The Lost Of Power

The Lost Of Power
160. Membawa Pulang Seorang Anak (2)




Lan Xiadea sampai di depan pintu sebuah ruangan, dia memiringkan kepalanya karena merasa aneh.. dengan itu dia membuka pintunya



Di lihatnya seorang anak laki-laki yang sudah berusia tiga tahun di temani seekor bayi Harimau Langit



Dia melihat anak laki-laki itu berpikir bahwa itu adalah anak dari Li Wang dan istrinya, melihat warna rambutnya mengingatkannya pada Lan Xin Yuezhi, tapi perhatiannya bukan di anak laki-laki itu tapi pada bayi Harimau itu



Dea melihatnya dengan tenang menatap seekor bayi Harimau Langit yang melindungi anak laki-laki itu dengan gemetar “Harimau Langit..”



Dengan satu tangan Dea menangkap bayi Harimau Langit dengan mudahnya.. Dea memandangnya dengan dingin seperti biasanya.. “Kenapa hewan langit sepertimu bisa ada di sini?”



Bayi Harimau Langit yang ada di tangannya mencoba melepaskan diri dengan cara yang sangat imut, takut dengan aura menakutkan yang keluar dari Dea, Dea yang melihatya merasa ini sangat menarik..



Tiba-tiba dia sebuah tangan yang imut memegang kakinya dan berkata “Le.. Lepaskan Xiao Bai”



Dea melihat ke bawah, seorang anak laki-laki memeluk kakinya dengan gemetar lemas tapi berusaha untuk berani demi menolong bayi harimau kecil yang ada di tangannya



Jujur Dea tidak tau bagaimana caranya berurusan dengan anak kecil.. hidup di dunia yang di mana dia diharuskan untuk membunuh untuk bertahan hidup sampai tidak tau bagaimana caranya untuk bersikap manusiawi



Di hadapkan dengan situasi semacam ini, dia tidak tau harus bagaimana.. dia tiba-tiba teringat dengan sang adik, Yanxui.. dengan itu dia membungkuk dengan itu dia bertanya “Apa kau tau apa ini” dia menunjuk pada Harimau Langit



Mendengar suara Dea yang dingin membuat anak laki-laki itu ketakutan, dapat di lihat bulir air mata keluar dari matanya.. melihat ini Dea menjadi pusing, tidak tau harus berbuat apa



Dengan rasa takut menyelimutiny, anak laki-laki itu berkata dengan mengumpulkan keberaniannya “Xi.. Xiao Bai adalah temanku.. jadi lepaskan dia..” dengan itu dia menangis keras sambil melayangkan pukulan kecilnya



Itu sangatlah imut, sampai hati dingin Dea menjadi leleh.. melihatnya memukulnya dengan tangan yang gemetar ketakutan, sangatlah lucu



Ini pertama kalinya dia melihat hal seperti ini.. perasaannya entah kenapa menjadi lebih baik dari sebelumnya.. tapi dia tidak tega dengan sang anak yang terus saja menangis



Dengan itu dia mencoba menenangkan anak itu.. tiba-tiba matanya menatap tajam pada luka yang ada pada tubuh anak laki-laki itu, dengan itu tatapan matanya menjadi dingin



Dia menarik tangan anak itu dan memeriksanya, dia mendapati tubuhnya di penuhi oleh luka memar, kelihatannya sering di siksa, melihat pakaiannya yang tidak layak



Amarahnya menjadi, auranya lepas dengan mengerikan.. dia lupa kalau Harimau Langit ada di tangannya, hasil Harimau itu mendapat tekanan yang lebih kuat



Harimau itu menjadi gemetar di tangan Dea, membuat anak laki-laki itu berteriak dengan cemas “Xiao Bai..” pada saat itu juga terdengar suara pintu terbuka tatapan Dea menjadi tajam, dia melepas bayi Harimau kembali pada anak laki-laki itu dan menuju arah suara itu..



