
Sekarang yang ada di pikirannya hanya memikirkan pria itu.. untung saja dia tidak ada di tempat, kalau dia melihat pemandangan barusan, entah apa yang akan di pikirkannya, batinnya
Hatinya menjadi tenang karena tidak melihat orang itu.. memikirkan lagi kejadian barusan, darahnya naik.. dengan nada yang penuh dengan amarah dia berkata dengan suara yang tidak terlalu keras maupun kecil “Lihat saja Lan Xia Dea.. aku akan membalasmu!” senyum misterius muncul di wajahnya
Senyum itu tidak bisa di bilang senyum yang baik, tapi Dea yang sedang berjalan, tiba-tiba tersenyum di balik cadarnya.. sepertinya dia mengetahui apa yang di rencanakan oleh Chan Bai Rin atau dia telah memprediksinya
Shua Yunru Xi tidak tau dengan isi pikiran Dea.. mereka kebingungan melihatnya.. matanya di penuhi dengan pancaran misterius, sehingga mereka tidak tau apa yang di pikirkannya
Zhao Yinxu kemudian merunduk.. dengan suara yang lirih dia berkata “Kenapa membantu kami..” nada suaranya seakan ingin menangis
Dea tersadar dari pikirannya, dia menghentikan langkahnya, keduanya juga mengikutinya “Apa maksud mu..” dengan nada suara yang datar
“Selama ini, tidak ada yang pernah membantu kami.. apa kau tidak mendengarkan apa yang mereka bisikan tentang kami” tanya Zhua Yinxu dengan nada yang lirih.. dia sangat ingin tau kenapa Dea menghampiri mereka seperti sekarang ini
Dia takut kalau Dea malah akan lebih buruk dari pada Chan Bai Rin, lagi pula dia menahan dan menekan Chan Bai Rin seperti itu, mungkin saja dia akan memperlakukan mereka dengan lebih kejam
Dea membalikkan tubuhnya menghadap keduanya.. “Aku dengar.. memangnya kenapa” jawabnya dengan santai..
Itu mengejutkan keduanya.. Shua Yunru Xi sepertinya tau kemana arah jalan bicara Zhua Yinxu dan mencoba mengalihkannya.. saat Zhua Yinxu ingin berbicara lagi, dia langsung memotong “Tapi, Chan Bai Rin memintamu bergabung dengannya.. dengan mengabaikannya seperti ini dia akan membalasmu”
“Lalu” kata yang datar.. keduanya menatap Dea dengan kebingungan..
Dea tidak melihat mereka akan mencoba menjawabnya karena kebingungan, dia menghela nafas dan menatap mereka “Apa yang di bicarakan orang lain tentang kalian, itu belum tentu benar.. untuk apa aku mendengarkannya.. aku hanya percaya dengan penglihatanku.. kalau omongan dari mulut ke mulut, untuk apa ku pedulikan..”ucapannya membuat mereka tersentuh
Bagi mereka yang ada di ruang kelas, Dea bagai Dewa kematian dengan paras menipu, tapi bagi Shua Yunru Xi dan Zhao Yinxu, Dea bagai penolong seorang Dewi
Selama ini tidak ada yang mau membantu keduanya dan hanya memperhatikan keduanya dan menertawakannya, bahkan guru-guru pun sama.. tapi sekarang.. akhirnya ada seorang yang dapat membela mereka... mereka sangat bersyukur
“Dan untuk, wanita itu.. aku tidak menyukainya karena dia mirip dengan seseorang yang kubenci.. apa lagi sifatnya itu.. sangat mirip..” ucapnya dengan nada yang dingin, membuat keduanya sedikit merinding
Dia kemudian melihat mereka lagi.. “Ayo pergi..” katanya dan di ikuti keduanya
\------------
“Ini adalah tempat makan di perguruan ini..”
