The Lost Of Power

The Lost Of Power
46. Kesedihan Mendalam



\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Lan Xin Yuezhi segera menghapus air mata Dea dan memegang tengan Dea dan berkata dengan penuh percaya diri “..Aku berjanji akan hal itu.. aku janji...”


Kemudian suara petir bergemuru, seperti memegang janji Xin Yuezhi... ini adalah janjinya seumur hidup...


-----------


Saat ini, di dalam hatinya Xin Yuezhi bersumpah pada dirinya sendiri, akan membuat Lan Xia Dea dalam hidupnya


Bertekat akan membuat siapapun yang menindasnya, menderita.. dan merasakan maksud dari kata ‘Lebih baik mati dari pada hidup’....


Dan kini sekarang mengingat hal itu membuat Xin Yuezhi tersenyum miris


Dia sendiri saat ini sangatlah membenci dirinya sendiri sekarang.. dia yang membuat janji bahwa akan membuat Dea merasa bahagia, membuat siapapun yang menindasnya dan membuatnya menangis, akan merasakan siksaan hidup


Dan kini.. dialah yang membuatnya seperti itu.. dia merasa bahwa dirinya sekarang sangatlah tidak berguna.. yah walaupun ini di sebabkan hanya karena kesalapahaman, dan yang menjadi dalangnya, kini sudah tiada...


Di tebas dengan satu serangan dari Xin Yuezhi akibat kegilaannya saat mengetahui bahwa Dea pergi dan meninggalkannya tanpa sepengetahuannya


Dea mungkin menghindarinya karena merasa sesak melihat wajahnya dan memilih pergi tanpa melihat kebelakang


Dan sekarang dia bertekat untuk mencari dan menemukannya dengan cara apapun itu.. walaupun Dea sekarang mungkin telah membencinya dan tidak ingin melihat wajahnya kini...


Sedangkan Dea kini yang sedang memandang bulan, menjadi sedih mengingat janji yang kekasihnya ucapkan... dia masih tidak bisa melupakannya


Mengingat janji-janji itu sambil memegang buah kalung yang di pakainya


Semenjak datang ke Laurezhi, Dea tidak pernah sekalipun melepaskan kalungnya itu... dia salalu merasa aman jika memakai kalung itu, itu sudah jadi kebiasaannya


Padahal kalung itu sebenarnya kalung pasangan, dan pasangannya ada pada Xin Yuezhi..


Yah.. itu adalah kalung pasangan pemberian Xin Yuezhi, dan terdapat sihir pelack juga di sana..


Tetapi Dea menghancurkan sihirnya agar dirinya tidak di temukan... yah walaupun dia masih memakainya.....


Dea memegang kalung itu dengan ingatan tentang janji Xin Yuezhi dan berkata “.. Pembohong ..” perlahan air matanya mengalir dan menjadi lebih kesar


Hatinya sakit mengingat akan hal itu.. dia membenci perasaan ini.. dia menarik kalung itu dari lehernya dan bersiap ingin membuangnya kerena mengingat bahwa itu kalung pemberian Xin Yuezhi


Mengingat Xin Yuezhi membuatnya sakit dan berniat kalung pemberiannya


Tetapi dia menahannya.. dia tidak bisa membuang kalung ini... ini adalah satu-satunya benda pemberian Xin Yuezhi yang tertinggal


Yang lain dia sudah membuangnya, bahkan membakarnya.. tetapi hanya ini.. hanya ini yang tidak bisa di buangnya... benda ini sudah melekat di hatinya


Dia sempat ingin membuangnya beberapa kali tetapi ketika di lemparnya.. dia akan mencarinya lagi


Bahkan dulu, saat menjalankan misi dulu kalungnya sempat lepas di hutan.. tetapi dia bersikeras untuk menemukanya walaupun Xin Yuezhi sudah memberitaunya bahwa dia akan membelikan yang baru, Dea masih bersikeras untuk menemukannya


Dan sekarang di tidak mampu untuk membuangnya menjauh darinya... Dea menggenggam kalung itu di tangannya dengan erat dan menangis terseduh seduh-seduh...


Seolah merasa bahwa kekasihnya yang dia cintai tengah menangis, Xin Yuezhi berkata sambil memegang artefak yang dapat menyimpan gambar seseorang, di situ terdapat gambar dari Dea


Xin Yuezhi melihatnya dengan tatapan seduh “.. Dea.. aku ingin meminta maaf padamu.. sekarang petunjuk tentang keberadaanmu sudah ku temukan... aku akan segera menemuimu di sana... dan kuharap.. di manapun kau berada.. kau tidak menangis sedirian.. kau selalu berkata padaku ‘Jika kau merasa sedih.. maka bernyanyilah..”


Seperti tersampaikan pada Dea.. Dea tadi seperti merasa ada orang yang membelai puncak kepalanya dan berbisik dengan lembut


Dea melirik ke dalam kamarnya dan melihat pianonya, kemudian berjalan perlahan mendekatinya


Dia duduk di kursi piano dan menatap bulan dengan seduh dan mulai medentangkannya dengan lagu yang menhayat hati


Sebelumnya Dea tidak bisa membuka suaranya ketika dia medentangkan pianonya. Bukan karena dia tidak bisa bernyanyi ketika bermain, tetapi karena mulutnya begitu berat


Dan kini dia mendentingkan sebuah lagu dan menyanyikan likirnya...


Penuh kesedihan yang medalam juga malam ini, yang membuat semua orang yang sempat mendengarnya merasa sedih lagi...


 


 


 


 


Note : Hai semuanya... terimakasih telah membaca...


jangan lupa tinggalkan jejak Yah...


Favorit...


Comment dan Like...