The Lost Of Power

The Lost Of Power
70. Kebisingan Pagi



\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Guru.. panggil mereka semua, yah dia adalah guru meraka. Pria itu tidaklah tua seperti kebanyakan guru yang lain, mungkin umurnya sekitar 30-an tetapi memiliki tubuh fisik yang sehat, membuatnya terlihat seperti pemuda berumur 20-an


Sang gurupun menerima salam, dia tidak berbicara apa-apa dan hanya memanggi Nami Shikamaru dan Hijiri Kikyo untuk ikut dengannya karena ada sesuatu yang ingin di bicarakannya, sepertinya sangatlah rahasia


Otomatis mereka yang ada di ruangan itu memilih untuk meninggalkan mereka bertiga.. Xin Yuezhi tidak mengerti dan merasa curiga pada sang guru. Sepertinya ada yang di sembunyikannya, batinnya


Dia tidak tau mengapa, tetapi senyum itu memberikannya perasaan rumit.. tak lama kemudian mereka bertiga keluar dari tempat itu


Shika dan Kikyo menampilkan senyum dia wajah mereka, mereka berusaha untuk menahan perasaan itu tetapi tidak bisa


Sang guru pun, sebelum dia pergi dia berbalik dan menatap Shika dan Kikyo “..Jangan lupa dengan apa yang kubilang tadi..” dengan itu dia melangkah pergi


Dengan menahan rasa gembiranya, keduanya berkata dengan tegas “Baik!!”


Mereka mengucapkan salam pada sang guru, dan berbalik menatap Shika dan Kikyo dengan pandangan aneh, bingung


“Ada ada dengan kalian..” tanya Momohara Chieri


Menyadari pertanyaannya, Shika dan Kikyo seakan kembali tersadar.. dengan menahan kegembiraan di hati mereka, Kikyo menggelengkan kepalanya “..Bukan apa-apa..” jawabnya


Sedangkan Lan Xin Yuezhi menatap curiga pada mereka... wajahnya sangatlah dingin sekarang, memberikan kesan yang cool dan sulit di dekati namun sangat menawan


Sangat berbeda dengan dirinya yang dulu.. yah perubahan ini terjadi setelah Dea pergi dan tidak di temukan sampai sekarang


Xin Yuezhi yang dulunya orang yang ramah, kini sangatlah kejam.. tidak ada yang berani dengannya sekarang....


------


Malam berganti pagi... suara kicauan burung berbunyi dan membangunkan mereka yang tengah mimpi indah, tidak sadar dengan waktu yang berlalu


Tiba-tiba suara teriakan terdengar “Kyaa..!!!” Yanzhi,Yanxui, Han Luoyi serta Xiao Wancheng dan Yun Shao, rifleks terbangun


Menyadari bahwa asal suara itu dari luar, mereka menjadi panik dan berlari keluar


Xiao Rancheng juga ikut terbangun, menyadari bahwa di sebelahnya kosong dia menjadi panik dan keluar segera..


Mereka kemudian menemukan asal suara itu datang dari gadis di bawah pohon dengan  wajah yang penuh ketakutan menatap ke atas


Mereka panik dan mengampirinya..


Gadis itu adalah Yun Qing, yang bedannya sudah luamayan sehat.. dia mencoba untuk menggerakan tubuhnya dengan jalan-jalan ringa di pagi hari..


Dia saat dia bersandar pada salah satu pohon, dia mendengar suara yang aneh dan menatap ke atas


Melihat itu dia berteriak.. bagi nona muda sepertinya, sangat jarang baginya untuk keluar berburu, ini adalah pertama kalinya dia keluat dan tidak bisa tahan dengan hal yang bengis


Pikirnya apa yang di lihatnya adalah mayat yang terkapar...


Tak lama kemudian mereka datang menghampirinya.. Yun Qing tidak bisa menahan rasa takutnya, dia membeku di tempat dan melihat ke atas


Dea yang tengah tidur pun, terganggu dengan kebisingan yang cukup lama.. perlahan mata birunya itu terbuka dengan indahnya


Siapapun yang melihatnya pasti akan jatuh cinta dan menganggapnya sebagai Dewi


Hanya saja sesaat dia membuka matanya, terdapat aura membunuh di sana.. dengan dinginnya dia menatap ke bawah dan berkata.. “..Berisik..!!”


Mereka yang ada di bawah pun mendongkakan kepalanya keatas dan melihat Dea yang tengah duduk dan menatap kebawah dengan wajah malasnya, hanya saja terasa dingin


Satu kata itu membuat tekanan yang tinggi


Xiao Rangcheng yang melihat Dea saat ini, sekejap tersadar dari lamunannya “Yang Mulia kenapa anda ada di sana.. pagi ini saya terkejut tidak menemukan anda di samping saya..” ucap nya dan menatap Dea penuh kekhawatiran


Mendengarnya Dea tersenyum masam, masih pagi sudah mendengarkan omelan, pahit


Dea turun dari atas pohon dan menjawab pertanyaannya.. “Aku tidak terbiasa tidur di dalam tenda.. rasanya pengap dan sempit..” perkataan itu membungkam semua orang


 


 


 


 


Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca...


Maaf Yah.. hari ini cuma satu Bab aja.. alasannya yah.. hehe... lupa maaf yah


jangan lupa tinggalkan jejak Yah...


Favorit...


Comment dan Like...