjalan menuju Dea dan bertanya “Maaf Putri.. anda sebenarnya berada di tingkat mana..” dia bertanya dengan tergugup-gugup
Dea kemudian berpikir sebentar sebelum menjawab dengan santai “Lima level di bawahanya” dengan itu dia menunjuk seseorang
Kepala sekte dan penatua pertama tidak memperhatikan sekelilingnya dan hanya menatap Dea dengan keterkejutan dan ketakuatan
Setelah Dea menjawap pertanyaannya dan menunjuk seseorang, mereka mengikuti arah tunjuk itu, dan itu mengara pada Yanzhi..
Jantung mereka hampir copot, lima level di bawah pengeran Yanzhi.. ini pastinya mimpi.. Yanzhi adalah yang paling berbakat di antara murid-murid yang lain
Bukan hanya dia yang adalah seorang pangeran dari Laurenzhi tapi juga adalah yang termuda mencapai hampir tingkat Ranah kekosongan
Dengan ini, siapa yang tidak mau menghormatinya.. tapi sekarang monster lain muncul, dan itu adalah adiknya sendiri.. apakah Laurenzhi hanya melahirkan monster saja..
Semua keturunannya sangat berbakat dan mendominasi, dan sekarang ini hanya lima level di bawah Yanzhi.. saat mereka berpikir bahwa ini mimpi, mereka mencubit lengannya dan merasakan bahwa itu sakit
“Ini bukan mimpi”
----------
Sebenarnya saat masuk ke perguruam, mereka harus mengetas dengan pertarungan, tapi karena Dea masuk pada bukan saatnya menerima tamu, kejadian itu tidak akan terjadi
Entah Dea yang beruntung atau mereka yang beruntung..
Tapi, folmulir pendaftaran Dea sedikit berbeda.. Dea membacanya sebelum mengisinya dan mendapati bahwa ini harus ada nama perguruan sebelumnya, dia mengerutkan keningnya dan bertanya
“Oh, saya mendengar dari Yang Mulian Yanzhi bahwa ada di sini untuk pendah, karena itu folmulirnya sedikir berbeda”
Dea melihatnya sebentar sebelum benar-benar menulisnya.. dia hanya memperhatikan tempat itu dengan kosong sebelum akhirnya mengisinya
Dia menuliskan ‘Akademi XY’ dengan itu dia selesai mengerjakannya..
Karena sudah cukup dengan keterkejutan tadi, kepala sekte tidak melihat apa yang di tulis oleh Dea dan hanya menghatarnya dengan hangat setelah mendengar bahwa mereka hanya akan langsung pulang dan tidak memaksa untuk tinggal
---------
Di tengah-tengah jalan, hanya mengelus-elus kalungnya dan melihat keluar.. Karena perjalanan mereka memakan waktu selama empat jam, Dea dan rombongan memilih untuk menginap di penginapan luar perguruan
Sebenarnya Yanzhi dan Yanxui bisa memilih untuk menginap di asrama perguruan.. di sama setiap murid bisa memilih tempatnya sendiri, itu mirip dengan paviliun kecil.. tapi di asrama mereka adalah asrama khusus pria
Walaupun bisa dengan Dea menginap di sana, hanya saja sifat seorang Siscon itu akan meledak.. Yanzhi dan Yanxui tidak mungkin mengizinkan adanya para lalat yang mencoba untuk terbang di sekitar saudari mereka...
Tapi mereka juga tidak bisa meninggal Dea sendirian di luar, jadinya mereka memutuskan untuk pergi bersama Dea.. sesampainya di sana Dea memilih untuk langsung ke atas, meninggalkan Yanzhi dan Yanxui du bawah...
----------
Dea yang masuk kekamar lebih awal, tidak laungsung tidur.. sehabis membersihkan diri, dia memilih untuk duduk di samping jendela dan memandang langit malam sambil mengelus-elus kalungnya
Ekspresi rumit terpancar di wajahnya..
Perlahan saura yang indah terdengar menggema di seluruh kamarnya.. terdapat kesedihan di dalam nadanya.. setelah nya, dia merunduk sambil memeluk lututnya, menyembunyikan raut wajahnya....
---------
Di sisi lain, kepala sekte kembali keruangannya setalah selesai berbicara dengan ketua murid angkatan.. itu memakan cukup banyak waktu..
Dia duduk di tempat duduknya.. di ruangan yang gelap dengan sedikit sinar itu, dia melihat sebuah kertas di atas mejanya
Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak yah..
Favorit...
Comment and Like...