
“Nona apakah anda baik-baik saja” kata pelayan wanita. Wanita itu pun merasa kesal dengan perlakuan dari pengeran tetapi masih berpikir bahwa tempat untuk posisi putri mahkota akan menjadi miliknya, lalu di beralih ke keributan itu
Pangeran mahkota yang sedang mendekat itu merasakan perasaan familiar dengan seseorang yang tengah berkelahi itu, lalu mengeluarkan kekuatanya untuk membuat sebuah kekai untuk membuat orang itu tertangkap
Hal itu membuat para prajurit yang sudah lelah untuk mencobah menahan penyusup itu pun merasah senang karena pangeran mareka datang untuk menolong
Orang yang tertangkap itu pun menengok kearah pangeran mahkota kemudian tersenyum melihatnya, pangeran yang melihat senyum itu pun merasa bingung dan berpikir “Kenapa orang itu tersenyum..??”
Orang yang terkurung tersebut pun mulai berkata “Ternyata prajurit istana kekaisaran ini semuanya lemah ya... payah” pada kata terakhir dia sengaja memperlihatkan senym meremehkan pada mereka semua, siapa lagi kalau bukan Lan Xiadea yang berkata seperti itu
Gadis bangsawan tadi mendengar Dea berkata seperti itu wanita ini tertawa dalam hati karena menganggap dea itu bodoh karena berani barkata separti itu disaat pangeran sedangada di sana
“Penghalang...??” Setelah mengatakan hal itu dea tersenyum seperti menantikan sesuatu yang menyenangkan lalu berkata
“Apa kalian pikir penghalang lemah seperti ini bisa menghentikan ku.. bodoh.. hm di lihat dari warna nya tingkat menengah.. hm lumayan.. tapi belum cukup untuk menghentikan ku”
Lalu Dea meletakan tangan nya di di penghalang itu, para prajurit yang melihat hal itu langsung merinding karena biasanya orang yang menyentuh penghalang itu dari pangeran akan langsung hangus, tetapi orang yang ada di depan mereka melakukan nya tanpa sara takut
Para prajurit yang lain merasa kasihan dengan apa yang akan terjadi pada orang yang ada di depan mereka, beda hal nya dengan gadis bangsawan tadi dia malah tersenyum dengan apa yang akan terjadi dengan orang yang ada di kerumunan itu
Tetapi setelah Dea meletakan tangan nya di penghalang tersebut setelah beberapa saat tidak terjadi apa-apa melihat itu semua prang yang di sana binging lalu
Krrreeekkk...
Bunyi retakan terdengar dan tiba-tiba penghalang yang di sentih Dea perlahan-lahan pecah, semua yang ada di sana terkejut tidak percaya dengan apa yang dilihat mereka, bahkan ada yang berpikir bahwa dirinya kini sedang bermimpi
Bagaimana mereka tidak terkejut, mereka tidak pernah melihat penghalang yang pecah seperti ini dan belum pernah melihat kekai di hancurkan, yang lebih mengejukannya lagi yang pecah adalah penghalang yang di buat oleh pangeran mereka
Penghalang yang di buat oleh pangeran mahkota adalah pelindung yang paling kuat jadi otomatis mereka semua terkejut setengah mati
Note : \*penghalang adalah perisai tipis bagai kaca dengan tingkatkan yang berbeda-beda. Kuning, biru, merah dan ungu. Ungu adalah tinkatan penghalang yang paling kuat
Setelah menghancurkan penghalang Dea dengan cepatnya sampai di depan pangeran mahkota untuk melancarkan serangan tetapi tidak menggunakan kultivasinya karna ada perbedaan tingkatan level
Lalu dengan cepat pangeran menagkis nya, meraka bertarung dengan sangat sengit, ketika pangeran tersebut berencana untuk menyerang Dea, lalu pangeran menggunakan kekuatan kultivasinya dan mengeluarkan serangannya
“Slemen api tembakan api”
Dengan cepat Dea menghindar tetapi ternyata ada percikan yang mengenai jubah Dea seketika jubah itu terbakar lalu wajah Dea pun kelihatan
Melihat wajah Dea semuanya terkejut tanpa terkecuali para prajurit yang tadi bertarung dengan Dea, terkejut bukan main karna ternyata yang mereka lawan mati-matian itu ternyata adalah seorang wanita dan wanita itu sangatlah cantik sampai-sampai wajah meraka semua memerah melihat wajah yang cantik bagaikan dewi itu
Beda halnya dengan pangeran dia terkejut bukan main karena dia au betul siapa wanita yang ada di depannya ini, lalu dia langsung memeluk Dea dan tiba-tiba menangis
Melihat hal itu membuat gadis bangsawan itu lebih membenci Dea karena pengeran mahkita memeluknya, bergitu pun dengan para prajurit dan pelayan-pelayan yang ada disana
Mereka terkejut karana selama ini mereka tidak pernah melihat pangeren memeluk seoreng wanita apalagi mengeluarkan air matanya
Beda halnya dengan kedua orang yang memeluk dan dipeluk ini, setelah pangeran melepaskan pelukannya dari Dea, dia melihat Dea dari atas sampai bawah mengecek bahwa yang di depanya ini benar-benar adiknya atau bukan
Adik..??!!
Yah yang tadi bertarung dan memeluk Dea adalah kakak Dea, pengeran mahkota kerajaan Laurenzi kekaisaraan Aclezia Pangeran Yuritachi Yanzhi Xiuzhu Levri
Setelah mereka berdua habis berpelukan datang wanita bangsawaan itu, mengganggu reuni antara kedua saudara itu tersebut, datang sambil tersenyum tetapi didalamnya dia sangat benci terhadap suasana yang tadi
Dia berpikir bahwa Lan Xiadea ini adalah gadis j\*\*\*\*\* yang datang untuk merebut calon suami nya, dan dengan senyuman canggungnya dia memulai pembicaraan menanyakan pada Yanzhi sambil menunjukan kepemilikannya kepada Dea dan bertanya siapa wanita yang ada di depan nya ini.
Kini wajahnya sudah tertutup dengan cadar yang sengaja di belinya kemarin, untuk menutupi wajahnya, sehingga wanita itu tidak melihat dengan jelas wajah Dea
“Pangeran siapa wanita ini”
Mendengar wanita bangsawan itu menanyakan siapa wanita yang ada di depan nya membuatnya marah dan ingin berkata kasar tetapi melihat dea dia menahan amarah nya
Dea tidak peduli dengan smut kecil yang ada di depanya, melihat Dea yang hanya dia sperti tidak mempedulikannnya membuat wanita bangsawaan itu pun marah
Melihat hal itu dea tersenyum meremehkan... pikirnya bahwa dia seperti melihat seekor semut yang ingin merangkak ke atas pohon yang tinggi tanpa tau derajatnya sendiri
Dea melihatnya dari atas ke bawah“Hm? Lalu kau ini siapa?” tanya Dea dengan acuh tak acuh
Satu pertanyaan yang di lontarkan oleh Dea membuat darah gadis itu naik karna malu dengan pertanyaannya
“Oh halo aku adalah calon istri dari pangeran Yanzhi, kalau kau siapa”
Wanita itu menjawab dengan menekan kan kata calon istri, mendengar hal itu membuat dea bermuka masam, calon istri itu tidak mungkin
“Calon istri..? Kak apa selera mu menurun?”
Mendengar Dea mangatakan hal tersebut lebih membuat wanita bangsawan itu lebih marah karna selain di permalukan dia mendapat penghinaan di acuh kan lagi oleh Dea, sekarang total di acuhkan oleh Dea adalah...2 – 0