The Lost Of Power

The Lost Of Power
170. Menjadi Seorang Nenek?



...~~~~~~~~...


Komandan mengangguk padanya dan berjalan di belakang Jendral Liang, sejajar dengan sang ajudan


Jendral Xiao yang ada di sampingnya melihat Jendral Liang dan tidak merasa terkejut dengan kehadirannya, dia hanya bertanya dengan suara yang rendah “Apakah kau tidak mendukung mereka?”


Jendral Liang hanya tersenyum kecil dengan pertanyaan itu dan berkata dengan santai “Di hadapkan dengan sang Putri, apakah aku memiliki keberanian?” dengan itu Jendral Xiao melihat Jendral Liang seperti baru mengenalnya


Sebenarnya dia sudah mendengar rumor yang beredar tentang Jendral Liang. Semenjak sang Putri kembali ke istana, Jendral Liang menjadi lebih penurut, tidak di ketahui apa alasannya hanya saja dia sangat menghormati sang Putri


Tapi dia tidak menyangkah akan seperti ini dia menghormatinya.. sang Jendral Perang, Jendral Liang bahkan takut dan sangat hormat dengan keberadaan sang putri?! Ini adalah kabar yang akan mengemparkan daratan timur yang mengenal Jendral Liang


Jendral Xiao ingin menanyakan apa alasannya, tapi seorang prajurit datang, memblokir jalan sombongan sang Ratu “Salam Ratu, ada sesuatu yang penting ingin saya sampaikan pada sang Ratu” setelah menerima izin dia berkata “Yang Mulia Ratu, Pangeran mahkota, pangeran kedua dan tuan muda Han sekarang ada di istana” ini membuat mereka terkejut


“Pangeran? Bukankah mereka sekarang ada di sekte Bulan saat ini?” tanya sang Ratu


Mendengar nada yang dingin itu jujur membuat prajurit itu sedikit takut.. ini adalah sang Ratu, penguasa Laurenzhi saat ini, bagaimana dia bisa tenang di hadapkan dengan dirinya, “Apa yang terjadi? Apakah mereka terluka atau panik?” tanya tuan Han ayah dari Han Luoyi


“Tidak Tuan, mereka tidak terluka atau terlihat panik sama sekali.. saya hanya di minta untuk memberitau bahwa pangeran meminta untuk bertemu, dan sang Putri juga..”


Mendengar sang Putri semua orang bertanya dengan pertanyaan yang sama “Tunggu sang Putri? Lan Xiadea juga ada di sini?!” ucap sang Ratu mendahului semua orang


“Benar, Yang Mulia, para pangeran serta sang Putri ada di sini, lebih tepatnya ada di halaman sang putri..”


“!?!?”


 “Ah dan juga sang putri meminta untuk nona Mei, Shin dan Yao untuk segera ke sana”


Mendengar itu, ketiganya jujur terkejut dengan kedatangan Dea yang tiba-tiba, tanpa menunggu lagi semua orang segera pergi ke halaman Dea


Mereka melihat beberapa pelayan datang dengan membawa makanan yang manis.. berarti keempatnya ada di satu halaman itu


Para pelayan yang melihat rombongan sang Ratu, segera menepi dan memberikan jalan.. di sepanjang jalan saat orang-orang melihat wajah sang Ratu, aka merasa heran


Itu karena, sang Ratu sama dengan putra dan putrinya, memiliki aura yang dingin tapi kini, senyum merekah di wajah sang Ratu, tentu saja penyebabnya adalah putri kesayangannya, Dea


Setelah sampai di halaman Dea, rombongan sang Ratu di kejutkan dengan pemadangan itu


Mereka di sambut dengan wajah yang sangat-sangat cantik, dengan senyum di wajahnya yang bahkan bisa menyinari dunia. Senyumnya sangat indah, tapi wajahnya itu lebih indah


Sekejap jantung semua orang hanpir berhenti.. mereka merasa bahwa seorang dewi datang untuk menjemput mereka karena sudah waktunya


