
“Apa yang kau katakan!!! Siapa yang kalian sebut dengan penjahat!!”
“Prajurit bawa orang ini pergi kurung dia di penjara bawa tanah” ucap para mentri itu dengan marah, lalu ratu ini perlahan lahan mulai mendekati an Xiadea, dia ingin sekali memeluk putrinya itu
Di sisi lain, melihat para prajurit yang di suruh untuk menangkap yang di kiranya adalah Dea malah menangkap prajurit b\*\*\*\*\*\*\*, tentu saja hal itu membuat wanita bangsawan itu dan prajurit b\*\*\*\*\*\*\* kaget dan heran
“Ah apa yang kalian lakukan, yang seharusnya kalian tangkap itu dia... wanita itu yang telah melakukan kesalahan”
“Yang mulia apakah yang mulia tidak salah kenapa malah menangkap prajurit itu bukannya wanita itu”
Karena merasa ada yang salah dengan rencana dari sang majikan, pelayan wanita bangsawan itu pun bertanya tanpa tau malu, tetapi yang terlihat di mata ratu, pangeran dan para mentri hanya seperti pemberontakan yang dilakukan oleh penjahat
Itu karena pelayan itu bertanya tanpa menggunakan sopan santun dan seperti menetang keputusan ratu, tentu saja itu di anggap bahwa pelayan itu sedang meremehkan keluarga kerajaan
“Apa kau meremekan ucapan ku... berani sekali kalian merendahkannya... yang satu menuduh dan yang satu meremehkan....” Karena marah dengan pertanyaan pelayan itu ratu pun membuka mulutnya, hal itu membuat pelayan itu menggigil ketakutan
Tentu saja ratu marah karena tidak ada orang tua yang akan tahan mendengar anaknya di hina dan di tuduh yang tidak tidak, dan juga dia marah kerena pelayan itu telah meremehkan dirinya
Itu karena harga diri yang dimiliki oleh seorang penguasa tinggi, apalagi dia adalah ratu yang memerintah kerajaan yang terkuat kerajaan Laurenzhi kekaisaran Aclezia ratu Yuritachi Xia Ningrong Ezca - Levri
Mendengar ratu mengatakan hal itu membuat wanita bangsawan itu takut karena dirinya juga terlibat lalu membuat rencana untuk berdalih agar dirinya tidak terlibat takut bahwa posisinya sebagai calon istri pangeran mahkota terancam
Dia lalu membuat drama yang bagus untu menyalahkan pelayan nya
“Yun apa yang kau bicarakan kenapa kau membuat ratu marah kau tidak menghormati ratu, ratu tolong hukum pelayan ini yang mulia karena dia sudah menghina ratu..... dan juga tolong maafkan saya yang mulia huhuhu... saya bodoh karena telah mempercayai prajurit b\*\*\*\*\*\*\* itu, saya tidak tau kalau dia itu berbohong hiks”
Mendengar hal itu membuat amarah yang di pendam oleh ratu sedikit meredah tetapi beda hal nya dengan Lan Xiadea dan pangeran. Pangeran bukannya luluh dia malah marah dengan dalih yang di buat oleh wanita itu
Dea, dia merinding mendengar dalih yang dibuat dia berpikir bahwa dia sedang melihat adegan yang benar-benar membuat di ingin muntah karena suara yang di buat-buat sedih itu
Mungkin bagi orang lain itu akan terlihat menyedihkan tetapi bagi Dea dia seperti melihat seorang p\*l\*c\*r yang merayu majikannya, itu karena nada suaranya dan ekspresi wajah yang membuat dea muntah. Para mentri pun juga merasakan hal yang sama
Segera setelah pernyataan dari wanita bangsawan itu ratu menyuruh prajurit membawanya juga bersamaan dengan prajurit b\*\*\*\*\*\*\* itu, kedua itu memohon-mohon pada mereka yang ada di situ, lalu tiba-tiba prajurit b\*\*\*\*\*\*\* itu lepas dan menujuh ke ada Dea dia ingin memohon untuk di lepaskan tetapi tidak di dengar
Lalu berubah ingin membunuh Dea tetapi tanpa di sadari dia telah di tendang dengan sangat kuat sehingga pingsan lalu di bawa keruang perawatan
“Dasar beraninya meremehkan putri ku.... tenang saja ibu akan menghukum mereka dengan keras”
Mendengar hal itu sedikit membingungkan bagi wanita bangsawan itu dan para palayan yang tidak tau tentang dea. Mendengar ibunya mengatakan hal itu tidak membuat Dea senang tetapi dia malah merasa sedikit marah “Putri..!? Ibu..!? Apa yang anda katakan ratu..?”
