
Mereka semua orang melihat kearah suara itu, mereka melihat Yanzhi dan Yanxui yang datang bersaman dengan keringat membasahi tubuh mereka
Hu Wen dan orang-orangnya yang melihatnya merasa senang ketika melihat Yanzhi datang, seperti melihat seorang penyelamat
Mereka semua orang melihat kearah suara itu, mereka melihat Yanzhi Zhuxiu dan Yanxui KI Hua yang datang bersaman dengan keringat membasahi tubuh mereka
Hu Wen dan orang-orangnya yang melihatnya merasa senang ketika melihat Yanzhi datang, seperti melihat seorang penyelamat
“Pa.. pangeran.. anda datang” ucap Hu Wen dengan rapuh “Pangeran saya sangat-sangat ketakutan.. jika anda tidak datang sedikit lagi saya akan lenyap karena perempuan itu” dia menunjuk pada Lan Xidea yang masih berada di udara kosong
“Pangeran akhirnya anda datang.. saya sudah tidak bisa melindungin putri Hu Wen lagi, dengan anda di sini semua akan aman” ucap tetua Li Wang yang hanya di abaikan oleh Yanzhi, membuat tetya Li Wang menjadi canggung dan malu
Saat tetua Li Wang berbicara, Dea melihat kebawah dengan dingin dan tajam, jujur saja, jika dia mau semua orang akan mati dalam satu nafas
Bahkan dengan wajah yang dingin itu, dia tetap cantik.. tombaknya masih memancarka efek yang membuat dirinya terlihat sangat hebat
Kubu Hu Wen sepertinya sangat senang saat melihat Yanzhi Zhuxiu yang datang.. “Sudah kuduga, pangeran pasti datang karena putri Hu Wen adalah calon tunangannya”
“Pangeran datang untuk putri Hu Wen, sekarang Lan Xiadea pasti tamat..” orang-orang mulai berspekulasi
Chan Bai Rin kenapa masih tetap bertahan, memiliki hantu di kepalanya (rencana licik) dia mendekat pada Yanzhi “Yang mulia, anda harus memberikan keadilan, wanita itu, dia hampir saja membunuh semua orang di sini secara terang-terangan, seperti kata putri tadi jika pangeran tidak datang pasti kami pasti sudah menjadi daging mati.. ini semua adalah salah wanita hina itu” dia menunjuk pada Dea
Kedua orang yang mengikuti di belakang Yanzhi, mengerutkan dahi mereka, pikir Hu Zhong Qi, ada apa dengan wanita di depannya ini.. sedangakan Xiao’ru menjadi gelap, dia ingin maju,
Hu Zhong Qi melihat wajah Xiao’ru dan ketakutan datang dari hatinya, dengan itu dia menyingkir untuk memberikan jalan, Xiao’ru akhirnya meledak, dia maju dan menapar Chan Bai Rin dengan keras
“Berani sekali kau berkata seperti itu!!” teriaknya dengan marah
Semua orang terkejut, Chan Bai Rin tidak percaya bahwa dia akan di tampar seperti ini, Mu Zhinghai yang melihatnya langsung menghampiri dengan rasa khawatir
“Apa yang kau lakukan, kau seharusnya menapar wajah wanita j\*\*\*ng yang di atas sana”
Yanzhi berwajah gelap mendengarnya, sedangkan Yanxui Ki Hua yang dari tadi masih berdiam diri di samping sudah tidak tahan dengan apa yang di dengarnya “Apa katamu” suara dingin keluar darinya, berjalan perlahan mendekati Mu Zhinghai
“Yang mulia pangeran kedua.. ini adalah salah wanita j\*\*\*ng di atas sana, tapi-”
“Wanita j\*\*\*ng?” tanyanya dengan dingin
“I.. iya wanita j\*\*\*ng.. dia adalah seorang yang lahir dari rahim yang terkutuk tentu saja adalah wanita j\*\*\*ng, pasti yang melahirkannya juga adalah wanita j\*\*\*ng..” dengan itu Yanxui sudah tidak bisa menahannya lagi
Mu Zhinghai menghina Dea berturut-turut, ingin rasanya menghabisi dia di tempat ini juga
Yanxui mulai mengumpulkan kekuatan pada tangannya dan memukul Mu Zhinghai dengan sangat-sangat keras, membuat Mu Zhinghai terbang menjauh.. yang melihat ini tidak mengerti dan ketakutaan karena kekuatan yang kuat itu
Belum sempat mereka bereaksi Yanxui berteriak “Langcang!! berani sekali kalian menghinanya!!” tak terima dengan penghinaan yang di lontarkan pada Jiejie kasayangannya
Dia melihat Hu Zhong Qi dan bertanya “Pangeran Hu Zhong Qi, sebenarnya ada apa ini..”
