
Para pria-pria itu masih memandangi Dea secara diam-diam, bahkan ada yang terang-terangan
Mereka tidak tau apa yang di pikirkan oleh Lan Xiadea dan hanya menatapnya dengan penuh rakus, ingin memiliki Dea sebagai pendampingnya
Padahal mereka tidak tau seperti apa rupa, wajah dari Dea..
Dea yang memperhatikan pemandangan di luar, merasakan sesuatu, tiba-tiba tersenyum di balik cadarnya, pandangannya menjadi tajam dan dingin, menatap para penyusup di luar
Hal ini tidak lepas dari pan dangan pangeran Mahkota Xu Hei Fuyan. Dia tersipu malu melihat pemandangan itu, pikirnya sangatlah cantik
Meninggalkan Xu Hei Fuyan
Senyum mengerikan muncul di balik cadarnya, dia memalingkan wajahnya melirik sekilas pada kakaknya
Dia mengirim transmisi suara pada kakanya “Kak...” ucapnya
Merasa ada yang mingirim suara pada kepalanya, Yanzhi Zhuxiu mencoba mencari siapa pengirimnya, mengetahui bahwa yang mengirimnya adalah Dea, dia bertanya balik “Ada apa...?”
Lagi lagi senyum muncul di wajah Dea “.. Kau merasakannya kan?”
“Maksudmu tentang semut yang ada di luar sana?”
“.. Yah.. biarkan aku untuk bermain-main dengan mereka.. Sudah sekian lama aku tidak bertemu dengan pencari masalah..” ucapnya dengan senang penuh penantian
Yannzhi, bukannya merasa takut, dia malah merasa lucu dengan perkataan Mei mei-nya yang berkata akan ‘bermain’
Tentu yang di maksud di sini dengan ‘bermain’ adalah dengan menyiksa atau mempermainkan para penyusup dengan kejam, itu adalah kesukaan dari Dea
Menyiksa dan mempermainkan mereka
Sungguh bila, para pria yang tengah menatap Dea dengan rakus tau apa yang tengah di pikirkannnya, akan menganggapnya sebagai iblis dengan penampilan malaikat
Dea adalah orang yang sangat suka menjatuhkan orang yang tengah berdiri di atas awan, itu adalah kesenangannya
Tak lama kemudian suara dari kasim terdengar, dia memberitau kedatangan Lei Fang’er, Lei Fang’er kini telah selesai berganti pakaian
Pakaian yang di pakainya sedikit menunjukan kulitnya, membuat para pria yang melihatnya, menelan ludah kasar, tetapi tidak dengan Ratu Xia Ningrong dan permaisuri Qing
Mereka tidak senang melihat pakaian yang di pakai oleh Lei Fang’er
Sebagai seorang ibu negara yang mengurus masalah kerajaan, keduanya sangat menjunjung tinggi martabat dan ajaran para leluhur
Melihat pakaian yang di kenakan oleh Lei Fang’er sedikit terbuka di bagian dada, membuat keduanya menggelap
Mereka menganggap bahwa itu tidak sopan dan pantas bagi seorang wanita, apa lagi bahwa itu adalah seorang putri dari sebuah kerajaan
Dan sekarang Lei Fang’er masih dalam status sebagai ‘Calon tunangan’ dari Yanzhi, pangeran Mahkota Laurenzhi, itu akan membawa reputasi buruk
Ketika musik di mulai, Lei Fang’er mulai menari, tariannya begitu barbar
Melihatnya Ratu Xia Ningring dan Permaisuri Qing menjadi menggelap, sungguh tidak pantas!!