Ratu yang mendengarnya menjadi kecewa, “Dea....” itu membuat hati ratu sakit dia mengerti bahwa Dea belum bisa mamaafkan dia “Dea apakah kau belum bisa memaafkan ibu, ibu tau kalau ibu itu salah tapi....”
Mendengar itu, bukannya merasa bersalah, Dea malah menjadi semakin marah “Mohon jangan salah sangka dengan kepulangan ku.. hanya karena aku kembali bukan berarti aku memaafkan mu”
Sebelum ratu menyelasaikan ucapannya dea memotong dan membalas dengan suara yang sangat dingin sehingga suasana yang canggung tercipata, sebelun ratu mengatakan sesuatu Dea pun memotong dan berkata
“Jangan mengatakan ‘putriku’ karena kau tidak pantas” ucap Dea dengan kasar.. itu tidaklah kuat tapi masih dapat di dengar oleh orang
Yanzhi Zhuxiu yang tidak tahan dengan itu menyuruh Dea untuk berhenti Dea “Dea kau sudah belebihan hentikan sekarang”
“Hanya karena kau yang melahirkan ku jangan membuat itu sebagai alasan untuk menyebutku sebagai ‘anak’ karena kalian yang membuangku” ucap Dea dengan kecil sehingga tidak bisa di dengar oleh orang lain tetapi beda dengan ratu kakak Dea mereka dapat mendengarnya karena tingkat kekuatan
“Dea..!” Dia mengatakan itu sambil mengabaikan kakak nya lalu mendekat ke para mentri, dia memberi salam kepada mereka karena mereka lah yang menjenguk Dea bukannya orang tuanya
Ketika Dea menyebutkan kata paman pada para mentri para mentri menolak tetapi Dea tidak peduli karena aslinya mereka memang adalah paman dari Dea dan Yanzhi yang berarti adalah saudara dari sang raja
Melihat Dea yang menyapa para mentri dengan hangat membuat ratu merasa sedikit iri. Lalu menyuruh Dea untuk bersiap untuk jamuan malam, dia menyuruh pelayan-pelayan untuk menuntun Dea, tanpa membuang kesempatan wanita bangsawan itu menawarkan diri untuk menghantar Dea
Setelah sampai pada tempat untuk dia mandi ada beberapa pelayan yang ingin membantu Dea mandi tetapi Dea menolak dan meminta mereka untuk keluar karna merasa tidak nyaman
Sebelum pergi dia meminta mereka untuk menjaga barang bawaannya, barang bawaan Dea tidak banyak tetapi para pelayan merasa aneh karena Dea hanya menitipkan tas kecil dan dua gulungan
Dea berpesen pada mereka sebelum pergi mandi agar tidak membuka tas kecilnya dan juga gulungan nya jangan sampai merusak membasahinya dan jangan di buka juga
Mendengar perintah seperti itu membuat para pelayang semakin penasaran dengan apa yang ada di dalam tas dan juga gulungan itu, tetapi mereka masih sayang dengan nyawa mereka
Setelah selesai mandi Dea memanggil para pelayan untuk berpakaian, melihat pakaian yang di bawakan oleh pelayan membuat dea pusing lalu menanyakan kepada mereka siapa yang menyiapkan baju itu
Nada suara yang sangat mendominasi, membuat para pelayan tidak berani untuk tidak menirutinya, dia berdiri dengan anggunnya, melihat pakaian yang di bawahkan oleh pelayan