Dea melihat sekeliling, raut wajahnya berubah menjadi berkerut, dia merasa tidak nyaman.. hal itu tidak lepas dari mata keduanya.. “Lan Xia Dea..” ucap Zhua Yinxu memanggil namanya tapi langsung di potong oleh Dea
“Dea.. panggil saja Dea” ucapnya saat berjalan di belakang keduanya sembari mencari tempat untuk duduk
Zhua Yinxu sedikit terkejut dengan pernyataannya.. dengan ragu dia mengatakan “D.. Dea..” dengan itu Dea menatap keduanya dengan tanda tanya
“Ti.. tidak.. hanya saja kau..” Dea mencerna apa yang di katakannya.. setelah terdiam sebentar
“Hm.. sepertinya tidak ada..” ucap Shua Yunru Xi.. Dea yang mendengarnya hanya menghela nafas pasra... melihat Dea seperti itu, keduanya menjadi canggung “Um kalau kau mau, kita bisa pergi ke lantai dua..”
Zhua Yinxu yang mendengarnya langsung menatap Shua Yunru Xi, mereka saling berkontak dengan mata... Dea hanya melihatnya dan mengabaikannya
Mendengar mereka menyebutkan lantai dua, dia ingin pergi.. mungkin di sana lebih baik dari pada di bawah, batinya
Dengan itu mereka pergi ke atas
Dan memang benar.. di sana lebih tenang dari pada di bawah.. kemudian keduanya membawanya ke tempat pesanan
Ada banyak menu di sana, bahkan makanan yang biasanya di temukan di benua Arck, juga ada di sini..
Dea tidak asing dengan makanan-makanan ini, bahkan mungkin juga sudah bosan denganya.. tapi karena mungkin sudah lama dia tidak mencicipinya, pada saat melihatnya, perasaan lapar muncul
“Ini adalah makanan yang jarang kelihatan di benua timur, sangat enak.. tapi harganya sedikit..” dia tidak melanjutkan perkataannya, tapi Dea mengerti apa maksudnya
Walau mereka adalah seorang putri dari sebuah kerajaan, bagaimanapun juga, itu adalah kerajaan yang miskin.. kekayaan yang di miliki keluarga Chan Bai Rin yang hanya berstatus bangsawan saja, melampaui kekayaan keduanya jika di satukan
Itu juga yang menjadi alasan keduanya di tindas oleh Chan Bai Rin..
Dea terdiam sebentar melihat keduanya.. dia menghela nafas.. saat melihat seorang pelayan yang datang mendekat dan menanyakan apa yang ingin di makan, Dea mengatakan dengan lantang “Bibi.. aku ingin ini, ini dan ini.. masing-masing tiga..”
Ini membuat mereka menganga tidak percaya.. yang sedang lewat pun melihat ke arahnya.. bibi pelayan juga terkejut dengan apa yang di katakan Dea
Pasalnya apa yang di tunjuk oleh Dea adalah makanan termahal di tempat itu, mereka hanya menyediakan lima porsi dalam sehari, itu pun di dapatkan dengan susah payah
Dan kini ada orang yang membelinya, dan masing-masing tiga di setiap menu.. bahkan para guru pun sangat jarang membelinya...
Keduanya juga sama saja, mereka tidak mengerti dengan Dea “De.. Dea..” Dea memalingkan wajahnya menatap keduanya dengan tanda tanya
Seketika mengerti dengan apa maksud keduanya, dengan santainya dia berkata “Oh.. ini.. tidak apa-apa...” ucapnya dengan ringan
Tidak apa-apa katanya... apakah dia tidak tau bahwa makanan yang di tunjuknya adalah makanan yang mengandung energi Roh.. jika harganya di jumlahkan itu bisa sebanding dengan harga sebuah gunung.. batin keduanya
Shua Yunru Xi ingin menghentikan Dea, tapi kata-katanya tidak bisa keluar
Dea yang melihat keduanya berekspresi seperti itu, hanya tertawa ringan.. dia berbalik dan melihat sesuatu yang lain di sana.. matanya tertuju pada sebuah makanan yang bisa di jumpai di mana-mana
***Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak ya***..
***Faforit***...
***Comment and Like***