The Lost Of Power

The Lost Of Power
93. Penyusup



\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Sadar bahwa auranya lepas, Dea dengan cepat menarik kembali auranya.. kini hewan itu bisa kembali bernafas seperti biasa, Dea sendiri pun segera maju untuk mengambil tanaman itu


“Tidak.. tidak seperti itu.. itu hanya tumbuhan itu, tidak bisa di ambil.. seseorang yang menyentunya akan segera tak sadarkan diri, dan itu berlaku selama sebulan lebih.. itu sudah cukup untuk membunuhnya hanya dalam beberapa hari efeknya berlangsung” niatnya baik tapi itu malah di abaikan oleh Dea


Dea hanya menatapnya sebentar dan berjalan menuju bunga itu lagi, hewan itu yang melihatnya, merasa bahwa Dea sudah gila, tapi pada detik berikutnya dia terkejut sendiri...


Dia melihat apa yang di lakukan Dea.... Dea yang tidak mendengar hewan itu maju dan pada detik berikutnya muncul sebuah balok transparan yang mengurung bunga itu.. itu adalah segel pelindung Dea


Melihatnya mengambil bunga mimpi itu dengan mudahnya.. sang penguasa hutan, tidak bisa menahan dirinya untuk tidak terkejut...


Nyatanya, setiap ada seorang yang mendekat dalam jarak 5 meter, akan pingsan di buatnya.. tapi Dea hanya dalam kedekatan dua meter saja, tidak pingsan.. ini membingungkan bagi penguasa hutan itu...


Dea yang telah melampiaskan hasrat darahnya di sepanjang jalan dan kemudian melihat bunga yang di perlukannya untuk membuat ramuan pil tidurnya


Bunga itu sangatlah langkah, hanya ada satu di setiap tahunnya, dan sangat sulit untuk tumbuh.. dia hanya tubuh di tempat dimana letaknya sangat berbahaya, namun memiliki energi Qi yang kuat.. dan kebetulan Dea mendengarnya dari Wu Chengru


Dengan spekulasi dari Wu Chengru, Dea mendapati bahwa hutan kematian adalah tempat yang di penuhi dengan energi Qi atau energi alam yang kuat...


Karena bahan yang di carinya telah di temukan, Dea berniat untuk kembali sebelum penguasa hutan, Harimau bermata tiga itu menghentikannya


Dea berbalik dan menatapnya dengan tajam, Dea masih sedikit marah karena tadi di berhentikan


Tapi yah apa dayanya... sebenarnya harimau itu berniat baik dan ingin menghentikan Dea.. sepenjang, Dea adalah seorang pembudidaya yang memiliki kultivasi yang tinggi.. akan sangat rugi baginya hanya meninggal dengan sia-sia


Dengan itu, Dea membalikan wajahnya melihat hewan itu.. hewan itu dapat merasakan tatapan tajam dari Dea dan dengan gugup bertanya “A..apakah saya bisa mengetahui nama dari master..”


Dea yang mendengarnya dan diam untuk waktu yang lama dan kemudian berkata dengan kerennya “Dea.. Lan xia Dea..” Dea tidak mau mengakui nama keluarganya dan membuat sang penguasa itu mengira bahwa nama keluarganya adalah ‘Lan’


--------


Srekk...


Bunyi suara orang yang menginjak rerumputan di tanah, tanpa Dea ketahui, di dalam kediaman Dea saat ini, tengah ada penyusup yang masuk


Tidak di ketahui siapa karena semuanya memakai pakaian serba  hitam sama seperti yang di kenakan Dea, hanya saja design yang berbeda.. itu mirip seperti pakaian pembunuh bayaran...


Di saat mereka menginjakan kakinya di halaman paviliun Dea.. mereka terpesona dengan keindahannya


“Sial.. ini apakah di surga..” ucap salah satunya.. tapi keterkejutan itu tidak bertahan lama, dengan segera pemimpin dari kelompok itu menegurnya, mengingatkan apa yang menjadi tujuan mereka datang ke sana


Salah satu dari mereka mencoba untuk memasuki kediaman Dea dan menuju ke ranjang, tempat tidur dari Dea..


