The Lost Of Power

The Lost Of Power
27. Latihan Tanding 3




“Oh tidak aku hanya ingin melihatmu.. kupikir kau kesepian..” ucap Yanzhi Zhuxiu



“Hm.. tidak.. aku tidak kesepian” Lan Xiadea melihat Yanzhi dengan penuh perhatian “Apa kakak ingin latihan..” ucapnya melihat kakaknya datang membawah bawahan dan memakai baju latihan



“Iya aku ingin ke tempat latihan, apa kau ingin ikut..?” ucapnya sambil menanyakan pada Dea apakah adiknya itu ingin ikut



Dea tersentak mendengar perkataan kakak “...” sebenarnya Dea tidak tau bagaimana menjawabnya dan berakhir dengan diam



Yanzhi yang melihat adik perempuannya hanya diam, menghebuskan nafas lalu mengelus kepalanya “Yah sudah aku pergi dulu.. kalau kau tertarik datang saja” ucapnya mengingat bahwa dia masih ada latihan



Bawahan yang mendengar tuannya mengajak seorang nona berlatih membuatnya tidak habis pikir “Masa seorang nona ingin berlatih pelatihan yang di lakukan oleh pria.. bercanda kali yah..”



Dea yang melihat kakaknya pergi membuatnya kepikiran dengan ajakan untuk berlatih, semenjak datang ke Laurenzhi Dea belum pernah memulai latihannya dan hanya memakai dua kali kekuatannya yaitu saat mengajar prajurit sampah dan saat berhadapan dengan Liang Shuyan dan ayahnya, selain itu ada juga saat dia menghukum pelayan yang di anggapnya berkhianat



Dea bangun dari duduknya, berjalan pelahan mendekati penghalang meletakan tangannya di pagar pembatas kemudian berpikir, perlahan senyum muncul di wajah Dea, dia menyuruh Yao yang masih ada di situ “Yao..”



“Iya putri” jawab Yao dengan tegas “Beritau kakakku aku akan pergi melihat latihan..” ucap Dea



Mendengar perintah Yao bingung sejenak kemudian bertanya “Maaf apakah putri tidak berlatih..? Hanya melihat saja..?”



Dea dia sekejap dan berkata membalas perkataan Yao “Lihat situasi..” ucap Dea dengan singkat, lalu dengan segera Yao memanggil pelayan



Saat dalam perjalanan untuk memberitau pangeran mahkota Yanzhi kakak Dea, pelayan yang di suruh Yao di jegat oleh Lei Fang’er, Lei Fang’er menanyakan beberapa hal pada pelayan itu



Mengetahui bahwa Dea ingin berlatih membuat Lei Fang’er menunjukan keunggulannya



Dia menyuruh para pelayannya untuk menyiapkan ruangan latihan kemudian memberitau pada pelayan yang di utus Dea bahwa dialah yang akan memandu Dea ke ruangan latihan, dia dan pelayan itu serta satu pelayannya menuju kekamar Dea



Sesampainya di kamar Dea, pelayan yang di utus memberitaukannya kepada Yao dan juga Dea bahwa Lei Fang’er yang akan menunjukan jalannya. Dea sedikit terkejut karena Lei Fang’er berinisiatif untuk menunjukan jalan



Tanpa curiga Dea mengikuti Lei Fang’er, selama perjalanan Dea begitu bingung “Hm.. apa tempat latihannya berubah..” pikirnya karena jalan ketempat latihan yang biasanya dia lewati bukan jalan yang di tunjuk oleh Lei Fang’er



Setelah beberapa saat mereka sampai di depan pintu, Yao tidak ikut bersama karena masih membersihkan makanan Dea



“Nah kita telah sampai.. ini adalah tempat latihannya” ucap Lei Fang’er dengan bangga, dengan perlahan dia membuka pintunya



Dea tersentak melihat tempat latihannya dan diam, dia mulai mempehatikan sekitar lalu bertanya “Ini tempat latihannya..?” ucapnya bertanya



Dengan senyuman di wajanya, Lei Fang’er menjawab “Yah.. di sini” dia bergitu senang memikirkan bahwa dia akan unggul dari Dea



