The Lost Of Power

The Lost Of Power
143. Aib Pertarungan?




Dea memang tidak memamerkan dirinya karena menganggap itu merepotkan, sehingga tidak ada yang tau identitasnya..



Ini membuat penatua ke Empat tidak mencurigai Dea dan hanya melewatkan tentangnya



Tanpa di duga dia melihat kejadian ini dia tidak bisa berkata-kata...



Dea yang merasa sudah cukup, menarik kembali auranya.. membuat semua orang bisa bernafas lega.. kini mereka semua memandang Dea dengan tatapan yang tidak bisa di mengerti...



Mereka menatap Dea dengan takut, kaget, bingung yang di campur menjadi satu



Dea tidak memperhatikan hal itu dia hanya berbalik Maenatap Luo Hing San dan Xu Hei Fuyan dengan menarik, di balik cadar, wajah cantik itu sedang tersenyum menantikan..



“Apa yang kalian tunggu..” ucapnya dengan santai.. Luo Hong San tidak bereaksi beberapa saat, sedangakan Xu Hei Fuyan, dia tersenyum dan segera menyusul Dea dan naik keatas alau



Luo Hong San yang melihat Xu Hei Fuyan naik ke aula, menatapnya dengan tidak percaya.. dia menahan Xu Hei Fuyan dengan kata-kata “Apa kau bersungguh-sungguh ingin melawannya?” tanyanya



Jujur walau dia juga terkejut dengan aura yang mengitimidasi itu, dia juga masuh khawatir dengan Dea yang akan melawan keduanya.. memang ini kedengarannya cukup sombong, tapi keduanya adalah murid terbaik, bahkan di peringkat Bulan atas..



Dia khawatir bahkan jika Dea memiliki aura mengitimidasi itu, tidak akan sanggup untuk melawan jika dirinya dan Xu Hei Fuyan di satukan.. karena itu dia bertanya pada Xu Hei Fuyan



Tapi jangankan khawatir.. Xu Hei Fuyan malah menjawab.. “Kau pikir dia tidak sanggup..” tiba-tiba dia melihat kearah Dea yang hanya tanpak tenang saja, dan malah bosan menunggu keduanya naik



Dengan itu dia akhirnya naik menyusul Xu Hei Fuyan.. dia masih memiliki rasa khawatir pada Dea dan berpikir bahwa dia akan mengalah agar Dea tidak terluka nantinya



Tapi yang tidak di duganya, Dea bisa membaca pikiran.. dengan itu dia melihat Luo Hong San dengan sedikit tajam



Dea menatap Guru Sun untuk memulai pertandingan.. guru Sun yang masih belum pulih dari keterkejutannya, mengiakannya



Saat guru Sun mengatakan pertandingan di mulai, Dea langsung melaju dengan kecepatan yang sangat cepat.. dia seakan menghilang di sana, dengan dengan cepat muncul di depan Luo Hong San



Dia menedang Luo Hong San dengan sangat kuat.. Luo Hong San juga terkejut dengan Dea tiba-tiba menghilang, muncul di depannya dan menyerangnya.. hasil dia terlempar sangat jauh dan mendabrak dinding



Berbeda dengan Chan Bai Rin, Luo Hong San masih memiliki kesadaran...



Tandangan Dea membuat mereka semua terkejut, bahkan ada suara yang kuat menggelegar di sana.. membuat ujian mereka mengundang seluruh murid sekte datang melihat



Dea yang melihat bahwa Luo Hong San yang masih memiliki kesadaran, dia berkata “Menahan diri untuk menyerangku..? Jangan bercanda.. apa kau ingin menjadi mayat dingin secepatnya?” ucapnya



Tidak ada yang bisa berkata apa-apa, semua orang menjadi diam tidak ada suara lain di sana selain suara bangunan yang hancur



Dea berbalik dan menatap Xu Hei Fuyan.. “Kau juga jangan menahan diri.. kau tau seperti apa temperamenku” dengan itu dia menyerang Xu He i Fuyan dengan cara yang sama.. dia menendangnya dengan sangat kuat



Tapi tanpa di duga Xu Heii Fuyan dapat menangkisnya.. dia hanya mundur beberapa langkah karena serangan..