Saat itulah Han Luoyi melihat rombongan itu berkata “Oh.. mereka di sini” itu mengalihkan pandang semua orang dan melihat rombongan itu


Han Luoyi, Yanzhi Zhuxiu dan Yanxui Ki Hua juga merunduk hormat, hanya Dea yang melihat mereka dan tidak menunduk, bahkan senyum di wajahnya menghilang saat dia berdiri dan melihat mereka dengan acuh tak acuh


Saat itulah kedinginan menjalar di tubuh Jendral Liang dan ajudannya, wajah mereka menjadi kaku dan ketakutan menyebar, bahkan tubuh mereka juga bergetar, sorot mata itu, aura khas itu serta wajah itu..


Tapi tidak ada yang menyadari keanehan itu karena tidak bisa memalingkan wajah gadis cantik di hadapannya.. mereka mulai bertanya-tanya siapa gadis itu? Sedangkan Jendral Liang dan ajudannya hampir berlutut saat mata Dea mendarat pada mereka


Itu dia! Itu adalah wanita itu! Wanita bercadar di tengah perang yang sangat kejam! Membantai semua pihak musuh hanya karena darah seorang musuh terciprat di cadarnya!! Itu adalah wanita itu! Yang membunuh tampa ampun!


Keduanya tidak bisa mengendalikan tubuh mereka, terutama ajudannya.. dia sudah menyangkal dengan keras pikiran dan nalurinya untuk percaya bahwa sang putri adalah wanita itu, tapi wanita didepan mereka ini, wajahnya dan cara memandangnya pada semua orang, itu mirip, tidak sama persis


Suasana menjadi mencekam dengan aura dingin yang di rasakan saat Dea mengubah ekspresinya


Saat itulah suara tawa seorang balita terdengar di sana “Haha.. Ibu lihat ini.. sangat indah, aku memberikannya kepadamu” ucap bocah kecil itu dengan memberikan setangkai bunga yang dia capit di halaman Dea dan memberikannya padanya


Semua orang secara langsung melihat balita itu, dengan rambut yang indah, dan wajah yang hampir persis dengan wanita itu, tidak dia memiliki kemiripan dengan Dea saat dia masih kecil


Mengabaikan semua orang Dea merunduk, dan membiarkan Lan Yi menyelipkan bunga itu di telinga Dea.. ekspresi Dea juga berubah menjadi hangat lagi Lan Yi melihat sekumpulan orang sedang menatapnya, Dea mengelus rambutnya dan berkata dengan ringan “Iya, ini sangat indah.. bagaimana kalau kau mengambilnya lagi dan memberikannya pada paman Xui” dengan itu Lan Yi mengabaikan sekumpulan orang itu dan melihat Dea dengan binar di mata, dia mengagguk dengan semangat


Dea akhirnya melihat semua orang dengan santai dan  berkata “Ada yang ingin ku bicarakan” ucapnya


Sang Ratu yang pertama kali sadar dengan keterkejutannya yang berturut “D.. Dea.. apakah itu dirimu putriku?” ucapnya yang sedikit gugup


Dea hanya mengabaikannya, dia melihat semua orang dan berkata “Semua yang tidak berkepentingan bisa kembali masing-masing.. dan untuk kalian persiapkan kebutuhannya, Xui jaga dia untukku” kalimat yang pertama untuk Jendral Liang dan lainnya dan yang lainnya untuk  Mei, Shin dan Yao dan yang di maksud Dea adalah Lan Yi


Dengan itu dia mengagguk pada sang Ratu, Yanzhi, Han Luoyi dan juga tuan Han, ayah Han Luoyi yang juga adalah paman dari Dea, mengikuti Dea kedalam, sedangkan Yanxui tinggal untuk menjaga dan menemani Lan Yi bermain


Mei Shin dan Yao yang mendengar perintah dari tuannya, menjadi bingung..


Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca dan juga mohon maaf atas ketidaknyamanan membacanya jika Thor ada salah-salah kata..


Jangan lupa tinggalkan jejak ya..


Faforit...


Comment and Like