Hu Zhong Qi tidak menjawab dan malah tersenyum pada tetua Li Wang.. tetua Li Wang tentunya mengerti bahwa itu bukalah senyum yang tulus, tapi senyum dinginnya..
Tidak tau apa tetua Li Wang merasa krisis besar di dalamnya
Hu Zhong Qi mengalihkan penglihatannya pada Hu Wen, dengan dingin dia memandangnya, membuat yang di lihat menoleh dengan canggung.. Hu Wen juga tidak mengerti apa yang terjadi bukankah Dea yang harus di salahkan disini tapi kenapa Chan Bai Rin, tetua Li Wang dan Mu Zhinghai yang di perlakukan dengan dingin
Ini membuatnya binging, apa mereka salah berpikir bahwa mereka yang menyakitiku, pikir salah Hu Wen kemudian dia melihat kearah sepupunya Hu Zhong Qi dan berkata “Sepupu kalian salah ini adalah salah wanita yang di atas...”
Melihat Hu Wen seperti itu rasa jijik juga datang, kemudian dia membuang wajah dan pergi membuat Hu Wen tidak bisa melanjutkan katanya
Hu Zhong Qi berdiri di samping Yanzhi dan melihat mereka layaknya kotoran yang menjijikan, sangat dingin.. membuat mereka sedikit tertekan, tapi Hu Zhong Qi melihat ke atas juga mengikuti penglihatan Yanzhi
Yanzhi melihat keatas, dia membuang nafas sebentar “Mau sampai kapan kau berada di atas lagi” tidak di mengerti
Dea yang mendengarnya tersenyum dan segera membuang tombaknya ketanah membuat tanah bergetar sebentar.. Dea kemudian turun perlahan dan berdiri di atas tombaknya.. seketika Hu Zhong Qi dan Xiao’ru merunduk “Salam kepada Putri..”
Padahal ujung tombaknya tajam tapi Dea berdiri di sana tanpa ada masalah sama sekali dan jujur saja terlihat anggun dengan wajah yang sangat cantik
....
Tapi tunggu.. mereka semua terdiam.. tunggu, Eh, Putri!! Apa maksudnya ini..
Semua menjadi ruih kembali.. apa yang di dengar mereka siapa yang kedua orang itu maksud dengan putri.. apa yang sedang terjadi
Otak mereka tidak bisa berpikir dan hanya berputar-putar saja termasuk Hu Wen, melihat sepupunya berlutut dan mengatakan putri ini membuatnya bingung “Tu.. tunggu sepupu apa yang kau maksud.. di mana ada putri di sini, dia hanya wanita ja-”
Whuss!!
Sesuatu lewat menyambar Hu Wen.. membuat mereka semua terkejut.. itu datang bersamaan dengan hawa membunuh yang mengerikan, dengan itu semua orag melihat kearah Dea
Perlu di ketahui, serangan Dea belum menghilang dia hanya menahannya saja, hasil dia mengendalikan sebagian dari mereka dan mengarahkan salah satunya pada Hu Wen saat dia berbicara
Saat mereka melihat sorot mata Dea mereka ketakutan.
***Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. jangan lupa tinggalkan jejak ya***..
***Faforit***...
***Comment and Like***