Dia melihat Xu Hei Fuyan dengan tatapan senyum yang menarik “Heh... ternyata pangeran Xu Hei Fuyan bisa menahannya..” ucapnya



Pada saat itu juga, serangan dari Luo Hong San datang.. “Elemen api, panah api!!” itu tertuju pada Dea, tapi Dea menghindarinya dengan lihai setiap panahnya..



Pertarungan sangat sengit.. semua orang terpesona dengan apa yang di lihatnya.. Dea bisa menghadapi keduanya dengan cermat.. Luo Hong San yang rasanya sudah bisa mengerti mengapa Xu Hei Fuyan mengatakan hal itu, menjadi serius berhadapan dengan Dea



Tapi Dea hanya menghindarinya saja dan melancarkan serangan dekat dengan menedang keduanya saja.. tidak ada satu juruspun yang keluar darinya, ini membuat keduanya jengkel



Orang-orang mulia mengatakan bahwa Dea tidak bisa mengeluarkan jurus sedikitpun untuk melawan karena tidak memiliki energi Qi dan hanya bisa menendang saja dan menghindari



Mereka juga berpikir bahwa Dea sedang terdesak karena keduanya.. itu juga yang di pikirkan oleh Shua Yunru Xi, Zhao Yinxu, tetua Li Wang dan juga guru Sun



Mereka juga berpikir bahwa Dea sedang terdesak dan tidak bisa melawan.. tetua Li Wang juga mengutuk Dea dalam hati karena bisa membuatnya di permalukan di depan semua orang



Dia merasa senang dengan apa yang terjadi pada Dea saat ini.. dia juga berharap bahwa Dea mendapat luka yang sangat parah akibat serangan keduanya.. “Heh.. ini akibat karena arogansinya” katanya dengan jelek



“Tidak tau malu.. ini adalah aib pada pertarungan.. bagaimana bisa dia hanya menghindar saja dan hanya menggunakan tendangannya untuk melawan.. ini sungguh aib” ucapannya sungguh benar-benar menghina Dea



Di sisi lain tiga lainnya, hanya bisa khawatir..



Mungkin hanya Luo Hong San dan Xu Hei Fuyan yang melawannya, serta tetua ke Empat yang hanya bisa benar-benar melihat bahwa Dea tidak sedang terdesak



Bahkan merasa bahwa Dea hanya bermain-main saja.. lihat saja pakaian yang di pakainya.. sudah banyak serangan yang di luncurkan keduanya.. bukan hanya tidak menyentuh tubuhnya, bahkan pada pakaiannya pun juga tidak meninggalkan bekar debu apapun



Jelas ini membuat keduanya jengkel.. Dea bahkan beberapa kali tertawa karena hal itu...



Penatua ke Empat yang mendengar apa yang di katakan tetua Li Wang, membuatnya jengkel.. pikiranya apakah tetua Li Wang ini bisa diam.. dia tidak mengerti dan hanya bisa bacot saja.. ini membuat penatua ke Empat tidak bisa fokus melihat pertandingan Dea



Karena tidak tahan dengan kebacotannya, tetua Bo Li Wan berkata “Apakah tetua Li Wang bisa merendam suara agar kami bisa menyaksikan pertandingan dengan benar?” ini membuat tetua Li Wang menjadi malu



Sedangkan penatua ke Empat yang mendengarnya, merasa ingin berterima kasih karena berkata tetua Bo Li Wan, tetua Li Wang sudah menjadi diam.. mereka melanjutkan menonton



Dea melihat bahwa keduanya menjadi lelah, tapi tentu saja tidak ada pemikiran untuk tidak meluncurkan serangan..



Melihat keduanya sudah kelelahan dengan serangan jarak jauh yang di keluarkan dan juga mungkin mendapat luka karena serangan jarak dekat Dea tanpa energi



***Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak ya***..


***Faforit***...


***Comment and Like***