Seorang pemuda mengendap-endap keluar dari rumah seperti pencuri, takut ketahuan oleh Dea yang membunuh orang tanpa pandang bulu



Tanpa di sadarinya, Dea muncul di hadapannya dengan tiba-tiba.. dia menabrak Dea dan terjatuh ke depan, dengan itu Dea bertanya “Mau ke mana kau..”




Pemuda itu mengerang kesakitan, belum sadar dirinya berada di mana karena telepotasi yang tiba-tiba.. tiba-tiba sesuatu yang lengket mulai di rasakannya



Dia mengangkat tangannya melihat benda cair apa itu.. melihat itu, rasa dingin menjalar di tubuhnya, wajahnya mengangkat keatas, di lantai yang masih ada potongan tubuh dari Li Wang dan istrinya, dia berteriak ketakutan “Ah!!!”



Dea yang tidak tahan dengan suara yang berisik, menjadi tidak sabaran “Berisik..” dengan itu pemuda itu melihat kearah Dea



Dia melihat Dea yang sedang menatapnya dengan dingin seperti ingin membunuhnya.. “Kau.. kau!” siapa yang tidak takut dengan situasi seperti ini.. dia melihat dengan kedua matanya sendiri, tubuh orang tuanya menjadi daging mati berkeping-keping, darah terciprat di mana-mana seperti cat



Dia tidak melihat itu dari jarak yang dekat, tapi masih saja takut dengan hal itu, tapi begitu melihat daging mati itu, rasanya kematiannya juga akan datang dengan cepat.. sekejap dia lupa bagaimana caranya berbicara dan menatap Dea seolah sedang menatap dewa kematian



Dea tidak bisa di ganggu dengan itu, dia menatap pemuda itu dan bertanya “Kau putranya kan” dia menunjuk Li Wang



Anak laki-laki dan bayi Harimau tidak bisa terus bersembunyi di belakang, melihat pemuda di lantai berlumuran darah



Pemuda itu melihat kalau anak laki-laki itu ada, dengan cepat menunjuknya “Bu.. Bukan!! Aku bukan putranya, di.. dia!! Dia adalah putarnya, mereka tidak ada hubungannya denganku” pemuda itu tidak bodoh, jelas sekali kalau Dea datang karena Li Wang



Dia juga menyaksikan sesuatu seperti hujan darah siang tadi.. Dea datang pasti karena ada urusan dengan Li Wang.. Li Wang sudah mati, tapi jika dia tau bahwa dirinya adalah putra Li Wang, hidupnya juga tidak akan aman



Melihat bahwa orang rendahan yang sering di tindasnya datang, merasa terselamatkan “Dia, dia! Dia adalah putranya bukan aku..”



Dea hanya melihatnya dengan acuh tak acuh “Dia adalah putranya..” jawabnya. Dia menatap pemuda itu dengan sinis, dia pikir seorang Dea bisa di bohongi?



Anak laki-laki kecil yang melihat pemuda itu dan berkata “Gege..” dengan wajah yang seperti akan menangis, mengeluh dan ingin bersandar padanya



Tapi pemuda itu menendangnya dengan dingin “Siapa gege-mu!! Pergi! Aku tidak mengenalmu!!”



Melihat anak kecil itu di tendang membuat Dea menjadi semakin marah, auranya meningkat menjadi menakutkan, membuat pemuda itu menjadi takut “Ah.. tolong.. hyii..” tangisnya



Dea melihatnya dengan tatapan yang mengerikan, dingin dan tajam, membuat orang yang melihatnya seperti akan mati saja “Ha.. dengar! Aku bertanya padamu bukan karena tidak tau, bukan karena ingin jawaban darimu, tapi bisanya kau menendang seseorang di depanku begitu saja!! Rupanya kau ingin mati dengan cara yang sulit!” ini pertama kalinya Dea marah dengan mengerikan setelah tiba di benua timur



***Note : Hai semuanya... terimakasih karena telah membaca.. Maaf yah.. Untuk hari ini, satu dulu. Listrik di rumah thor, lagi perbaikan, Mati nyala mati nyala mulu..



jangan lupa tinggalkan jejak ya***..


***Faforit***...


***Comment and Like***