Tidak ada orang lain di paviliun tempat Dea tinggal, tapi di saat Dea memanggil pastinya akan ada yang datang


Melihat bahwa ada yang tengah tertidur di ranjang.. senyum muncul di wajah mereka.. dengan tak menunda waktu lagi, dia menarik selimut yang di gunakan


Sang pemimpin yang melihat akan hal itu, menjadi marah “Apa ini..!! bukankah kalian bilang ini adalah kediamannya.. kenapa dia tidak ada di dalamnya!! Apa kalian mencoba untuk mempermainkanku..!!” dengan itu dia menghadap pada mereka


Salah satu di antaranya, maju dengan terpaksa karena dorongan dari tatapan tajam dari kelompok itu.. “I.. itu benar.. ini adalah kamarnya.. tidak mungkin dia tidak ada di sini..” ucapnya dengan penuh ketakutan.. kalau Dea ada di sana sekarang, mungkin dia akan mengenali sosok yang berbicara tadi lewat suaranya.. suaranya itu.. itu adalah suara yang familiar...


Salah satu dari mereka maju setelah menatap orang yang berbicara tadi dengan jijik, dia maju dan berkata pada pemimpin mereka “Bos.. mungkin dia tengah pergi sebentar.. pasti sebentar lagi dia akan kembali, bagaiman kalau kita bersembunyi di sekitar dulu.. dan saat ketika dia sampai, kita bisa menyerangnya bersama.. bagaimana..?”


“Hm bagus juga..” ucap sang pemimpin.. dengan itu mereka bersiap untuk bersembunyi


Treet... bunyi suara gerbang terbuka.. itu adalah pelayan yang datang untuk membawahkan minuman ke kamar Dea.. di saat dia tampa sengaja melihat ada orang yang masuk, dia berteriak dengan keras... “Kyaa!!!...”


Dea tidak tau dengan apa yang telah terjadi di sana... karena telah mendapat bahan pilnya danjuga kerena hasrat darahnya telah terpenuhi, Dea tak mau berlama-lama lagi di dalam hutan dan kembali ke dalam paviliunnya


Dia melompat dari satu rumah, kerumah yang lain.. tidak ada yang dapat melihatnya dalam kecepatan seperti itu.. kalau berada di bawah matahari, pastinya akan tertinggal bayangan, tapi karena ini di malam hari, kecepatannya saat ini, seperti menyatu dengan malam


Tak lama kemudian dia sampai di kediamannya. Saat memasuki halaman kediamannya, Dea merasakan ada yang tidak beres... dia kemudian memperhatikan sekilas kesekeliling.. dia dapat merasakannya


Tatapannya menjadi tajam dan juga kejam.. dengan dingin dia berkata “Keluar!!” dengan segera, semua yang telah bersembunyi di dalam bayangan, keluar satu persatu, melihat Dea dengan tatapan sinisnya


Dea pun memberikan mereka tatapan yang sinis pula..


Melihat hal itu, sang pemimpin yang masih berada dalam bayangan, tertawa dengan dingin “Haha.. ternyata kau bisa menyadari keberadaan kami yah, Putri..” dengan itu dia keluar dari bayangan...


Semuanya yang berada dalam kelompok itu memakai sebuah penutup wajah di wajah mereka agar tidak di kenali saat menjalankan tugas.. tapi yang berada di tengah mereka tidak.. mungkin karena dia adalah pemimpin dari kelompok itu


Setelah memastikan bahwa ini adalah target yang mereka cari, sang pemimpin kembali tertawa.. Dea yang mendengar tawa itu, merasa kesal karenanya “Siapa kalian.. siapa yang menyuruh kalian..”


Dengan itu.. sang pemimpin yang tadinya tertawa dengan nada yang dingin.. berubah menjadi lebih dingin dan juga dari matanya memancarkan rasa haus darah..


Itu adalah pemandangan yang tidak akan pernah Dea lupakan.. bagaimana pun juga itu adalah pancaran mata yang biasa di lihatnya dalam kehidupan sehari-hari...


 


 


Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak yah..


Favorit...


Comment and Like...