
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Melihat bahwa yang ada di depannya hanyalah seorang wanita yang masih berusia sekitar 16 tahun, dia meremehkannya
Dia belum memperhatikan dengan jelas orang yang ada di depannya, lalu dengan kasarnya dia berkata “..Hei wanita.. apa yang kau lakukan di sini.. apa aku ingin mati” ucapnya
Ketika dia melihat dengan jelas wajah dari Dea, matanya hampir buta...
Dia termenung sesaa.. hatinya seakan bergetar melihat kecantikan sempurna dari Dea... sungguh kecantikkan ini melampaui semua kaum hawa yang ada di bumi
Dea belum sadar dengan apa yang terjadi dengan orang yang ada di depannya, lalu tersadar bahwa kini dia tidak memakai cadarnya..!!
Dea lupa kalau tadi dia membuka cadarnya kerena itu sangat menggagu untuk waktu yang lama memakai sesuatu untuk menutupi wajahnya...
Maka dari itu dia melepaskan cadarnya pada saat duduk di pohon kerena tidak akan ada orang di sana
Tetapi tidak di duga malah terekspos oleh suruhan orang yang datang untuk mebuatnya celaka...
Sekejap pandangannya menjadi dingin, dia mentap pembunuh bayaran itu dengan tajam, yang membuatnya merinding ketakutan
Merasakan adanya bahaya, pembunuh bayaran itu mencoba melarikan diri, tetapi itu sia-sia saja
Melihat bahwa pembunuh bayaran itu mencoba untuk melarikan diri, Dea melemparkan kunainya untuk menghentikannya
Hasil itu membuat keterkejutan pada pembunuh bayaran itu karena melihat sebuah pisau kecil yang mengelilinginya,
Dia menatap Dea yang kini sudah mengeluarkan aura mematikanya dengan penuh getaran menakutkan, kini dia menganggap kecantikan yang ada di depannya, sangatlah menakutkan
Dea menggumankan sesuatu lalu muncul penghalang berwarna ungu yang mengunci sekitarnya dari kunainya itu
Suara yang merdu tetapi dingin pun terdengar, Dea merapalkan jurusnya “.. Elemen api, pedang Api Biru..” muncul pedang apa dia atas kepala pria itu, ada juga yang mengeliling lehernya dan sisanya ada di belakan Dea yang siap untuk di arahkannya kepadanya
Saat ini Dea benar benar merasa bahwa emosinya sudah tidak dapat di tahan lagi
Merasa bahwa hidupnya di ambang kematian, pembunuh bayaran itu meneteskan air matanya “.. T Tolong ampuni saya... kumohon..” tangisnya yang memohon pada Dea
Dea hanya menatapnya dengan dingin dan tajam dan berkata “.. Kau sudah melihat wajahku.. untuk apa aku melepaskanmu..”
Mendengarnya pembunuh bayaran itu menangis pasra.. jika saja dia tidak mengambil misi ini mungkin dia tidak akan mengalami hal ini
Satu-satunya yang menjadi penyesalannya adalah kedua adiknya yang masih kecil yang sedang menunggunya di rumah untuk membawahkan makanan pada mereka..
Merasa bahwa hidupnya sudah mencapai akhir yang di pikirkannya hanya kedua adiknya saja “..Maafkan gege Zhen’er Yu’er.. gege akan menuggu kalian di akhirat nanti..” batinya yang sudah putus asa
Dea berjalan mendekatinya dan berkata.. “.. Berdiri..” ucapnya yang menyadarkan pembunuh bayaran itu
Pembunuh bayaran itu terkejut dengan tidakan dari Dea dia menatapnya dengan bingung
“.. Siapa namamu..” ucap Dea yang bertanya
Mendapatkan pertanyaan, awalnya pembunuh bayaran itu menegang, gugup tetapi menjawabnya “..Chengru.. Wu Chengru..”
Dea menganggukk mendapat jawabannya dan kemudian berkata dengan kasar.. “.. Kenapa menjadi pembunuh bayaran kalau segini saja sudah menyerah..”
Mendengarnya membuat Wu Changru menjadi malu, Jelb, hatinya tertusuk, lalu satu kata laggi yang membuatnya kalah total
Dea menggelengkan kepala dan berkata “..Kau tak cocok untuk menjadi pembunuh bayaran.. kau tak mampu..” ucap yang menusuk hati
Ini membuat orang yang ada di depannya diam dan murung lalu sekali lagi Dea berkata “.. Katakan, kenapa aku ingin menjadi pembunuh bayaran..??”
Kali ini Wu Chengru menjawab..”.. Itu karena saya memerlukan uang.. dan menjadi pembunuh bayaran memiliki penghasilan yang besar..”
Dea sudah mengerti situasinya dan lalu bertanya lagi “.. yah sudah.. kalau begitu.. apa yang di rencanakan oleh Lei Fang’er dan ayahnya tidak berguna untuk ku.. mau memakai racun untuk membunuhku itu tidak bisa, jadi urunkan niatmu..” ucap Dea dengan panjang lebar yang membuat Wu Chengru terkejut
Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca...
jangan lupa tinggalkan jejak Yah...
Favorit...
Comment dan Like...