Tarian yang di bawahkan oleh Lei Fang’er sungguh tidak pantas, keduanya berpikir bahwa tarian itu adalah tarian yang ada di rumah bordil
Dengan iringan musik yang cukup berisik dan menggundang ramai membuat Dea berkerut kesal, dia tidak terlalu menyukai keramaian, di tambah dengan tarian menggoda yang di bawakan oleh Lei Fang’er membuatnya lebih dari kesal
Lei Fang’er sangaja untuk menampilkan tarian tersebut untuk menggoda para pangeran dan tuan muda, dia tidak memikirkan konsekuensinya
Dia berpikir bahwa tariannya akan di sanjung oleh sang Ratu, tapi nyatanya tidak
Setelah tariannya selesai, para nyonya-nyonya yang hadir memberikan tatapan tajam padanya
Permaisuri Qing yang sudah tidak tahan lagi, akhirnya bersuara, dia menyindir Lei Fang’er dengan cara yang halus
Dengan senyum di wajahnya dia berkata “Nona Lei..” Lei Fang’er menoleh, memperhatikan permaisuri Qing yang tengah memangil namanya
Lei Fang’er berpikir bahwa permaisuri Qing memangginya karena ingin memujinya, dengan senyum bangga di wajahnya, dia membuk hormat pada permaisuri Qing, siap untuk meneriama pujuan
Tetapi perkataan selanjutnya yang di lontarkan oleh permaisuri Qing sungguh membuatnya malu
“Apakah pakaian yang anda pakai kekurangan bahan? Aakah tidak kedinginan memakai pakaian itu?” dengan menatap tajam pada Lei Fang’er
“Dan juga ada apa dengan tarian tadi.. nona, ini bukanlah rumah bordil, di sini adalah aula perjamuan, banyak tamu dari berbagai tempat.. bukankah tidak pantas dengan menampilkan tarian tersebut.. sungguh menggoda” ucap permaisuri Qing dengan panjang lebar
Perkataanya membuat Lei Fang’er memerah malu, apa lagi pada saat permaisuri Qing menyuruh pelayan pribadi untuk memberikan selendang kain pada Lei Fang’er untuk menutup dirnya
Dia tidak tahan lagi melihat pakaian yang di pakai oleh Lei Fang’er, sungguh tidak pantas
“Mohon permaisuri Qing untuk memaafkan putri saya..” suara yang lembut terdengar dari tempat duduk keluarga Raja Lei, dia adalah ibu kandung dari Lei Fang’er, permaisuri Rong Ye
Dari tadi dia hanya diam saja, tetapi nyatanya dia menahan diri dari tadi. Dia takut sesuatu terjadi pada putrinya, saat mendengar perkataan dari permaisuri Qing
Permaisuri Rong Ye adalah seorang ibu yang penyayang kepada anaknya, hanya saja kebaikan dan kasih sayangnya di remehkan
Dia selalu di sia-siakan oleh putrinya sendiri, Lei Fang’er, makanya pada saat ibunya mencoba untuk membantunya, Lei Fang’er malah menggutuknya dalam hati
“Apa yang di lakukan oleh ibu bodoh itu.. yang dia lakukan bukannya membantu, itu hanya akan menunjukan bahwa aku yang bersalah.. dia hanya memperkeruh keadaan..” batinnya, kesal
Lei Fang’er dari kecil telah di manjakan oleh ayahnya, Raja Lei, dan di tambah dengan hasutan dari selir kesayangan ayahnya, membuat sifat Lei Fang’er yang dulunya keras kepala, menjadi tidak tau malu
Dengan ajaran yang di berikan oleh selir kesayangan ayahnya, membuat Lei Fang’er yang sekarang, yang di pikirkan hanyalah tahkta
Sedari kecil di besarkan untuk merayu pangeran atau penguasa-penguasa untuk menaikan pamor ayahnya
Kini, ketika dia melihat ibunya memohon dengan apa yang belum pasti, hanya akan membuatnya menjadi lebih malu
Di saat permaisuri Qing menjelaskan bahwa dia tidak bermaksud untuk menghukum Lei Fang’er, permaisuri Rong Ye lega
Tetapi tidak dengan Lei Fang’er, seperti dengan apa yang di bilangnya di awal, dia dan Lan Xia Dea akan menunjukan bakatnya
Walaupun tadi sempat di permalukan oleh permaisuri Qing, masih ada banyak tuan muda yang memberikan pujian pada Lei Fang’er, mau itu pujian tentang bakat menarinya, ataupun kecantikannya saat menari tadi
Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca... jangan lupa tinggalkan jejak Yah...
Favorit...
Comment dan Like...