Lalu ekspresi di wajah Dea mulai berubah “Kenapa tertutup..” ucap Dea yang melihat bahwa tempat latihanya begitu tertutup, tempat latihannya yang bisa sangatlah berbeda




Dea hanya diam, dia berpikir bahwa ada yang salah dan sekarang dia tau, melihat baju yang di bawahkan oleh pelayan, amarahnya menjadi tak tertahan, Dea kemudian melambaikan tangannya, sekejap baju yang di pegang oleh pelayan terbakar



Pelayan yang memegangnya berteriak ketakutan “Kyaa..” kegaduhan pun terjadi



“Dea apa yang kau lakukan! Kenapa kau membakar bajunya!!” teriak Lei Fang’er karena bingung kenapa Dea membakar baju yang dia siapkan untuk Dea



“Kau yang kenapa!? Kenapa kau membawah ku ketempat ini!” ucap Dea yang marah.. Lei Fang’er tersedak kenapa katanya? Itu pikirnya, lalu sebelum dia menjawab Dea memotong



Dea memegang kepalanya lalu meminjitnya “Heh.. kenapa juga aku mengikutunya kesini padahal sudah ku duga, ada yang aneh..”



Tak lama kemudian Yao datang dengan panik dangan Shin di sampingnya, sebenarnya dia telah ketempat latihan yang Dea maksud tetapi tidak melihat tuan putrinya, kemudian setelah mendengar suara pelayan yang berteriak membuat Yao berpikir bahwa tuan Putrinya ada di tempat itu



Dia melihat wajah tuan Putrinya yang marah “Putri..”



Melihat Yao dan Shin datang membuat amarahnya sedikit menurun lalu dia berkata “Urus masalah ini!” setelah berkata demikian, Dea pergi dengan Shin sebagai penuntunya



Melihat semuanya bingung dan resah Yao berkata menjelaskan “Maaf nona Lei tetapi latihan yang di maksud oleh tuan Putri adalah tempat latihan pangeran mahkota tempat latihan pertarungan, bukan latihan tari.. jadi lain kali mohon jangan bertindak sembarang.. Jika saya tidak datang tepat waktu mungkin tempat ini sudah terbakar.. kalau begitu saya mohon pamit..”



Lei Fang’er kesal karena ucapan Yao, dia merasa bahwa sedang di rendahkan, lalu saat Yao berbalik dia berhenti sejenak dan berkata “Dan untuk latihan menari.. tuan putri telah menyelesaikan pelajaran tarinya pada umur Lima tahun.. jadi tidak perlu mengajarinya lagi.. permisi” ucap Yao, dia melihat sinis kearah Lei Fang’er



Lei Fang’er yang mendengarnya seperti mendapat tusukan jarum berkali-kali



Dia menyuruh para pelayannya membereskan kekacauan lalu menyusul ke tempat latihan yang di maksud



Sampai di tempat latihan..



Orang-orang yang di sana terkejut, karena melihat ada segerombolan wanita datang mengunjungi tempat yang hanya di penuhi dengan pria, satu di antaranya adalah Lei Fang’er sang calon tunangan dari putri mahkota



Setelah kekacauan itu terjadi, Lei Fang’er, tak lama kemudian mengikuti Dea untuk bersikap baik di depan Yanzhi



Para prajurit yang ada di sana tersipu melihat kecantikan dari Lei Fang’er, Lei Fang’er yang menyadari tetapan para prajurit, mulai menebar pesonanya agar para prajuit tlebih terpesona kepadanya



Dia dengan sengaja menutupi Dea yang ada di sampingnya agar tidak terlihat



Kemudian bawahan yang tadi bersama dengan Yanzhi sewaktu di kamar Dea, mendatangi Yanzhi atasannya dan memberitauhkannya pada Yanzhi kedatangan itu



Yanzhi yang medengarnya menolohkan kepalanya, dia bergitu terkejut dengan kunjungan itu, perlahan dia mulai mendekat ke arah mereka



Prajurit bawahan Yanzhi serta pelayan yang ada di sana mengira bahwa Yanzhi sedang mendekat kearah Lei Fang’er, tapi sayang itu tidak mungkin, segera setelah Yanzhi mengatakan sesuatu, pikiran mereka lenyap